Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Emak-emak Sering Payah Soal Navigasi tapi Kenapa Jago Nemu Barang Hilang?

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
28 Juni 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dibandingkan saya yang bakal cari barang yang hilang seantero rumah, emak-emak kayak istri saya hanya akan fokus pada lokasi khusus.

Sebagai orang Jogja, saya lumayan berani klaim cukup jago soal navigasi. Orang Jogja dan Jawa Tengah, pada umumnya emang refleks menandai sebuah daerah baru dengan mencari di mana itu Utara-Selatan atau Barat-Timur.

Iklan

Patokan arah bukan lagi “kirinya Alfamart” atau “kanan jalan setelah ATM”, melainkan “sebelah utaranya baliho” atau “selatannya selokan “. Gitu.

Masalahnya, meski saya selalu punya kemampuan bawaan begitu, istri saya malah sebaliknya. Blio adalah emak-emak yang cukup payah soal navigasi. Jangankan urusan navigasi, soal kanan kiri saja suka keliru-keliru. Ajaibnya, untuk urusan mencari barang ilang di dalam rumah, emak-emak macam istri saya adalah jagoan tanpa tanding.

Hampir semua barang yang ketlingsut atau lupa naruh selalu berhasil ditemukan. Bahkan kadang, untuk barang-barang yang belum pernah istri saya lihat secara langsung. Saya kadang khawatir, jangan-jangan istri saya pasang sisitipi di rumah secara diam-diam. Meski, saya lebih percaya dengan tiga mitos kenapa emak-emak bisa jago amat jadi detektif barang ilang.

Pertama, konon keajaiban semacam itu ada karena ibu rumah tangga sangat menguasai teritori daerah kekuasaannya. Sehingga setiap sudut lubang kecoak di rumah emak-emak bisa tahu. Ada semacam CCTV dalam alam bawah sadar, di mana lalu lalang orang-orang di rumahnya bisa dilacak. Dengan begitu, jika ada barang hilang, area pencarian akan dipersempit ke spot-spot tertentu oleh emak-emak kayak istri saya.

Seperti ketika saya kehilangan kunci motor—misalnya. Dibandingkan saya yang bakal mencari seantero rumah, istri saya hanya akan fokus pada lokasi-lokasi khusus. Area yang sering saya lewati dari garasi menuju kamar, conotohnya. Pencarian jadi lebih mudah, cepat, dan irit kalori yang dikeluarkan.

Beda jauh dengan saya yang bakal uring-uringan dulu, sambil mencari ke lokasi-lokasi mustahil, dan hasilnya sering zonk, meski udah pakai teriak-teriak, “Tuhaaan, kenapa ini terjadi padakuuuu! Kunci motor barusan aku pakai kok ilaaang.”

Kedua, perempuan itu punya kecenderungan punya kemampuan multitasking ketimbang laki-laki.

Jadi ketika saya membawa suatu barang, dan pada saat yang sama kebetulan ada kesibukan berbeda mendesak, sangat sering barang yang saya bawa itu tiba-tiba lenyap begitu saja. Tiba-tiba saja otak saya ilang sinyal. “Perasaan tadi barangnya aku pegang, kok tiba-tiba ilang ya? Ilang ke mana ya?”

Dengan kemampuan fokus yang berlebihan, suami seperti saya akan mencari barang dengan terburu-buru. Beda dengan emak-emak kayak istri saya yang bisa cari barang dengan masih sempet ngiris bawang, masak tempe, atau bahkan momong anak.

Dan karena mencari penuh amarah dan nafsu, seringkali pada lokasi yang sama saya tidak menemukan barang yang saya cari, sedangkan istri saya akan menemukannya dengan mudah sambil ngecenging.

“Nyarinya jangan buru-buru makanya, Yaaah.”

Lalu saya mbatin, “Perasaan tadi aku nyari di tempat yang sama kok nggak ketemu yak? Apa kena gendam ya aku ni?”

Ketiga, ibu rumah tangga kayak istri saya adalah orang pertama yang akan membereskan barang berantakan. Maka bisa dipahami kalau ada barang ilang, hanya istri saya yang bisa menemukan. Bukan karena barang itu sudah ditemukan, tapi karena barang itu emang disembunyikan biar “Nggak ilang lagi,” katanya.

Disembunyikan biar nggak ilang? Bentar, bentaaar. Saya mikir dulu kok kayaknya ada yang aneh sama kesimpulan emak-emak istri saya ini.

Oke, oke. Saya tahu, soal urusan barang-barang hilang, tiada detektif lebih handal ketimbang emak-emak. Meski begitu untuk urusan navigasi di luar rumah, saya berani klaim kalau saya lebih baik. Sebagai gambaran betapa payahnya istri saya soal navigasi. Dari percakapan di bawah ini salah satu buktinya.

“Masio nggak paham navigasi, tapi kalau arah terbitnya Matahari, Mama pasti paham dong dari mana,” kata saya yang udah kliyep-kliyep ngantuk.

Iklan

“Emang dari arah mana, Yah?” tanyanya biasa aja.

Saya merasa aneh, dan langsung pasang wajah curiga. Masak iya, istri saya nggak tahu Matahari terbit dari mana? Ini kok seperti pertanyaan jebakan.

“Barat,” kata saya. Sambil siap-siap kalau mau dikecengin balik.

“Oooh,” kata istri saya menyerap jawaban saya gitu aja bak nelen paracetamol.

“Ma, serius nggak tahu?” tanya saya.

“Nggak,” jawab istri saya biasa aja.

“Wah, hebat ya,” kata saya.

“Kok hebat?” tanya istri saya.

“Ya hebat. Coba bayangin, Ma. Bayangin kalau besok ini hari kiamat. Lalu Matahari terbit dari Barat beneran. Semua orang panik, berhamburan ke sana kemari. Minta tobat. Teriak-teriak. Dan di saat itulah Mama dengan santainya keluar rumah sambil bilang, ‘aaaah, pagi yang indaaah ya, Yaaah?’.”

BACA JUGA Barang Hilang Tiba-Tiba, lalu Muncul Kembali: Fenomena Apa Ini? atau tulisan Ahmad Khadafi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2020 oleh

Tags: barang hilangEmak-emakkiamat
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

emak-emak, jogja memanggil.MOJOK.CO

Aksi Jogja Memanggil: Saat Emak-Emak Sudah Turun ke Jalan, Tandanya Negara Sedang Tak Baik-baik Saja

20 Februari 2025
Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri.MOJOK.CO

Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri

13 Agustus 2024
Uneg-uneg dari Emak-emak tentang Wisuda TK, SD, dan SMA. MOJOK.CO

Uneg-uneg dari Emak-emak tentang Wisuda TK, SD, dan SMA

28 Juni 2023
Perasan Ketar-ketir: Sebuah Uneg-uneg dari Emak-emak yang Baru Punya Anak MOJOK.CO

Perasaan Ketar-ketir: Sebuah Uneg-uneg dari Emak-emak yang Baru Punya Anak

19 Februari 2023
apa itu ajaran apokaliptik yang dihubungkan kematian di Kalideres.

Apa itu Apokaliptik, Ajaran yang Dikaitkan dengan Kematian Keluarga di Kalideres?

15 November 2022
Profil Sekolah yang Dituduh Zalim karena Nggak Kasih Diskon SPP MOJOK.CO

Profil Sekolah yang Dituduh Zalim karena Nggak Kasih Diskon SPP

1 Desember 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.