Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cara Mengusir Kucing Tanpa Menyakitinya. Benci Boleh, tapi yang Sopan Dong

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
18 Juni 2021
A A
ilustrasi Cara Mengusir Kucing Tanpa Menyakitinya. Bencil Boleh, tapi yang Sopan Dong mojok.co

ilustrasi Cara Mengusir Kucing Tanpa Menyakitinya. Bencil Boleh, tapi yang Sopan Dong mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak semua suka kucing, kami paham itu. Beberapa justru terganggu keberadaannya. Lakukanlah cara mengusir kucing yang baik dan sopan.

Meski pencinta kucing hadir dengan cinta yang begitu militan dan meluap-luap, sebagian orang di sana justru benci banget dengan kucing dan sangat terganggu dengan keberadaannya. Tenang, Kawan. Jika kamu tidak suka hewan berbulu ini, sebenarnya sangat wajar. Untuk jadi haters kucing yang kaffah, jangan sampai mengusirnya dengan kejam apalagi dibumbui dengan kekerasan. Cara mengusir kucing itu mudah andai kamu memahaminya.

#1 Teriak “hush”

Ini adalah cara paling simple dan hanya modal mulut doang. Mengusir kucing dengan meneriakkan kata, “Hush… hush!” sambil mengeluarkan gestur menakut-nakuti secara naluriah bikin kucing merasa tak diinginkan. Besar kemungkinan kucing bakal meninggalkanmu secepatnya karena bujuk rayunya untuk dapat makanan gratis sirna seketika,

Namun, cara mengusir kucing yang satu ini tergolong repot karena kucing bisa saja kembali lagi tanpa sepengetahuanmu, mengendap-endap dan nyolong lele di atas meja. Cara ini juga sulit diterapkan kalau kucingnya bawa geng untuk menyerbu rumahmu. Jangan kira di-hush doang bakal nggak balik lagi. Kucing nggak sebodoh itu juga.

#2 Semprotkan air

Kucing benci air. Manfaatkan kelemahan musuh bulumu untuk mengusir mereka. Kalau mau spontan, kamu bisa usir mereka dengan semprotan Rapika atau semprotan unggas yang biasa dipakai bapak-bapak buat mandiin burung. Kalau nggak punya, pakai setangkai daun dan percikkan seolah-olah kamu Dewi Kwan Im lagi ngasih siraman ke Go Kong.

Tetap nggak punya juga? Sembur layaknya dukun. Niscaya kucingnya trauma bau jigong.

Tapi, perlu diingat Mylov, jangan nyemprotin kucing pakai cairan berbahaya seperti air keras, cairan pembersih kamar mandi, atau air lada. Kasihan, mereka juga makhluk hidup yang lagi cari makan. Agak sopan sedikit lah. Benci boleh, kejam jangan. Cari cara mengusir kucing yang lemah lembut gitu, lho.

#3 Menebar aroma yang nggak disukai kucing

Konon, kucing nggak bakal betah kalau ada bau menyengat yang mereka nggak suka. Misalnya bau lemon, mentol, dan cabai. Jika kamu punya parfum dengan aroma demikian, bakal sangat membantu. Meskipun, terkesan freak juga kalau punya parfum bau cabai.

Selain itu, ada juga tanaman yang menimbulkan bau-bauan tertentu dan ampuh bikin kucing sebal, yaitu lavender dan coleus canina. Tanaman itu memang tergolong fancy, tapi siapa tahu ada yang jual versi parfumnya. 

#4 Keluarkan sedikit modal buat beli pengusir kucing

Nah, kalau kamu tergolong haters kucing yang agak modal, di marketplace sekarang sudah banyak dijual semprotan pengusir kucing, ada juga yang bentuknya bubuk untuk ditabur di sekitar rumah. Niscaya cara mengusir kucing yang ini adalah yang paling tidak repot.

Kalau mau lebih modal lagi, sekalian pasang pagar listrik tegangan rendah biar kucingnya malas masuk rumahmu. Itu pun jika rumahmu berpagar besi. Pagar kayu kan isolator, Bos.

Mau lebih kreatif dan lebih modal lagi? Ya sudah, pasang perangkat ultrasonik biar kucing, anjing, dan kelelawar kebrisikan.

#5 Pakai cara klasik cum tidak masuk akal

Ada sebuah cara yang layak coba meski aneh dan nggak masuk akal, yaitu dengan menata botol-botol berisi air di sekitaran rumah. Katanya sih ini bisa bikin kucing mangkir dan nggak mampir-mampir lagi.

Cara mengusir kucing yang satu ini tergolong klasik karena merupakan cara lama turun temurun dari pedalaman Italia (yoi!) dan dilakukan juga oleh orang-orang Jepang (amacaci?) buat menguris mpus. Kalau berusaha dilogikakan, sebenarnya sebotol air yang ditata di siang hari memang bakal menciptakan spektrum cahaya aneh. Cahaya-cahaya itu nggak mirip sesuatu yang alami yang menurut kucing “ramah” di matanya. Mungkin akhirnya banyak kucing yang terganggu karena silau dan mengira itu adalah sinar ultrafeng yang mengancam hidupnya.

Iklan

Nah begitulah, Haters. Semoga dengan ini kalian punya tekad yang lebih bulat dan tahu betul cara mengusir kucing dengan sopan serta berperikehewanan. Jangan sampai kebencianmu sama si meong malah jadi ajang dosa buat menyiksa hewan, astaghfirulloh, itu sarang dosa.

BACA JUGA Kenapa Ada Orang yang Gampang Banget Jahatin Kucing? dan artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2021 oleh

Tags: budak kucinghewan peliharaanmengusir kucingpencinta kucingpenjaskestips mengusir kucing
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Membuat ibu sangat menyayangi kucing padal awalnya sangat tak suka. Setelah memelihara malah merawat seperti anak sendiri dan sangat terpukul ketika si anabul mati MOJOK.CO
Sehari-hari

Ibu Jadi Sayang Kucing padahal Awalnya Benci: Dirawat Seperti Anak Sendiri, Terpukul dan Trauma saat Anabul Mati dalam Dekapan

27 Maret 2026
Kucing, hewan peliharaan
Catatan

Memelihara Kucing Membuat Saya Menjadi Manusia: Tak Saling Bicara, tapi Lebih Memahami ketimbang Sesama Manusia

26 Maret 2026
Cat therapy di Jalan Tunjungan Surabaya yang merawat 12 kucing. MOJOK.CO
Sosok

Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia

26 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja
Catatan

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Resign after lebaran karena muak dengan kantor toxic demi work life balance di Jogja MOJOK.CO

Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan

30 Maret 2026
Realitas Pahit di Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan “Dihina” Saat Kumpul Keluarga. MOJOK.CO

Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga

27 Maret 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan

1 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Nurul Fajriatussaadah, lulusan terbaik S2 di UIN Semarang

Dihina karena Hanya Anak Petani dari Pelosok Desa, Kini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik S2 UIN Semarang berkat Doa Ayah

30 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.