Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jokowi Masuk Kakbah Kok Pada Heboh, SBY dan Soeharto Dulu Biasa Aja Tuh

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
15 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jokowi masuk ke dalam Kakbah aja heboh. Netizen dalam negeri saling adu komentar. Padahal dulu waktu SBY dan Soeharto masuk biasa aja deh.

Lagi dan lagi, geger media sosial terjadi akibat Presiden Jokowi. Foto Jokowi melaksanakan ibadah umroh pada masa tenang kampanye Pilpres 2019 tersebar, dan yang bikin geger adalah foto yang menunjukkan Jokowi berkesempatan masuk ke dalam Kakbah. Foto yang kemudian langsung disambut sorak-sorai oleh para pendukungnya.

Lah, lah? Memang apa hebatnya Jokowi bisa masuk Kakbah dan sebelumnya disambut Raja Salman begitu?

Namanya presiden, pemimpin negara dengan jumlah umat muslim dan jamaah haji terbanyak di dunia, jadi hal umrah belaka kalau Raja Salman sampai mempersilakan Jokowi masuk ke dalam Kakbah. Jokowi kan merepresentasikan negaranya, bukan dirinya secara personal.

Meski tetap nggak semua muslim di seluruh belahan dunia punya kesempatan kayak begitu, namun seharusnya foto masuknya Jokowi ke dalam Kakbah itu ya nggak perlu direspons secara berlebihan. Kayak udah hebat aja, gitu doang padahal.

Paling tidak, suara-suara iri bahwa hal ini nggak perlu terlalu direspons berlebihan udah terwakili dengan kicauan Bang Mardani Ali Sera. Meski ya nggak nyebut secara harfiah. Hm, benar-benar wakil rakyat idolak. Cerdas.

Maksa2 minta ke raja untuk bisa masuk Kabah, membawa full tim media bersiap publikasi. Hanya satu alasan utamanya elektabilitas.
Ada yg seperti ini ? Ada#KisahNegeriLawas

— Mardani (@MardaniAliSera) 14 April 2019


Kalau ada banyak pendukung Jokowi kesindir ya mbok biasa aja. Kan belum tentu juga kicauan itu untuk Jokowi. Jangan GR deh. Kalau emang ngerasa kesindir ya berarti bener dong ada yang maksa-maksa.

Kalau banyak yang mempertanyakan, dari mana Bang Mardani tahu kalau Raja Salman bisa dipaksa-paksa? Ya situ nggak perlu tahu. Pak Amien Rais aja bisa tahu rahasia-rahasia langit, kenapa Bang Mardani nggak boleh tahu coba? Idih, aneh.

Padahal ya, dulu Presiden SBY dan Soeharto juga pernah masuk ke dalam Kakbah, biasa aja deh responsnya. Nggak yang heboh kayak begini. Apa karena SBY dan Soeharto waktu masuk Kakbah nggak pernah kena serangan tuduhan nggak bisa ngaji dan nggak pro-Islam kayak Jokowi ya? Ah, au ah elap~

Ya maklum, ada beberapa pendukung Jokowi menyebut kalau foto ini memberi jawaban telak mengenai tuduhan serta fitnah keji yang pernah menyerang blio.

Bahwa sebagai muslim, Jokowi selalu dipertanyakan ke-islam-annya, dianggap doyan mengkriminalisasi ulama, sampai dianggap nggak bisa ngaji segala, tiba-tiba dipercaya diperkenankan masuk ke dalam Kakbah kan aneh betul?

Konspirasi macam apalagi yang sedang disiapkan oleh rezim ini? Hm, mncrgkn skl.

Bahkan yang kurang ajar, para pendukung Jokowi di Tanah Air sampai membandingkan dengan Habib Rizieq atau Prabowo segala. Ini udah kelewatan namanya. Benar-benar nggak keren. Apa urusannya masuknya Jokowi masuk Kakbah dengan kompetitor dan Sang Imam Besar?

Ibadah-ibadah aja, nggak usah dimasuk-masukin politik. Aneh. Ntar kalau situ disebut suka “politisisasi ibadah”, situ ngamuk. Hedeh. Rempong deh.

Iklan

Justru foto ini menunjukkan kalau Jokowi itu memang lagi pencitraan todemax. Lha gimana? Apa urusannya beliau umrah kok pas masa tenang begini? Difoto pula. Biar menaikkan elektabilitas gitu? Biar menang gitu? Yawla, sebegitunya.

Padahal udah jelas bahwa tanda-tanda alam sudah menunjukkan kalau Jokowi bakalan nyungsep.

Bahkan idola semua umat, Amien Rais sudah mendengar malaikat berdoa bahwa ini adalah tahun terakhir Jokowi bakal menduduki jabatannya sebagai Presiden, lalu bakal secepatnya dikembalikan ke Solo dan hidup tenang bersama keluarganya.

Hal kayak begini kan nggak jauh-jauh dengan umroh Jokowi saat 2014. Saat itu blio umroh dan tersebar foto bahwa baju ihram yang dikenakan terbalik. Lalu netizen heboh juga. Ramai. Ribut. Rusuh. Sampai akhirnya baru ketahuan kalau foto itu cuma hoax semata. Jebul ada orang iseng yang ngedit foto Jokowi dan membalik pakaian ihramnya.

Meski kemudian ada informasi hoax ini, ya tetap saja fitnah ini udah kesebar ke khalayak ramai. Cap ke-Islam-an Jokowi pun lalu makin dipertanyakan sejak itu.

Lagian juga Jokowi secara personal tak pernah menanggapi hal ini dan tak merasa perlu membuat klarifikasi. Ya wajar kalau ada di antara kami-kami ini yang masih percaya aja sama tuduhan goblok kayak begitu.

Lagian, jika pada umroh 2014 saja Jokowi bisa kena serangan sotosop begituan, siapa yang menjamin kalau foto yang diunggah dan memperlihatkan blio masuk Kakbah itu bukan sotosop? Ya nggak? Roy Suryo si pakar sotosop mana nih kok belum ada suaranya?

Bisa bahaya nih kalau para cebie terus-terusan membanggakan foto Jokowi masuk Kakbah kayak gini. Kesannya kok kayak pilihan mereka lebih agamis ketimbang pilihan kami yang jelas-jelas didukung banyak ulama negeri ini. Eh, kok jadi berasa paradoks gini sih?

Terakhir diperbarui pada 15 April 2019 oleh

Tags: Habib Rizieqjokowikakbahmardani ali seraprabowoumroh
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.