Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Apa Betul Cacing Kremi Bisa Muncul karena Makan Parutan Kelapa?

Redaksi oleh Redaksi
18 Juli 2019
A A
cacing kremi dan parutan kelapa MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Cacing kremi itu gara-gara apa, sih? Masak sih, karena parutan kelapa?

Saat saya kecil dulu, setiap kali ibu sedang memarut kelapa, saya senang memakan kelapa tersebut sedikit demi sedikit. Akan tetapi, ibu sering melarang saya untuk memakan parutan kelapa yang bakal menjadi santan tersebut. Kata ibu, itu bisa menyebabkan saya jadi kremian, alias muncul cacing kremi di tubuh saya. Dan bakal gatal-gatal di bagian dubur.

Hmmm, apa betul makan parutan kelapa bisa mendatangkan cacing kremi di dalam tubuh kita? Padahal kan, ngemilin parutan kelapa itu rasanya sungguh enak~

Ternyata, pernyataan dari ibu saya dan mungkin orang tua yang lainnya tersebut, hanyalah mitos belaka. Pasalnya, menurut pakar kesehatan, parutan kelapa yang kita konsumsi sama sekali tidak akan berubah menjadi cacing kremi. Mengonsumsinya juga tidak membuat jumlah si cacing di perut kita bertambah.

Sebaliknya, penelitian dari Heinrich Heine University yang ada di Jerman, sering makan parutan kelapa malah bisa membunuh berbagai parasit di dalam perut, termasuk cacing pita dan kremi. Pasalnya, dalam parutan kelapa terdapat kandungan berupa MCFAs (multi chained fatty acids) yang memang bisa membunuh parasit dalam tubuh. Bahkan, 12 jam setelah makan parutan kelapa, bisa memicu 90 persen cacing kremi tersebut keluar dari tubuh.

Hmmm, bisa jadi maksud ibu saya kalau makan parutan kelapa itu bisa bikin kremian, karena justru setelah makan cacing-cacing tersebut jadi keluar? Jadi, bukannya memunculkan cacing kremi, sebetulnya parutan kelapa malah mengeluarkan si cacing. Bukankah begitu?

Kremian ternyata merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing kremi yang penularannya cukup mudah. Cacing ini perlu diwaspadai karena memang dapat menular dengan lebih mudah dibanding cacing berjenis lainnya. Dan lebih banyak terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa.

Cacing ini adalah jenis parasit yang berukuran kecil sekitar 2-13 mm, dan menyerang usus besar manusia. Penularannya bisa lewat sentuhan langsung dengan kulit atau benda yang sudah terkontaminasi oleh cacing kremi atau telurnya. Biasanya tangan-tangan yang sudah terkontaminasi tersebut tidak dicuci dan langsung digunakan untuk makan.

Nah, saat makan dengan tangan tidak dicuci inilah kemudian menjadikan si cacing tersebut masuk ke dalam tubuh. Di dalam tubuh manusia, cacing tersebut berkembang biak dan memunculkan rasa gatal, nyeri, dan ruam di anus. Jika cacing tersebut di dalam tubuh seseorang semakin banyak, hal ini dapat memicu komplikasi seperti infeksi saluran kemih ataupun radang vagina.

Gejala lainnya yang juga bisa muncul antara lain, gatal pada bagian anus terutama saat malam hari, tidur terganggu karena rasa gatal yang nggak karuan, anus jadi sakit dan ruam, nyeri perut, hingga merasa mual.

Oleh karena itu, melihat penyebab seseorang jadi cacingan itu beraneka ragam. Orang tua perlu membiasakan kegiatan yang sehat bagi anak. Sesederhana mencuci tangan terlebih dulu sebelum makan. Supaya tangan kita yang telah digunakan untuk kegiatan kotor atau memegang barang-barang penuh bakteri, akhirnya menjadi bersih dan higienis. Selain itu, membeli makanan di tempat yang bersih dan tidak memakan lagi makanan yang jatuh di lantai, juga bisa mencegah dari cacingan.

Apalagi, karena telur cacing kremi dapat bertahan di handuk atau pakaian hingga 2-3 minggu, sehingga upaya lain pun perlu diusahakan. Seperti mengganti pakaian dalam setiap hari, tidak terbiasa mengisap jari, mencuci pakaian dan perlengkapan lain yang terkontaminasi, membiasakan untuk mencuci tangan dengan sabun, hingga menghindari menggaruk anus saat gatal.

Semoga kebiasaan hidup sehat dan bersih kita, dapat menjauhkan dari cacing-cacing kremi yang bikin gatal itu, ya~(A/L)

Terakhir diperbarui pada 5 September 2019 oleh

Tags: cacing kremihigienismakanparutan kelapa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pengakuan Pelanggan Kopi Klotok yang Tidak Bayar, Pakai Kode "Nenek" dan "Pengajian" MOJOK.CO

Pengakuan Pelanggan Kopi Klotok yang Tidak Bayar, Pakai Kode “Nenek” dan “Pengajian”

3 Agustus 2023
Penjual Mie Ayam yang Memberikan Resep Rahasianya

Penjual Mie Ayam yang Memberikan Resep Rahasianya 

3 Agustus 2021
Curhatan Mantan Pacar Sumanto- Tidak Mau Jawab ‘Terserah’ Jika Ditanya Mau Makan Apa mojok x firal mojok.co

Curhatan Mantan Pacar Sumanto: Tidak Mau Jawab ‘Terserah’ jika Ditanya Mau Makan Apa

1 Mei 2021
Brongkos kedai rukun

Kedai Rukun: Cita-cita Bapak, Resep Ibu, dan Janji Anak

30 April 2021
Belajar di tempat makan membuat nyaman

Nyaman Belajar di Tempat Makan

23 Maret 2021
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres

Pesan dari Meja Makan

31 Januari 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.