Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Keluarga Atta Halilintar Bikin Muak Warga Malaysia, Cerpen AS Laksana, dan Logan Paul: Para Hamba Gimmick

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
7 Juni 2021
A A
Keluarga Atta Halilintar Bikin Muak Warga Malaysia, Cerpen AS Laksana, dan Logan Paul: Para Hamba Gimmick MOJOK.CO

Keluarga Atta Halilintar Bikin Muak Warga Malaysia, Cerpen AS Laksana, dan Logan Paul: Para Hamba Gimmick

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kata gimmick memang udah melekat sama keluarga Atta Halilintar dan Logan Paul. Aneh aja kalau nama AS Laksana ketempelan juga.

Bisa jadi kata “hamba” di bagian judul agak terlalu keras untuk menggambarkan betapa kreator konten memeras otak mereka. Yah, mohon maaf kalau pilihan kata saya terdengar seperti itu. Maafkan, ya, namanya saja gimmick, biar tulisan ini sampai ke depan matamu itu.

Saya rasa, istilah yang lebih kita kenal adalah “hamba konten”. Demi sebuah konten pendulang penonton, seorang kreator konten rela berbuat apa saja. Namun, kalau dipikirkan lagi, esensi dari konten ada dua, yaitu perencanaan dan eksekusi. Kalau diperas lagi, konten itu diekseksi dengan sebuah gimmick.

Berdasarkan kamus Bahasa Inggris, kata gimmick punya arti ‘a trick or device intened to attract attention, publicity, or business’. Ndak bisa basa enggres? Mamam!

Sebuah trik atau alat yang bertujuan untuk menarik atensi, untuk tujuan publisitas, atau kepentingan bisnis. Atta Halilintar dan keluarga besarnya paling jago bikin gimmick. Selain keluarga Atta Halilintar, kata gimmcik lagi nempel banget sama peristiwa tayangnya cerpen yang bukan cerpennya AS Laksana di Jawa Pos dan pertandingan eksebisi Logan Paul vs Floyd Mayweather.

Menghabiskan waktu hampir setengah hari memantau timeline media sosial, banyak kata gimmick bertebaran mengekor kata kunci Atta Halilintar, AS Laksana, dan Logan Paul. Bukan hal aneh kalau kata tersebut nempel ke kata kunci keluarga Atta Halilintar dan Logan Paul. Nah, baru agak aneh kalau nempel ke AS Laksana.

Saya tidak terlalu mengikuti ontran-ontran AS Laksana, Jawa Pos, dan sastrawan lainnya yang terasa sengit betul. Namun, satu kalimat yang masuk akal terlontar dari Agus Mulyadi, redaktur Mojok.

Agus bilang gini: “Kalau memang pengin mengubah status quo, kenapa AS Laksana nggak ngirim cerpen yang jelek aja, ya? Lha itu yang tayang di Jawa Pos bagus banget.”

Dia melanjutkan: “Kalau yang tayang yang jelek, berarti memang media itu cuma mempertimbangkan nama besar. Bukan kualitas kiriman.” Saya manggut-manggut. Bener juga kata Agus. Kebetulan, pemikiran Agus itu sama dengan pemikiran banyak netizen. Bahkan ada yang membubuhkan kata gimmick di sana. AS Laksana masih butuh gimmick biar dapat atensi? Ah, kamu bercanda. Beliau itu sastrawan kondyang. Nggak butuh gimmick.

Makanya, sangat aneh kalau kata gimmick menempel ke nama AS Laksana. Kalau nempelnya ke keluarga Atta Halilintar dan Logan Paul, sih, baru biasa aja. Terakhir, keluarga Atta Halilintar dikabarkan bikin warga Malaysia sampai muak.

Pasalnya, keluarga Atta Halilintar sering melanggar protokol kesehatan ketika lockdown tengah diterapkan Malaysia. Keluarga besar itu masuk mall ramai-ramai, tidak menjaga jarak, bawa kamera buat ngonten tapi nggak izin dulu, minta disponsorin brand premium dengan pakai nama Atta Halilintar, dan lain sebagainya.

Apakah keluarga Atta Halilintar bakal dibenci? Ya jelas. Apakah mereka peduli? Kayaknya enggak. Apakah mereka bakal kehilangan penonton dan penggemar? Kayaknya malah nambah. Kenapa? Ya kerena “pasar kita” berisi pemangsa dan penikmat gimmick seperti itu.

Logan Paul pernah bikin konten di hutan Aokigahara, Jepang. Dia menunjukkan kejadian (TW) bunuh diri padahal sudah ada larangan. Apakah dia dibenci? Enggak, tuh. Yah, dikit, lah sama penonton waras. Namun, yang terjadi adalah dia makin banyak dapat penonton kayak penonton Atta Halilintar.

Ah, saya malas melanjutkan tulisan ini. Saya rasa kamu sudah tahu kenyataan ini. Kita sama-sama membenci dan terus berusaha mengingatkan para kreator konten untuk nggak bikin gimmick murahan dan jauh dari hati nurani. Namun, di sisi lain, kita menikmatinya juga… meski sambil ngomel-ngomel.

Iklan

Satu hal yang saya rasakan dari fenomena “hamba gimmick” adalah, ini kalau saya pribadi ya, kepercayaan kepada tokoh semakin berkurang. Ya gimana ya, nggak genuine lagi. Ibarat bensin, nggak Pertamax Turbo, tapi oplosan sama air comberan. Mesin digas, mesin protol.

Itu kalau saya, nggak tahu kalau Mas Anang, bapak mertuanya Atta Halilintar.  Eh, jokes lama masih bisa dipakai juga. Herman saya.

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Atta Halilintar dari Monetisasi Youtube dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2021 oleh

Tags: AS Laksanaatta halilintargimmickkeluarga halilintarkontenloganlogan paul
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kontribusi Atta Halilintar Hingga Polemik Tiket Borobudur
Video

Kontribusi Atta Halilintar Hingga Polemik Tiket Borobudur

8 Juni 2022
Pojokan

Saran untuk Atta Halilintar yang Bingung soal Nama Anak

23 Oktober 2021
Nokia N-Gage, Gaming Phones Terbaik pada Zamannya tapi Saya Cuma Bisa Main Biliar di Hape Konyol Ini MOJOK.CO
Pojokan

Katalog HP di Tabloid Pulsa sempat Jadi Patokan Imajinasi untuk Umat Kere Indonesia

19 September 2021
Hidup Tak Semudah ‘Cocote’ Deddy Corbuzier
Esai

Hidup Tak Semudah ‘Cocote’ Deddy Corbuzier

2 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Buka bisnis di desa sengsara, tidak bikin slow living MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026
buka usaha di desa, pengusaha.MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.