Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Dosa Penjual Getuk Magelang yang Bikin Konsumen Merugi dan Sulit Dimaafkan

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
4 Agustus 2025
A A
Dosa Penjual Getuk Magelang yang Bikin Konsumen Merugi dan Sulit Dimaafkan

Dosa Penjual Getuk Magelang yang Bikin Konsumen Merugi dan Sulit Dimaafkan (Vivera Siregar via Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Getuk dikenal sebagai salah satu jajanan khas dari Magelang Jawa Tengah yang menggugah selera. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis membuat jajanan ini sulit ditolak. Anak kecil, anak muda, hingga orang tua senang dengan jajanan satu ini. Saking terkenalnya, getuk juga menjadi oleh-oleh yang wajib dibawa pulang siapa pun yang datang ke Magelang.

Akan tetapi tak semua penjual getuk bermain jujur. Ada saja oknum penjual nakal yang tergoda melakukan beberapa “dosa kecil” yang berujung merugikan konsumen dan sulit dimaafkan. Misalnya seperti beberapa dosa ini.

#1 Menggunakan bahan kurang berkualitas sebagai bahan baku pembuatan getuk Magelang

Getuk Magelang terbuat dari singkong sebagai bahan utamanya. Pertama-tama singkong dikukus, kemudian ditumbuk hingga halus, dan barulah dicampur dengan gula dan kelapa parut. Sekilas, bahan-bahan yang digunakan nggak ribet dan juga nggak mahal-mahal amat, ya.

Akan tetapi tetap saja ada beberapa oknum penjual nakal yang mengakali bahan untuk menekan biaya produksi. Tujuannya tentu saja keuntungan yang sebesar-besarnya. Biasanya yang kerap dilakukan adalah mengganti kelapa parut segar dengan kelapa tua yang hambar, atau menggunakan singkong yang kualitasnya kurang baik. Hasilnya, rasa getuk jadi nggak autentik dan mudah basi.

Baca halaman selanjutnya: Memakai bahan pengawet agar getuk bisa dijual lebih lama…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2025 oleh

Tags: getukgetuk magelang
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Artikel Terkait

3 Getuk Magelang yang Perlu Diwaspadai Wisatawan, Pikir Lagi sebelum Beli
Pojokan

3 Getuk Magelang yang Perlu Diwaspadai Wisatawan, Pikir Lagi sebelum Beli

10 Juli 2025
Kuliner Magelang dalam Stiker, Berharap Lesah, Senerek, dan Es Pleret Seperti Kuliner Korea yang Ada di Drakor MOJOK.CO
Seni

Kuliner Magelang dalam Stiker: Berharap Lesah, Senerek, dan Es Pleret Seperti Kuliner Korea yang Ada di Drakor

15 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Sukses Bekerja di Kota Itu Ilusi: Pesan untuk Anak Muda yang Meninggalkan Desa MOJOK.CO

Sukses Bekerja di Kota Itu Ilusi: Pesan untuk Anak Muda yang Meninggalkan Desa

23 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.