Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Perwujudan Keadilan Sosial Dalam Wujud Pulsa Hape

Redaksi oleh Redaksi
9 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seminggu yang lewat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui ketuanya, Bambang Brodjonegoro, memaparkan konsumsi dominan masyarakat kelompok miskin, atau yang oleh bersangkutan dihaluskan menjadi masyarakat ekonomi terbawah (Yaelah, Pak, miskin mah miskin aja). Dalam pemaparannya, ada satu fakta yang cukup menarik untuk dicermati.

Dalam pemaparannya, Bambang menjelaskan bahwa di luar pangan, masyarakat miskin terpantau banyak mengeluarkan uang untuk konsumsi pulsa hape.

“Kelompok 40% terbawah konsumsi (pulsa) handphone-nya besar. Bahkan data Susenas Maret 2017 mengatakan kontribusi konsumsi pulsa terhadap konsumsi per kapita per bulan mencapai 25%,” ujarnya.

Ini menjadi fenomena yang cukup menyenangkan. Sebab ada satu ruang konsumsi di mana tak ada kesenjangan yang besar untuk bisa dicapai oleh si kaya dan si miskin: Pulsa hape.

Selama ini, orang dengan ekonomi makmur punya banyak privilege yang mungkin akan susah digapai oleh si miskin, dari mulai akses pendidikan di tingkat lanjut, kemudahan menggunakan transportasi yang nyaman, keluar masuk dysqotyque dan karaokean, dan sebangsanya. Namun khusus untuk facebookan, twitteran, instagraman, dan wasapan di hape, orang miskin sanggup untuk mengimbanginya.

Rasanya semua orang paham, bahwa internet memang menjadi hal yang sangat penting. Namun khusus untuk orang miskin, internet bisa jadi lebih dari sekadar penting. Ia bisa menjelma menjadi sebuah kebutuhan.

Pada titik tertentu, bagi orang miskin, internet adalah ejawantah yang paling sederhana dari konsep sila keadilan sosial.

Orang miskin tak punya banyak alternatif hiburan untuk mengalihkan kemiskinannya. Karenanya, kehadiran hape dan internet memang sangat sukses menjadi penolong. Ia bisa membantu banyak orang miskin untuk sekadar melupakan betapa miskinnya dirinya.

Melalui internet, orang miskin bisa memposting sesuatu yang sanggup untuk menutupi kemiskinannya. Posting foto saat makan di restoran, seolah-olah itu menjadi rutinitasnya, padahal untuk makan di sana, ia butuh menabung cukup lama. Atau posting bareng pejabat biar tampak seperti orang penting, padahal si pejabat memang sedang pencitraan berkampanye keliling mendekati orang-orang miskin. Di hadapan internet, batas kaya dan miskin selalu tak jelas.

Efek internet dan hape pada kemiskinan muncul bukan semata psikis, namun juga fisik.

Banyak orang miskin yang berkali-kali tidak berbuka karena sibuk bermain hape, dan sama sekali tidak merasakan lapar yang melilit. Padahal dulu, setiap terdengar bunyi dul dul dul dari bedug mushola dekat rumah, mereka langsung njrantal meringkus satu mangkok mie instans yang sengaja diperbanyak kuahnya. Mereka melumatnya dan menyerutup setiap tetes kuahnya sampai tak bersisa. Semacam balas dendam terhadap 12 jam yang penuh lapar dan dahaga.

Pada titik ini, internet ampuh bukan saja untuk mengalihkan kemiskinan, namun juga ampuh menunda lapar.

Mungkin memang benar adanya bahwa Pemerintah memang seharusnya punya program untuk menurunkan harga pulsa. Ia memang tidak akan mengurangi kemiskinan, tapi setidaknya, akan ada banyak masyarakat miskin yang tidak merasa miskin.

Apakah kalian setuju, sobat mysqynku?

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2018 oleh

Tags: hapeInternetorang miskinpulsa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

cek kuota telkomsel.MOJOK.CO
Tekno

5 Cara Cek Kuota Telkomsel Paling Cepat dan Praktis

18 September 2023
sinyal internet mojok.co
Tekno

Waduh! Ada Puluhan Wilayah di DIY yang Belum Dijangkau Sinyal Internet

3 September 2023
penjual pulsa mojok.co
Uneg-uneg

Uneg-uneg dari Penjual Pulsa ketika Dihadapkan dengan Pelanggan Nggak Tahu Diri

30 April 2023
johhny g plate mojok.co
Kilas

Ciptakan 4,6 Juta Lapangan Kerja, Kominfo Kebut Jaringan 5G

19 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.