Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
6 Maret 2026
A A
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)

Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Honda Vario tidak cocok untuk jalanan Surabaya

Sebenarnya, beberapa ruas jalan Surabaya itu luas dan aspalnya bagus. Khususnya di jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani atau Jalan HR Muhammad. Naik Honda Vario dengan santai di jalanan ini akan terasa nyaman. Iya, sebaiknya pendatang jangan suka ngebut dulu karena di Surabaya itu banyak putar balik atau pindah arah yang bikin kaget.

Nah, Honda Vario jadi nggak cocok bagi pengendara baru yang belum hafal jalan, tapi sok tahu. Pasalnya, tarikan motor ini berat banget. Kalau mau pindah jalur dan butuh cepat, motor ini bisa menghambat. Saya sering melihat pengendara baru yang gelagapan karena seharusnya pindah jalur, tapi malah lurus.

Iklan

Ya termasuk saya, di awal-awal periode saya sering mengunjungi istri di Surabaya. Ketika ingin bergerak cepat, Honda Vario malah menghambat. Saya nggak akrab dengan klakson ketika berkendara di Jogja. Namun, di Surabaya, saya sering jadi sasaran pengendara lain, khususnya mobil, yang kesal melihat saya jalan kayak siput.

Apalagi kalau di Surabaya kamu harus serba pasti. Khususnya kalau mau pindah jalur. Sekali ragu, kamu akan membahayakan diri sendiri dan pengendara lain. Makanya, mereka yang sudah terbiasa, akan berpindah jalur dengan cekatan. Selain karena motor mereka juga mendukung.

Jalan rusak adalah petaka 

Apakah semua jalan di Surabaya itu besar dan aspalnya halus? Ya jelas tidak. Apalagi ketika kamu tinggal di Kecamatan Wiyung. Dan celakanya, istri saya ngekos di Wiyung. 

Jadi, aspal di Wiyung itu seperti ombak di lautan lepas. Kamu bisa membayangkan, bukan? Lubang di jalanan itu tidak bisa lagi kita sebut “lubang”. 

Saya kok curiga kalau Pemerintah Surabaya nggak meratakan jalanan di Wiyung sebelum mengaspal. “Ah, repot, langsung aspal saja!” Begitu pikir mereka. Jadi, selain kayak ombak, jalanan di Wiyung seperti arena motocross. 

Saya yang terbiasa menghadapi lubang jalan di Jogja, berhadapan dengan “ombak aspal” di Wiyung. Brengsek betul. Dan, saya naik Honda Vario untuk menghadapi “ombak aspal” itu.

Sudah tarikan awalnya berat, Honda Vario membawa saya dengan berat badan 100 kilogram. Untungnya, sebelum hamil dan melahirkan, badan istri saya masih langsing. Jadi, saya nggak begitu merasa berdosa sudah menyiksa Vario tua itu. Untungnya juga, shock breaker Vario cukup oke.

Baca juga: Honda Vario 110 CBS 2010 Menemani Saya dari Bocah Ingusan Menjadi Pejuang Hidup, dan Hingga Kini Tak Kunjung Mati

Berasa mau gila ketika beradaptasi

Istri saya adalah “tipe petualang”. Maklum, Sagitarius tulen. Jadi, jalan rusak atau jalanan yang kayak ombak lautan di Wiyung tak pernah jadi masalah. 

Nah, tapi ada satu hal yang hampir “bikin gila” istri saya ketika naik Honda Vario di Surabaya. Yang saya maksud adalah cinta yang aneh antara warga dengan polisi tidur. Jadi, hampir semua gang, mau jalan lurus atau penuh kelok, pasti penuh polisi tidur. 

Kata “penuh” di sini benar-benar merujuk ke kondisi polisi tidur yang hampir dempetan. Paling jaraknya cuma dua meter, udah ada polisi tidur. Saya pernah nyeletuk ke istri saya begini: “Kalau memang nggak boleh dilewati, mending gang-gang di Surabaya itu tutup saja pakai tembok.”

Sekarang bayangkan kamu naik Honda Vario lawas dengan kondisi harus melewati polisi tidur tiap dua meter. Lagi-lagi tarikan awal Vario tua ini bikin stres. Belum selesai narik ke gigi dua, eh udah turun lagi karena ada polisi lagi tidur. Jadi, masuk gang itu rasanya seperti ikut ujian hidup. Naik dan turun sepenuh tenaga yang hampir nggak ada.

Untungnya, tidak lama kemudian, Yamaha Mio istri saya terjual. Dia memulangkan Honda Vario ke Jogja dan ganti pakai Scoopy. Saya kira penderitaan saya akan berakhir. Iya, sih, tapi cuma sementara karena Honda Scoopy ternyata sama saja. Sialan! Hampir gila kalau memikirkan jalanan di Surabaya naik motor-motor loyo.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Vario Adalah Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras, tapi Tetap Sakti dan Menjadi Pionir Matik Honda Selanjutnya dan kisah menyebalkan lainnya di rubrik POJOKAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2026 oleh

Tags: honda scoopyhonda variohonda vario 110honda vario lamaJogjakecamatan wiyungMotor HondaSurabayavarioYamaha Mio
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.