Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dilema Gaji Fresh Graduate: Takut Ketinggian, tapi Ogah Kekecilan

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
1 Oktober 2018
A A
cara dapat gaji 20 juta sebelum umur 30 digital marketing profesi etos kerja tips mojok.co

cara dapat gaji 20 juta sebelum umur 30 digital marketing profesi etos kerja tips mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mari mengukur gaji fresh graduate yang dianggap layak dan pantas-pantas saja kamu dapatkan. Yang penting, jangan menyerah, Beb!

PR terbesar saat mengisi form pendaftaran pekerjaan bagi kamu-kamu yang baru lulus kuliah adalah pada kolom gaji. Ya, umumnya, beberapa perusahaan memang memintamu mengajukan nominal gaji yang diharapkan, padahal kamu justru jadi berdebar-debar sendiri: pantas nggak, ya, kalau minta angka sebesar ini? Apalagi—jangan lupa—kamu ini, kan, masih fresh graduate!

Naaaah, gaes-gaesku, status lulusan baru alias fresh graduate inilah yang kadang jadi simalakama. Sewaktu saya pertama kali mendaftar di sebuah penerbitan buku di Jogja, misalnya: baru menulis ‘Rp’ di kolom ‘Gaji yang Diinginkan’ saja sudah grogi!

Batin saya, duh, ini angka kegedean nggak, ya? Jangan-jangan, nanti saya dianggap nggak tahu malu gara-gara minta gaji sejumlah yang saya tulis? Namun begitu, saya juga nggak mau ‘dibodohi’ dengan menuliskan jumlah yang kecil, sedangkan semua orang mendapat berkali-kali lipat dibandingkan saya. Dilema~

Beberapa hari lalu, di media sosial, bahasan gaji fresh graduate sempat ramai dibicarakan. Beberapa orang dengan yakin menyebut bahwa fresh graduate semestinya bisa menyesuaikan dengan standar gaji berupa UMR atau UMP, sedangkan beberapa yang lain memaklumi permintaan fresh graduate yang dianggap ‘ketinggian’.

Fresh graduate jaman sekarang keren keren ya…

UMP kita kan skrg 3,6an juta…

Belom ada pengalaman kerja, expected salary 8 juta. Baru magang 2 bulan, maunya gaji 7 juta.

Dulu waktu gue pertama kerja, gaji gue dibawah UMP.

Ini yang salah siapa ya…

— Billy Dolmen (@billydolmen) September 27, 2018

Ya gimana coba kalau fresh graduate ini ternyata otaknya encer dan langsung bikin perusahaan untung lewat hasil pekerjaannya??? Emangnya kejayaan perusahaan cukup-cukup aja dibayar dengan UMP, apalagi UMP Yogyakarta, gitu???

Ta-tapi, sebenarnya, saya jadi penasaran: seberapa fresh-kah fresh graduate itu, hingga mereka diberi kebebasan untuk mengajukan gaji yang diinginkan???

*jeng jeng jeng*

Ternyata, fresh graduate merupakan istilah yang merujuk pada lulusan perguruan tinggi, baik diploma ataupun sarjana, yang telah lulus dalam periode kurang dari 1 semester sejak diwisuda dan secara resmi mendapatkan ijazah. Nah, karena ke-fresh-annya ini, gaji fresh graduate umumnya dibedakan dengan karyawan lainnya. Tentu saja, gajimu sebagai fresh graduate biasanya nggak akan lebih tinggi dibandingkan gaji mereka-mereka yang sudah berpengalaman, mylov~

Terus, kalau gitu, apakah sebagai fresh graduate kamu nggak berhak minta gaji yang lebih tinggi, misalnya 7-8 jutaan??? Apakah di Jakarta, misalnya, kamu hanya bisa paling mentok minta gaji di angka 3 hingga 5 juta saja???

Iiiiiih, nggak gitu juga, kaleee~

Nih ya, dalam menjawab pertanyaan ‘Gaji yang Diinginkan’, ternyata kamu berhak mengajukan angka yang kira-kira kamu butuhkan, loh. Sebagai fresh graduate yang benar-benar fresh jalan pikirannya, akan sangat wajar kalau kamu mempertimbangkan hal-hal berikut saat diajak berdiskusi soal gaji:

1. Hindari menyebut angka spesifik

Iklan

Menurut pakar interview kerja, Barry Dexler, beberapa perusahaan akan berpikir ulang untuk mempekerjakanmu jika kamu meminta nominal spesifik, apalagi sampai minta bonus. Hadeeeeh, kerja aja belum, udah nagih bonus :’(

Terus, gimana jawaban seharusnya? Baca lagi tahap berikutnya~

2. Hitung dari kebutuhan

Anggaplah biaya kos atau sewa rumah yang kamu butuhkan dalam satu bulan adalah 1 juta rupiah, diikuti dengan biaya transportasi 500 ribu rupiah serta biaya makan dan foya-foya 1,5 juta rupiah. Dengan demikian, untuk memenuhi keperluan, setidaknya kamu butuh 3 juta rupiah. Lalu, tambahkan dengan kebutuhan menabungmu, misalnya 1 juta rupiah.

Nah artinya, kamu mungkin saja memerlukan gaji fresh graduate minimal sekitar 4 juta rupiah!!!!111!!!11!!!

Tapiiii, kalau kamu ingin menikah lebih cepat (YA SIAPA TAHU, KAN) dan menabung lebih banyak, kamu juga boleh-boleh saja menyebut kurang-lebih 5 juta rupiah. Terserah kamu, mylov, terseraaaaaah~

3. Sebut kemampuanmu sebagai nilai lebih

Boleh nggak, sih, minta gaji fresh graduate 7 juta ke atas???

Beberapa orang mungkin akan menertawakanmu, tapi asalkan kamu punya alasan kuat, silakan saja, mylov. Pertimbangkan industri pekerjaan yang akan kamu ambil, termasuk kisaran gaji di calon perusahaan. Asah juga kemampuan yang kamu punya, biar nggak keder-keder amat pas kamu ijik-ijik ditanya,

“Emangnya situ bisa ngapain, Mbak, sampai-sampai berani minta gaji 8 juta???”

4. Tantang balik

Kalau kamu cukup punya nyali, berorientasi pada pekerjaan, dan percaya diri, tatap baik-baik mata pewawancara kerja di depanmu selepas ia bertanya berapa jumlah gaji yang kamu inginkan. Katakanlah kemudian dengan mantap,

“Sesuaikan gaji saya dengan hasil kerja saya saja, Pak.”

Beranikah kamu, wahai para fresh graduate?

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2018 oleh

Tags: daftar kerja pertama kaligaji fresh graduateinterview kerjalulusan S1salaryUmpumr
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
ump diy.MOJOK.CO
Ragam

Working Poor dalam Bayang-Bayang UMP DIY 2026 dan Biaya Hidup yang Semakin Tinggi

28 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.