Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Fakta Menyedihkan dari Pengunjung ACYE yang Baru Pertama Kali Datang dan Tidak Disadari oleh Banyak Orang

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
4 Oktober 2025
A A
7 Kebodohan Pelanggan AYCE di Jogja yang Bikin Rugi Sendiri (Unsplash)

7 Kebodohan Pelanggan AYCE di Jogja yang Bikin Rugi Sendiri (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa tahun yang lalu, sebelum punya anak, saya dan istri punya satu kebiasaan sebagai bentuk self reward. Kami secara berkala makan di restoran All You Can Eat (AYCE) di Jogja. Favorit kamu adalah di Kakkoii, sebuah restoran AYCE beralamat di Jalan Magelang.

Namun, pada dasarnya, kami suka semua variasi bentuk AYCE. Mulai dari yang Korean BBQ di mall besar, shabu-shabu all-you-can-grill di Jalan Magelang, sampai buffet hotel di pinggir kota. 

Tujuan kami jelas, yaitu menikmati daging dan seafood berkualitas tanpa harus memikirkan harga per porsi. Tapi, dari semua pengalaman itu, yang paling menarik justru bukan makanannya, melainkan pelanggannya.

Percayalah, kami sudah melihat semua jenis orang, dari yang datang dengan master plan sampai yang cuma modal lapar. Lucu, konyol, kadang bikin geleng-geleng. 

Ada semacam pola bodoh yang sering terulang. Ini bukan tentang melanggar aturan, tapi lebih ke cara mereka “menyabotase” pengalaman makan worth-it mereka sendiri.

Ini dia, 7 kebodohan pelanggan AYCE yang kami amati, khususnya di Jogja:

#1 Datang dengan perut kosong melompong (the starvation strategy)

Ini kebodohan paling klasik. Banyak orang berpikir, “Kalau mau makan banyak, perut harus kosong total!”

Mereka sengaja puasa dari siang, berharap kapasitas perutnya bisa menampung “segunung” makanan. Hasilnya? Justru zonk. Begitu suapan pertama masuk, perut langsung shock dan mengirim sinyal kenyang super cepat ke otak.

Beberapa ahli nutrisi justru menyarankan makan camilan ringan 1 sampai 2 jam sebelum AYCE, seperti yogurt atau apel. Ini membantu lambung siap menerima makanan dan mencegah “kaget” yang bikin kamu cepat begah. Jadi, strategi kelaparan ekstrem ini justru membuatmu cepat kenyang dan tidak bisa makan banyak. Rugi, kan?

#2 Masuk AYCE, lalu kalap ambil karbohidrat dan gorengan di awal

Coba deh amati station nasi goreng, tempura, katsu, atau french fries. Siapa yang paling sering mengerubunginya? Ya, mereka yang melakukan kebodohan ini.

Mereka melihat side dish karbohidrat sebagai “pemanasan.” Nasi, mie, atau kentang itu ibaratnya adalah spons. Mereka langsung mengembang di perut, mengisi ruang kosong paling berharga yang seharusnya diisi oleh daging premium, udang segar, atau dessert mahal.

Tujuanmu datang ke AYCE dengan harga Rp150.000 ke atas kan untuk makan wagyu atau seafood. Bukan untuk makan nasi semangkuk penuh. Prioritas yang salah total.

#3 Minum minuman manis atau bersoda terlalu banyak

Ini adalah musuh bebuyutan para food enthusiast sejati di AYCE. Minuman manis atau bersoda itu punya 2 power jahat:

Gula: Membuat tenggorokan dan mulutmu cepat “eneg” atau mual.

Iklan

Gas: Membuat perutmu kembung dalam hitungan menit.

Saya sering melihat mereka langsung menyeruput satu gelas soft drink atau es teh manis di awal. Setelah 2 potong daging, mereka sudah memegangi perut dan bilang, “Duh, kok rasanya perut langsung penuh.”

Padahal, air putih atau teh tawar panas/dingin adalah sahabat terbaikmu di AYCE. Mereka membantu melancarkan pencernaan, tidak menambah kalori kosong, dan tidak menciptakan rasa begah yang sia-sia.

#4 Masuk AYCE, lalu kalap dan menumpuk makanan di piring seperti gunung

Food waste adalah kebodohan moral, bukan hanya strategi. Saya sering melihat pelanggan yang datang ke buffet dengan mata lapar, mengambil semua jenis makanan dalam porsi besar di satu piring. Daging, sushi, udon, kimchi, buah, dicampur jadi satu.

Hasilnya?

Rasa campur aduk. Semua rasa jadi blended, kamu tidak bisa menikmati cita rasa asli setiap hidangan. Bisa juga meningkatkan risiko denda. Hampir semua restoran AYCE populer di Jogja (seperti Shaburi & Kintan, atau Kakkoii) menerapkan denda untuk sisa makanan. Beberapa bahkan mengenakan denda mulai dari Rp50.000 per 100 gram sisa. Kebodohan ini bisa membuatmu bayar dobel!

Ambil sedikit-sedikit saja. Nikmati, dan kembali lagi untuk mengambil porsi baru. Itu namanya strategi, bukan keserakahan.

#5 Lupa dengan “waktu berharga” ala AYCE

Rata-rata restoran AYCE di Jogja yang saya tahu, memberikan waktu 90 sampai 120 menit. Waktu itu bukan untuk selfie berlebihan atau sibuk live update di media sosial. Meskipun itu hak Anda, sih.

Saya sering melihat meja yang isinya malah sibuk dengan ponsel atau asyik ngobrol tanpa henti, membiarkan panggangan mereka kosong atau sup mereka dingin. Mereka baru kalang kabut ketika waiter memberi tahu, “Waktunya sisa 15 menit, Bapak/Ibu.”

Waktu adalah uang di AYCE. Gunakan seefisien mungkin. Saya dan istri punya strategi kayak gini:

10 menit pertama: Survei dan ambil side dish pembuka (sedikit saja!).

60 menit inti: Fokus pada proses grilling/shabu dan konsumsi protein utama.

20 menit akhir: Ambil dessert dan minuman penutup.

Jangan biarkan waktu terbuang percuma, seolah kamu sedang makan di warteg.

#6 Melewatkan makanan paling mahal (the premium skip)

Ini adalah ironi. Mereka sudah bayar mahal untuk paket yang mencakup Wagyu Cube atau US Premium Beef. Tapi di AYCE, yang diambil cuma daging ayam marinasi teriyaki atau daging sapi paling standar. Kebodohan ini terjadi karena tiga hal, yaitu terburu-buru, tidak tahu, atau takut mencoba.

Jika kamu sudah bayar paket premium, utamakan menu premium itu. Cek menunya, tanyakan kepada staf, dan penuhi piring pertamamu dengan item paling berharga yang ditawarkan. Ayam, bakso, atau side dish murah bisa kamu makan di mana saja, kapan saja.

Anggaplah harga AYCE adalah investasi. Dan kamu harus mendapatkan return maksimal.

#7 Mengabaikan fungsi sayuran dan serat

Anehnya, banyak pelanggan AYCE di Jogja menghindari sayuran, kecuali yang sudah tersembunyi di dalam kimchi atau salad. Mereka berpikir, “Sayur itu cepat kenyang dan murah.”

Padahal, sayuran seperti selada, sawi putih, jamur, atau enoki punya peran krusial. Misalnya, bagus untuk pencernaan. Serat membantu mendorong makanan yang menumpuk di perut. Tanpa serat, perutmu akan terasa penuh dan “berat” lebih cepat.

Pikirkan faktor keseimbangan. Makan protein dan lemak terus-menerus tanpa penyeimbang di AYCE akan membuatmu cepat eneg. Sayuran memberikan tekstur crunchy dan rasa segar yang menetralisir rasa gurih/berminyak.

Orang-orang yang makannya stabil dan bisa menghabiskan lebih banyak porsi dalam waktu 90 menit justru adalah mereka yang selalu menyertakan sayuran. Ini bukan soal rugi atau untung, tapi soal strategi makan yang berkelanjutan dan nikmat di AYCE.

Setelah 5 tahun mengamati, saya sadar. Pengalaman AYCE yang maksimal itu bukan soal seberapa banyak makanan yang kamu gondol ke meja, tapi seberapa cerdas kamu mengelola waktu, perut, dan prioritas menu.

Jika kamu datang ke AYCE dan masih melakukan 7 kebodohan di atas, yakin deh, kamu sedang merampas kesenangan dan value terbaik dari harga yang sudah kamu bayarkan. Jadi, lain kali kamu datang ke meatlovers atau shabu di Jogja, buang jauh-jauh 7 kebodohan ini. Happy Grilling!

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pertama Kali Makan All You Can Eat (AYCE) Berakhir Kapok: Habis Rp250 Ribu, tapi Pulang dalam Keadaan Malu dan “Tetap Lapar” dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2025 oleh

Tags: all you can eatayceJogjaKakkoiikesalahan makan di AYCEpengalaman makan di AYCErekomendasi AYCE di Jogja
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Tabiat penumpang KA Sri Tanjung yang bikin jengkel KA Sancaka. MOJOK.CO
Catatan

User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”

14 April 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja, parkir liar, desa.MOJOK.CO
Catatan

Tukang Parkir di Desa Lebih Amanah Ketimbang Jukir di Kota, Tak Ada Drama Getok Harga apalagi Makan Gaji Buta

14 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026
Penyesalan pasang WiFi di rumah MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

17 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.