MOJOK.CO Serial Spanyol yang tadinya nggak laku sama sekali sekarang jadi kesayangan semua orang bahkan menginspirasi aksi demonstrasi. Money Heist memang fenomenal.

Manusia dibentuk oleh dua hal: kebaikan dan kejahatan yang keduanya berlaku secara bersamaan. Masa kecil, lingkungan, dan pendewasaan telah menekan kejahatan dari sifat manusia. Sehingga kita bakal tumbuh dengan berbagai kebaikan, minimal mengetahui bedanya good and evil.

Sementara itu kejahatan muncul sebagai sebuah relief. Kita penasaran setengah mati apa jadinya jika kejahatan terus dilakukan dan kebaikan yang ditekan. Sinema dengan tokoh protagonis seorang kriminal selalu menarik. Mencuri simpati penonton lewat kegamangan di antara kebaikan dan kejahatan. Hal inilah yang ditawarkan serial Money Heist.

Sebagian orang merasa begitu asing menonton sebuah tayangan dengan bahasa Spanyol. Apalagi buat saya yang cuma paham buenos dias dan adios. Nonton Money Heist tentu bakal sedikit kerepotan. Jujur aja saya sering pause-in tayangannya hanya untuk membaca subtitle sampai tuntas. Beda sama tayangan bahasa Inggris yang walau ketinggalan baca subtitle masih agak mudeng omongannya.

Tapi lama kelamaan saya jadi punya banyak kosakata baru bahasa Spanyol seperti la puta ama yang kalian tahulah artinya apa.

Money Heist awalnya merupakan serial dengan rating buruk di Spanyol. Hampir setengah dari jumlah penonton meninggalkan mereka di tengah season. Produser akhirnya memutuskan serial ini mandeg dan nggak akan diteruskan lagi setelah season 2 berakhir. Sebagian cast Money Heist jadi pengangguran setelahnya, sepi job, Om!

Netflix kemudian melakukan edit ulang dan mengubah durasi per episode. Dengan tanpa promo, serial ini dibeli Netflix dan diletakkan di katalog begitu saja. Siapa sangka kalau sentuhan edit Netflix justru mampu membawa Money Heist jadi serial dengan bahasa asing paling laris seplanet bumi. Beberapa cast mulai banjir job dan followernya bertambah drastis. Ketenaran melesat.

Baca juga:  Pancasila Dibumikan Lewat Instagram dan Netflix? Yang Benar Saja Pak Jokowi

Mereka akhirnya bikin film dokumenter Money Heist El Fenomeno sebagai tribute untuk kesuksesan tidak terduga.

Sejauh ini Money Heist sudah tayang sebanyak empat season sejak 2017. Kalian yang belum nonton nggak perlu punya ekspektasi serial ini bakal semacam Prison Break. Pada dasarnya serial ini adalah drama yang dibungkus dengan aksi kriminal. Sekelompok geng perampok yang dipimpin oleh tokoh Profesor melancarkan aksi di sebuah kantor percetakan uang. Makanya dalam versi Spanyol, serial ini diberi judul La Casa de Papel atau dalam bahasa Indonesia artinya Rumah Kertas.

Karakterisasi anggota geng perampok dibuat begitu menarik. Setiap tokoh diberi sebutan dengan nama-nama kota. Tokyo adalah cewek seksi labil yang impulsif dan sering bikin kesalahan. Rio adalah bucinnya Tokyo yang masih brondong banget. Moscow dan Denver adalah ayah dan anak yang ingin jadi kaya. Berlin adalah komandan aksi perampokan sekaligus orang kepercayaan Profesor. Sementara itu ada Nairobi si la puta ama yang menjunjung tinggi emansipasi, Helsinki dan Oslo yang merupakan lelaki kekar bertato.

Setiap karakter memiliki watak dan motivasi yang jelas. Faktor ini membuat penonton mudah menaruh simpati. Pada season 3 dan 4, Money Heist menambah beberapa tokoh dalam geng mereka seperti Lisbon, Manila, Marseille, Bogota, dan Palermo. Sampai sini saya yakin Profesor bermaksud ngasih pelajaran geografi ke penontonnya. Kalau Money Heist diproduksi di Jogja, nama tokohnya bakal jadi Bantul, Ngaglik, Godean, dan Turi.

Meski genre serial ini adalah drama, mereka nggak ragu ‘membunuh’ beberapa karakter penting yang punya banyak fans demi menyampaikan elemen kejutan. Penonton bukannya malas, mereka justru bakal lebih gemas dan mangkel. Seolah ingin ikutan balas dendam pada pihak yang membunuh tokoh kesayangan mereka.

Baca juga:  Review Film Extraction vs 6 Underground di Netflix, Mana yang Lebih Kacau?

Hal lain yang bikin asyik adalah bagaimana rencana besar dan rencana cadangan yang disiapkan Profesor. Saya punya seorang teman yang sungguh terobsesi untuk menyaingi rencana Profesor. Sebelum meneruskan nonton, dia kerap bikin catatan yang isinya prediksi langkah-langkah perampokan kemudian membandingkannya dengan rencana asli dari Profesor. Sungguh sebuah dedikasi, Lur!

Dengan production design, acting, dan sinema yang cenderung standar, Money Heist punya kekuatan besar dalam plot besar. Beberapa planting info disimpan dari awal dan berpotensi jadi elemen kejutan di akhir, walau nggak semuanya sesuai ekspektasi. Cinta dan romantisasi bukan hanya sekadar bumbu, tapi juga jadi unsur penting dalam plot. Gabungan yang epik antara drama dan pembenaran kriminalitas -lah yang menjadikannya brilian. Beberapa kritikus memberikan review cukup menarik dengan rating yang juga lumayan.

Skor layak tonton untuk serial ini adalah 8/10.

Efek nonton Money Heist nggak main-main, Bro. Serial ini bukan hanya menawarkan sekadar hiburan, namun membebaskan berbagai ideologi dan pemikiran. Topeng Dali dan kostum merah jadi simbol yang kemudian diadaptasi ke kehidupan sehari-hari. Beberapa aksi demontrasi dihiasi semangat pemberontakan yang serupa. Bahkan lagu “Bella Ciao” yang punya sejarah panjang sebagai dendangan anti-fasis Italia dinyanyikan di mana-mana. Mirip kayak efek film V for Vendeta dengan atribut yang juga hampir sama.

Bagi saya sendiri menonton Money Heist selain menimbulkan kegemasan untuk menulis review juga membuat saya bertanya-tanya. Apaka saya sapioseksual? Karena saya terobsesi sama Profesor yang kelihatan ganteng begitu saya tahu dia pintarnya Allohuakbar.

BACA JUGA Membandingkan Serial Netflix Populer dengan Rating dari Kritikus atau artikel lainnya di POJOKAN.