Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Terlalu banyak Kejahatan Seksual, Nanti Jobdesc Dajjal Ngapain?

Kita layak curiga kenapa kejahatan manusia bisa sebegini parahnya. Ngurang-ngurasin jobdesc Dajjal aja nih.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
10 Desember 2021
A A
ilustrasi Terlalu banyak Kejahatan Seksual, Nanti Jobdesc Dajjal Ngapain? mojok.co

ilustrasi Terlalu banyak Kejahatan Seksual, Nanti Jobdesc Dajjal Ngapain? mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Satu demi satu kejahatan seksual terkuak, semakin hari semakin banyak. Ini manusia kok serakah ngambil jobdesc Dajjal?

Dua kasus kejahatan seksual yang melibatkan dosen UNRI sudah membuat banyak orang tak habis pikir. Kok bisa tenaga pengajar dengan latar belakang pendidikan bagus justru punya otak yang perlu dibilas tujuh kali? Akibat ramainya kasus ini, media sosial gaduh dan beberapa mahasiswa turut menggunjingkan bahwa mereka juga pernah “digoda” oleh dosen pembimbing sendiri. Wah, wah, nggak tertolong.

Ada juga kasus kejahatan seksual yang melibatkan seorang aparat, yang katanya perlu disebut sebagai oknum, yaitu Bripda Randy Bagus. Pilu, sebab Novia Widyasari, korban sekaligus mantan pacar si oknum, memutuskan mengakhiri hidup di samping pusara ayahnya karena tak kuat menangggung segala beban. Novia Widyasari pernah dihamili, lalu aborsi, dan Bripda Randy enggan menikahi. Novia sempat melapor, tapi tak mempan dan tak mendapat keadilan.

Tenang, Saudara-saudara, kita belum sampai pada pembahasan jobdesc Dajjal karena masih banyak kasus yang akan membuat darah kita mendidih.

Usai kasus Bripda Rendy Bagus viral, polisi kemudian menyeriusi hal ini dan berjanji akan memproses yang bersangkutan secara hukum. Jangan senang dulu karena masalah ini perlu dikawal. Lha, masih ingat kasus pelecehan seksual yang terjadi di KPI Pusat kan? Itu saja belum selesai. PR kita banyak, Bung.

Sampai di sini, netizen sudah tidak garib dengan konsep “delik viral”. Kasus kejahatan seksual, atau kekejaman lainnya, kalau dibikin viral dan dikutuki netizen se-Indonesia, bisa jadi serius. Polisi pun konon bakal segera memproses kasus tersebut dan membantu korban mendapat keadilan. Dajjal layak tepuk tangan dalam kegelapan.

Untuk memanfaatkan momen yang langka ini, tentu saja kemudian banyak sekali kasus kejahatan seksual yang ramai di media sosial. Kasusnya beragam, ceritanya macam-macam, dan jika memang terbukti demikian, semua korban layak dapat keadilan.

Kasus KDRT, perselingkuhan, bunuh diri, dihamili, aborsi, dan buanyaaak lagi. Mumpung ada delik viral, satu per satu harus dikawal. Bila perlu ada lembaga khusus yang menangani kasus-kasus delik viral dan meng-update perkembangannya.

Ngomong-ngomong, ini belum selesai. Masih ada sebuah kasus kejahatan seksual yang betul-betul sangat jinjja neomu neomu tolol banget. Seorang guru ngaji di Bandung sudah melakukan kejahatan seksual terhadap santri di bawah umur sejak 2016. Aksinya ini dilakukan sejak 2016 terhadap 12 santri dan lima diantaranya sudah melahirkan bayi. Sejauh ini sudah ada delapan bayi, ada yang hamil berulang. Ketika kasus ini diselidiki, ada juga santri yang tengah mengandung. Semua korban rata-rata berusia 12-17 tahun.

Bangsatnya mendarah daging.

Nah nah, yang begini ini mungkin bikin Dajjal saja bingung, sebab jobdesc-nya sebagai ahli fitnah kok sudah diambil manusia sih. Meskipun kita tahu fitnah Dajjal itu luar biasa nggak ada habisnya, tapi manusia yang ke-Dajjal-Dajjalan itu ternyata memang ada. Speechless saya.

Bukankah ini sebuah puncak paradoks ketika guru ngaji yang seharusnya mengajarkan agama, mendidik moral, mengayomi, dan memberikan teladan justru melakukan kejahatan seksual bau-bau Dajjal? Bayangkan saja, Yorobun, bayangkan dulu. Melecehkan 12 santri selama lima tahun terakhir dan rata-rata belum dewasa.

Setan-setan di sekitarnya mungkin bergunjing, setengah girang karena berhasil menghasut manusia berbuat jahat. Tapi, setengah khawatir sebab nggak nyangka manusia bisa berlaku selicik itu. Jangan-jangan, begini obrolan setan.

Setan 1: “Bangga banget sama manusia satu itu, kejahatan seksual yang aku bisikkan manjur.”
Setan 2: “Bangga sih bangga, tapi saking jahatnya dia bahkan bisa menggantikan kita.”
Setan 1: “Iya sih, bahaya juga, Dajjal juga nanti bakal ngapain? Manusia udah pada jahat.”
Setan 3: “Baek-baek Tan, orang jahat biasanya bakal bilang ‘Maaf saya melakukan kejahatan karena tergoda nafsu setan.’ Ya elah dia yang nafsu, kita yang kena!”

Iklan

Saya pikir kita layak bingung dengan segala macam kejahatan seksual yang belakangan ini terungkap. Halo, ini baru kejahatan seksual, belum yang lain. Makanya, nggak salah kalau mempertanyakan apa jobdesc Dajjal nanti jika manusia-manusia sudah sebegitu serakah akan dunia.

Dajjal menurut riwayat memang berasal dari bani Adam, seorang manusia yang punya kemampuan luar biasa buat menipu orang-orang. Ia akan mengaku sebagai seorang Muslim, lalu mengaku nabi, lalu mengaku Tuhan. Kita belum tahu apakah Dajjal sudah lahir atau belum. Yang jelas jika ia telah lahir, tanda kiamat sudah dekat. Lah, kalau memang Dajjal belum lahir, kok kejahatan seksual sudah segini peliknya.

Tak mampu berkata-kata lagi.

BACA JUGA Dunia Novia Widyasari, Dunia yang Sesak oleh Keterpaksaan dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2021 oleh

Tags: aborsidajjaldelik viralkejahatan seksualmedia sosialoknumpelecehan seksualperkosaanpidana
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara
Ragam

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO
Urban

Toilet Umum di Jakarta Jadi Tempat Cowok Tolol Numpang Masturbasi, Cuma karena Nonton Girl Band Idola dan Alasan Capek Kerja

10 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO
Esai

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Scoopy Jual Tampang Bikin Malu, Mending Supra X 125

Honda Scoopy yang Cuma Jual Tampang Seharusnya Malu kepada Supra X 125 yang Tampangnya Biasa Saja, tapi Mesinnya Luar Biasa

28 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.