Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cara Membedakan Warung yang Pakai Penglaris Dagangan untuk Kaum Non-Indigo

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
29 Juni 2021
A A
ilustrasi Cara Membedakan Warung yang Pakai Penglaris Dagangan untuk Kaum Non-Indigo mojok.co

ilustrasi Cara Membedakan Warung yang Pakai Penglaris Dagangan untuk Kaum Non-Indigo mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Walau gosip gaib penglaris dagangan berupa air liur pocong, rendaman sempak, dst. santer di kalangan masyarakat, kaum non-indigo nggak peka, tetap nggak bisa merasakan.

Sebagai perwakilan kaum non-indigo dalam negeri, saya menyatakan kaum non-indigo benar-benar buta sama hal gaib. Bahkan soal desas-desus penglaris dagangan yang biasanya digunakan penjual agar makanan mereka semakin enak, kami benar-benar nggak ngerti bedanya. Untuk itu, setelah melakukan riset tidak ilmiah berkaitan dengan hal ini, saya bakal memberikan tips cara membedakanan makanan yang sudah ada bumbu-bumbu gaibnya versus makanan yang bersih dari pencemaran makhluk halus.

Iklan

#1 Makanan dibungkus vs tidak dibungkus

Penjual makanan yang pakai penglaris dagangan katanya nggak bisa berbuat apa-apa saat makanan mereka dibungkus dan dibawa pulang. Makanan berpenglaris yang disajikan dine in di warung makan memang biasanya diludahi pocong atau kuntilanak dulu biar enak. Iyuuuh! Nah, kalau dibungkus, si kunti dan pocong kan nggak bisa ikut pulang sama pembeli sebab mereka-mereka ini memang bertugas standby di warung. Logika ini kemudian dipercaya buat ngetes mana warung makan yang ada penglarisnya.

Sayangnya, metode ini tergolong paling klasik, ketebak banget soalnya. Bisa jadi beberapa warung makan sudah menyiasati hal ini dengan lebih cerdas. Beberapa pedagang yang dikomplain pembeli karena makanannya nggak enak setelah dibungkus biasanya ngeles: Rasa makanan memang bisa berubah karena bungkus plastik dan styrofoam. Hmmm, masuk akal, kedua bahan ini memang sensitif sama suhu. Membungkus bakso mendidih dalam plastik bisa jadi bikin baksonya bau-bau omongan tetangga, nggak enak.

#2 Minta makanan dibungkus dengan rantang atau wadah aluminium

Penjual yang pakai penglaris dagangan nggak bisa ngeles lagi kalau kita minta dibungkusin makanan pakai rantang atau wadah aluminium. Bahan aluminium itu nggak mengubah rasa makanan, bahan ini resisten terhadap suhu. Mau makanannya dingin atau panas, kalau waktu dibawa pulang rasanya berubah ya berubah aja.

Wah, mamam kau penjual-penjual dengan penglaris dagangan. Kami kaum non-indigo bakal membuktikan kebusukanmu! 

#3 Layak curiga ketika dapurnya tertutup

Menurut panutan indigo nasional, Roy Kimocih, ada kalanya warung makan yang pakai jasa gaib penglaris dagangan itu sangat menjaga privasi dapur mereka. Konon mereka suka meletakkan hal-hal aneh di dapur kayak tali pocong dan rupa-rupa barang gaib sebagai jimat. Lagian, kalau pembelinya ada yang indigo, bisa ketahuan juga kan. Siapa tahu si pocongnya lagi standby mengawasi pemiliknya merajang bawang.

Tetangga saya (yang entah bisa dipercaya atau nggak) pernah dengan banggaanya bilang bahwa ia melihat pocong di warung bakso di tempat dia bekerja. Si pocong lagi bantuin ngulek bumbu di dapur katanya, padahal pocong mah tangannya terbelenggu ya. Entahlah, yang jelas ia resign dari warung bakso setelahnya. Dapur di warung bakso itu memang sengaja ditutup, katanya biar nggak pada lihat si pocong sedang bekerja. Sungguh upaya pocong trafficking yang kejam.

Nah, poin ini sekaligus membuat resto-resto open kitchen bebas dari tuduhan penglaris dagangan. Mantap, otw Mie Gacoan.

#4 Warungnya nyempil, remang-remang, tapi ramai

Ini sih cara yang paling nggak akurat untuk mendeteksi penglaris dagangan. Tapi, sebagai kaum non-indigo, kadang kita harus mengasah kepekaan dengan cara-cara begini. Kalau ada warung yang tempatnya nyempil, lampunya remang-remang, kanan-kirinya sepi, tapi warung itu satu-satunya yang ramai, nah ini patut dicurigai. Memang sih faktor-faktor masuk akal bisa terjadi. Siapa tahu memang warungnya pernah di-endorse Nex Carlos, atau jangan-jangan emang lagi ada diskon, kita nggak pernah tahu. Tapi, cara di poin ini dikatakan langsung sama suhu indigo Roy Kimocih. Jadinya, kita-kita yang “nggak peka” ini manut saja lah.

#5 Cara paling akurat…

Cara ini paling akurat pakai banget. Tanyakan langsung ke penjual apakah mereka pakai penglaris dagangan atau nggak. Adapun jawaban mereka bohong atau jujur, itu ilmu lain yang bisa kita pelajari. Yang jelas tanya dulu lah. Lumayan, kalau memang ngaku pakai penglaris kita bisa dapat cerita seram yang menghibur.

BACA JUGA Menyelami Sisi Lain Dukun Penglaris: Aku Bukan Jagal Manusia dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2021 oleh

Tags: cerita horordukun penglarisKulinerpenglaris daganganpesugihan
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, Istri Bahagia dan Rumah Idaman jadi Tujuan MOJOK.CO
Kuliner

Kisah Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, demi Istri Bahagia dan Rumah Idaman

21 Mei 2026
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan
Pojokan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO
Kuliner

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gotong Royong ala Serigala Putih: Napas Kultural Uzbekistan di Pentas Piala Dunia.MOJOK.CO

Sepak Bola Gotong Royong Bernama Mahalla, Senjata Taktis Uzbekistan di Piala Dunia

17 Juni 2026
Perjalanan Kopikina menjadi kedai kopi populer di Jakarta yang dirintis oleh alumni Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Jalan Kopikina dari Kedai Kopi Kecil dan Bukan untuk Bisnis Serius Jadi Brand Besar di Jakarta, Terapkan Ilmu dari Inggris

19 Juni 2026
Mas Uceng sebagai narasumber Festival Melawan-Melawan. Ia menyampaikan perlawanan masyarakat sipil perlahan telah terbunuh oleh rezim.

Zainal Arifin Mochtar: Perlawanan Masyarakat Sipil Perlahan Telah Dibunuh

18 Juni 2026
Percepatan sertifikasi tanah wakaf di Jawa Tengah (Jateng): kesadaran pentingnya tanah dengan sertifikat MOJOK.CO

Kesadaran Sertifikasi Tanah Wakaf Warga Jateng Tertinggi Nasional, Karena Sertifikat Tempat Ibadah Penting agar Tak Jadi Masalah

16 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah imbau warga Jateng terbuka saat Sensus Ekonomi 2026 MOJOK.CO

Imbauan buat Warga Jateng saat Sensus Ekonomi 2026: Harus Terbuka karena Penting, Data Pribadi bakal Dijaga Kerahasiaannya

18 Juni 2026
Punya rumah dengan gazebo di halaman: tempat terbaik untuk me time hingga deep talk MOJOK.CO

Punya Gazebo di Halaman: Meski Rumah Tak Megah tapi Bikin Betah karena Jadi Spot Terbaik Relaksasi dan Macam-macam Fungsi

18 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.