Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kejamnya Penonton Indonesia pada Tokoh Antagonis yang padahal Cuma Akting

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
22 April 2020
A A
ilustrasi Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan mojok.co

ilustrasi Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Betapa kasihannya Mbak Han So-hee yang dibully netizen Indonesia karena jadi pelakor di The World of The Married. Btw kalian ingat nggak banyak tokoh antagonis sinetron yang juga ditampar dan diludahi di mal?

Sebenernya saya mau ngakak waktu tahu netizen Indonesia lagi ramai-ramainya menyerbu akun Han So-hee yang jadi Yeo Da-kyung di drama The World of The Married. Saya nggak menonton dramanya, tapi beberapa kali lihat meme tentang drama ini yang cukup kocak.

Iklan

Singkatnya saya paham kalau drama ini tentang perselingkuhan dan kehidupan rumah tangga. Mbak Han So-hee yang kebetulan berperan sebagai tokoh antagonis alias istri simpanan dapat cercaan dari netizen yang mampir langsung ke akun Instagram si mbak. Mulai dari pisuhan sampai nasihat sok bjak mendarat dan disampaikan dengan BAHASA INDONESIA. Wow, sungguh menarik ya!

Ngomong-ngomong saya jadi ingat ada tokoh antagonis di sinetron televisi yang juga dapat ceramah ibu-ibu waktu kebetulan ketemu di mal. Bahkan sampai ditampar dan diludahi. Saya ingat banget dulu, di infotaiment pagi-pagi memberitakan tentang hal ini. Meski saya waktu itu masih SMP tapi berita ini cukup bikin tertegun. Waktu itu merupakan momen ketika saya pertama kali sadar orang-orang Indonesia emang fvcked up.

Jujur aja saya lupa siapa persisnya tokoh antagonis yang sempat ditampar dan diludahi begitu. Lalu Joshua Suherman memberikan sebuah pernyataan yang seolah memberikan validasi terhadap memori saya.

Dulu ada temen gw yg suka meranin antagonis, suatu hari di Mall diludahin ibu2, pernah ada yg ditampar org di mall jg.

Mungkin ini kenapa pendidikan harus nyampe lebih dulu daripada sektor hiburan. https://t.co/7p9Id2Asnl

— Joshua Suherman (@jojosuherman) April 20, 2020

Makasih Jo, berkatmu saya tahu saya nggak lagi halu.

Di satu titik, pemeran tokoh antagonis berhak berbangga hati atas keberhasilan mereka. Saking keren aktingnya, penonton sampai nggak memahami batas realitasnya. Tapi mohon maaf, harap kebanggaannya ditahan sebentar karena ini semua terjadi karena penonton Indonesia memang lumayan pekok. Halo, kaum yang masih nggak percaya Rumah Uya itu settingan…

Secara kasat mata kalian mungkin bakal berspekulasi kalau kejamnya penonton Indonesia itu murni antara mereka yang pekok atau aktor dan aktris yang begitu baik memerankan orang jahat.

Tetapi dalam dunia perfilman dan persinetronan ada yang disebut sebagai hate sink. Hate sink nggak selalu harus tokoh antagonis utama atau main villain yang jadi musuh besar si protagonis. Dalam The World of The Married saya yakin si tokoh suami juga nggak bener secara moral karena doi nggak bisa menahan pesona perempuan lain padahal jelas-jelas punya istri yang setia. Tapi kenapa yang dibenci mbak-mbak pelakornya, hayo hayo kenapa?

Mengesampingkan relasi kuasa gender, saya yakin penulis skenario tetap punya andil besar menciptakan tokoh antagonis yang berpotensi jadi hate sink. Tokoh yang paling mungkin bakal dibenci mati-matian sama penonton saking nyebelinnya. Kalian yang nonton Money Heist pasti benci sama tokoh Arturo yang cakeman pol, padahal dia bukan ‘musuh’ utama yang menghalangi protagonis. Tokoh antagonis di Money Heist  itu ya kepolisian yang berusaha menghalangi aksi perampokan.

Oiya siapa tahu kalian masih belum bisa membedakan, tokoh protagonis itu nggak selamanya orang baik ya. Protagonis adalah peran utama, tokoh yang jadi sudut pandang berlangsungnya penceritaan.

Kembali ke soal hate sink, karakter begini umumnya ditemukan di cerita-cerita yang lemah secara emosional atau takut nggak bisa punya keterikatan dengan penonton jika hanya mengandalkan plot. Hate sink adalah senjata pada sinetron atau film yang secara natural nggak punya target cemoohan.

Beda sama tokoh jahat yang secara karakter bisa menaruh simpati dan keberpihakan. Thanos sebagai political incorrect villain aja banyak yang ngefans kok. Niatnya baik, caranya aja yang ngawur.

Iklan

Inti daripada inti, tokoh antagonis yang bakal dibenci mati-matian adalah kambing hitam yang sengaja dibentuk. Formula dari penonton pekok + hate sink + aktor totalitas = tamparan, cermah ibu-ibu, jambakan, dan maki-makian di media sosial si aktor.

Pola kayak gini bikin saya sadar kalau orang Indonesia adalah target penonton yang paling susah diraba, tapi paling gampang dikasih modelan cerita hate sink. Lemparkanlah mbak-mbak pelakor yang memancing kebencian, maka rasakan gelombang kemarahan yang niscaya kekuatannya bisa membangkitkan lstrik di daerah tertinggal.

BACA JUGA Rumah Uya Settingan, Boomer dan Penontonnya Sudah Tahu Kok atau artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2020 oleh

Tags: hate sinkpenonton Indonesiatokoh antagonis
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

ilustrasi Teori Film Titanic: Rose Bisa Jadi Tokoh Paling Toksik dan Licik yang Pernah Diciptakan mojok.co
Pojokan

Teori Film Titanic: Rose Bisa Jadi Tokoh Paling Toksik dan Licik yang Pernah Diciptakan

12 Oktober 2021
ilustrasi Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan mojok.co
Pojokan

Tokoh Protagonis Adalah Orang Baik dan Antagonis Orang Jahat. Sebuah Kesesatan yang Layak Diselamatkan

1 September 2021
ilustrasi 5 Kekonyolan buat Mengakali Jalan Cerita Sinetron Indonesia. Hilang Ingatan? Kecelakaan? Klasik~ mojok.co
Pojokan

5 Kekonyolan buat Mengakali Jalan Cerita Sinetron Indonesia. Hilang Ingatan? Kecelakaan? Klasik~

5 Juni 2021
List

5 Ciri Tokoh Antagonis Sinetron Indonesia yang Gitu-Gitu Aja tapi Bikin Nagih

14 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.