Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Honda Vario 110 CBS 2010 Menemani Saya dari Bocah Ingusan Menjadi Pejuang Hidup, dan Hingga Kini Tak Kunjung Mati

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
14 Maret 2025
A A
Honda Vario 110: Sebaik-baiknya Skutik untuk Yang-yangan, Bikin Ketiduran Dibonceng Mas Mantan

Honda Vario 110: Sebaik-baiknya Skutik untuk Yang-yangan, Bikin Ketiduran Dibonceng Mas Mantan (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya percaya bahwa beberapa benda di dunia ini punya nyawa. Bukan dalam arti harfiah seperti boneka berhantu di film horor, tapi lebih ke ikatan emosional yang terbentuk dari kebersamaan bertahun-tahun. Salah satunya adalah motor matic tua yang sudah menemaniku sejak SMA, Honda Vario 110 CBS tahun 2010.

Motor Honda Vario 100 ini bukan sekadar kendaraan, melainkan saksi bisu perjalanan hidupku: mulai dari cinta monyet yang gagal total, perjalanan akademik yang setengah-setengah, sampai perjuangan mencari nafkah yang masih suka oleng. Kalau ada penghargaan “Motor Matic Paling Setia”, saya yakin Vario 110-ku ini sudah pantas masuk nominasi.

Sudah belasan tahun dia menahan beban tubuhku (yang jelas tidak semakin ringan), mengarungi jalanan yang semakin absurd, dan menantang nasib di tikungan tajam kehidupan. Ia adalah mesin yang tak banyak menuntut, cukup diberi bensin sekarat dan oli yang kadang telat ganti, lalu dia tetap melaju seakan berkata, “Tenang, Bos! Kita masih bisa lanjut!”

Vario 110, saksi anak sekolah menjadi pejuang hidup

Saya ingat betul pertama kali menaiki motor ini di usia 17 tahun. Waktu itu, saya masih bocah SMA yang berpikir bahwa cinta itu seperti sinetron: penuh dialog puitis dan adegan hujan-hujanan. Motor ini menjadi saksi perjalanan pulang dengan hati remuk karena cinta pertama yang berakhir di depan gerbang rumahnya. Saya ingat bagaimana gas motor ini kupelintir sekencang-kencangnya, berharap suara knalpotnya bisa menenggelamkan kesedihan—padahal yang ada justru mesinnya yang megap-megap.

Saat kuliah, Vario 110 ini naik pangkat. Dari sekadar kendaraan pulang-pergi sekolah, ia berubah menjadi motor revolusioner yang menemaniku turun ke jalan, menghadiri diskusi, dan mendatangi rapat-rapat yang katanya serius tapi sering berakhir dengan kopi dan guyonan. Ia pernah jadi tempatku merenung di parkiran kampus, setelah dihajar realitas bahwa idealisme bisa dikalahkan oleh nasi padang yang dibayarin senior.

Di titik ini, saya sadar: Vario ini bukan cuma alat transportasi. Ia adalah simbol perlawanan, kendaraan yang menemaniku mencari makna hidup, meski sering mogok di tengah jalan.

Vario 110 tangguh, tapi penuh kejutan

Kalau Honda Vario 110 2010 ini manusia, mungkin dia adalah veteran perang yang sudah kenyang makan aspal. Ada banyak alasan kenapa saya menyebutnya tangguh:

Saya pernah nekat membawa motor ini untuk perjalanan jauh yang seharusnya lebih cocok buat motor gede. Dengan percaya diri, saya dan Vario ini menempuh ratusan kilometer, membelah jalanan pedesaan, jalan raya, sampai jalanan rusak yang lebih mirip arena motocross. Tapi dia tetap melaju tanpa protes. Kalau bisa bicara, mungkin dia akan bilang, “Kamu sih nggak pernah mikirin saya, cuma mikirin bensin murah!”

Baca Juga:

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

Honda Vario 110 CBS ini punya sistem pengereman kombinasi yang katanya lebih aman. Tapi, setelah lebih dari satu dekade, remnya sudah seperti hatiku: kadang pakem, kadang bikin kaget. Pernah suatu kali, saya mengerem mendadak di lampu merah, tapi entah kenapa motorku justru meluncur perlahan seperti ingin bunuh diri bersama. Sejak saat itu, saya jadi lebih banyak berdoa sebelum berkendara.

Tarikannya masih bertenaga… kalau pas mood-nya bagus

Dulu, motor ini terkenal punya tenaga yang lumayan buat matic 110 cc. Tapi sekarang, tarikannya tergantung suasana hati. Kadang masih bertenaga seperti kuda liar, kadang seperti habis patah hati dan malas beranjak dari tempat tidur. Pernah ada satu momen di tanjakan curam, saya sudah gas pol, tapi dia tetap ngeyel dan memilih berjalan pelan, seakan berkata, “Bro, kita istirahat dulu aja, gimana?”

Belasan tahun bersama motor ini membuatku sadar bahwa kita sering lupa menghargai hal-hal yang setia. Seperti Vario 110 yang tak pernah mengeluh meski sering kuabaikan, ada banyak hal dalam hidup yang diam-diam selalu ada untuk kita: teman yang sabar mendengar curhatan, keluarga yang diam-diam khawatir, atau bahkan tubuh sendiri yang tetap bekerja meski sering disiksa dengan pola hidup yang berantakan.

Motor ini juga mengajarkanku bahwa tak semua yang tua harus disingkirkan. Di zaman motor-motor baru dengan teknologi canggih, dia tetap bertahan dengan kesederhanaannya. Seperti halnya prinsip hidup, yang kadang lebih penting daripada sekadar ikut tren.

Saya juga belajar satu hal penting: perjuangan hidup itu mirip dengan perjuangan motor tua. Kadang harus bersabar menghadapi tanjakan, kadang harus rela mogok di tengah jalan, tapi selama masih ada bensin dan tekad, perjalanan harus tetap dilanjutkan.

Akhir sebuah perjalanan? Belum!

Suatu hari, saya tahu, saya mungkin harus berpisah dengan Vario 110 ini. Bukan karena tak cinta, tapi karena usia dan waktu tak bisa dilawan. Tapi sampai hari itu tiba, saya akan terus mengendarainya dengan bangga.

Karena bagi seorang pejuang hidup seperti saya, bukan seberapa cepat motormu bisa melaju yang penting, tapi seberapa jauh dia sudah menemanimu melawan nasib.

Dan Honda Vario 110 ini, ia bukan sekadar motor. Ia adalah legenda.

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Vario 110: Sebaik-baiknya Skutik untuk Yang-yangan, Bikin Ketiduran Dibonceng Mas Mantan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2025 oleh

Tags: Honda Vario 110motor honda
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

Pemalang Suram! Lampu Penerangan Jalan kok Kalah Terang sama Lampu Motor Honda Scoopy?

Pemalang Suram! Lampu Penerangan Jalan kok Kalah Terang sama Lampu Motor Honda Scoopy?

23 November 2023
Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Motor Honda Spacy: Performa Tak Bisa Dianggap Sepele, tapi Penjualannya Benar-benar Memble

9 Februari 2025
Motor Honda Revo Simbol Ngenesnya Umat Manusia (Unsplash)

Motor Honda Revo: Simbol Ngenesnya Umat Manusia

25 Agustus 2023
Honda Scoopy, Motor yang Nggak Ramah Dikendarai di Musim Hujan

Honda Scoopy, Motor yang Nggak Ramah Dikendarai di Musim Hujan

9 September 2024
Motor Honda Supra X 125 Makin Langka, Harganya Makin Tinggi (Foto milik penulis)

Betapa Gaibnya Motor Honda Supra X 125 Cakram Belakang, Semakin Langka dan Harganya Mulai Nggak Masuk Akal

3 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pustakawan, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Kerjanya Enak dan Banyak Untungnya

7 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.