Mobil yang memberi rasa nyaman untuk perjalanan jarak jauh
Kalau saya ingat lagi, perjalanan jauh atau luar kota saya di dua tahun ke belakang selalu bersama Innova Reborn. Sekali naik bus pariwisata ketika Rapat Akhir Tahun kantor ke Bromo. Selebihnya, naik Reborn.
Saya berkunjung ke Magelang, Temanggung, Solo, Malang, dan Surabaya untuk keperluan pekerjaan. Sementara itu, ke Cilacap untuk urusan keluarga. Untuk keperluan pekerjaan, sopirnya selalu sama, yaitu teman saya, seorang penulis dan die hard Innova Reborn. Semua perjalanan itu berlangsung menyenangkan dan aman.
Teman saya ini bahkan pernah membawa Innova Reborn dari Jogja ke Malang dalam waktu 3,5 jam saja. Kami berangkat dini hari, sekitar pukul 01:00. Ada empat orang di dalam mobil. Saya sendiri rada takut kalau mobil ngebut di jalan tol. Namun, teman saya ini sopir berpengalaman dan membawa mobil kesukaannya.
Yang saya rasakan sendiri adalah rasa nyaman. Saya, dengan berat 115 kilogram, sudah pasti duduk di samping pak sopir yang sedang bekerja mengendarai Innova Reborn supaya baik jalannya. Leg room mobil ini lega, kursinya pas untuk pantat saya yang lebar, dan kursinya juga menyangga punggung dengan pas.
Ketika menempuh perjalanan Surabaya-Jogja, saya bahkan tertidur pulas. Padahal saya tahu, teman saya ini membawa Reborn di kecepatan 140/jam dan sebetulnya saya takut. Namun, kabin terasa stabil dan tidak ada noise yang mengganggu.
Innova Reborn masuk wishlist saya dan istri
Di Februari 2026 ini, saya dan istri akhirnya memasukkan Innova Reborn ke dalam wishlist kami. Artinya, kalau memang kondisi ekonomi memungkinkan, kami akan membeli mobil ini. Ingat ya, kalau “memungkinkan” karena kondisi ekonomi dunia dan Indonesia lagi brengsek betul.
Bapak mertua sendiri juga sudah berhasil kami yakinkan. Bahwa nanti, kalau kondisi ekonomi dan dunia aman-ama saja, uang hasil jual tanah akan dibelikan Innova Reborn. Yang bekas pun tidak masalah karena nggak rugi. Apalagi kalau 2026 atau 2027 nanti ada Reborn generasi baru yang lebih memikat ketimbang Zenix.
Kami meniatkan semata untuk keperluan “perjalanan bersama keluarga” dan investasi. Intinya pikir gampang saja. Kalau harga bekasnya konsisten bagus, ya itu yang kami pertimbangkan. Nanti, ke depannya, kalau ada perubahan keadaan, ya kami pikirkan ulang. Sesederhana itu.
Khususnya buat saya, yang bodoh soal investasi, dan malas untuk mempelajarinya. Terlebih saat ini, duitnya saja belum ada. Mau mimpi kayak apa, ya mentok di wishlist saja dulu.
Penulis: Yamadipati Seno
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Innova Reborn Mobil Terbaik Sepanjang Masa, Toyota Saja Tidak Rela Menyuntik Mati dan Zenix Tetap Saja Menyedihkan dan pemikiran menarik lainnya di rubrik POJOKAN.














