Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Alih Fungsi Tinder: dari Aplikasi Kencan Jadi Aplikasi Pesan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
29 April 2020
A A
ilustrasi Ada Anggapan bahwa di Aplikasi Kencan, Cowok Bule Lebih Sopan ketimbang Cowok Lokal mojok.co

ilustrasi Ada Anggapan bahwa di Aplikasi Kencan, Cowok Bule Lebih Sopan ketimbang Cowok Lokal mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tinder di masa pandemi ini alih fungsi dari tempat cari jodoh menjadi tempat cari temen ngobrol. Tingkat keberuntungan naik pesat, kudune.

Mengeluh karena status jomblo di tahun 2020 itu semacam berusaha menghangatkan nasi yang sudah menjamur. Ada banyak cara untuk mengentaskan status jomblo di masa kini, jadi kalau masih sambat jomblo apalagi demi konten, fiks Anda wagu.

Cara yang bisa ditempuh untuk mengentaskan kejombloan ada banyak, salah satunya dengan gabung ke aplikasi kencan. Tinggal login, pasang foto terganteng/tercantik, tulis bio kalian sekreatif mungkin, selesai. Tinggal berharap pada keberuntungan.

Bicara aplikasi kencan, kita pasti akan teringat Tinder. Tinder adalah aplikasi kencan yang paling dikenal oleh orang di dunia. Cara menggunakannya juga simpel, cocok tinggal swipe kanan, nggak cocok tinggal swipe kiri. Kalau orang yang Anda swipe kanan kebetulan juga swipe kanan profil Anda, kalian bisa mulai ngobrol.

Selain mudah digunakan, Anda juga bisa mengatur preferensi orang yang Anda cari. Anda bisa mengatur radius pencarian ((jodoh)), bisa mengatur rentang umur orang yang Anda inginkan, dan memilih gender apa yang Anda inginkan. Nggak heran kalau Tinder digunakan banyak orang, dari yang jomblo hingga yang mengaku jomblo.

Biasanya ketika “match”, sebutan untuk orang yang saling cocok di Tinder, orang yang “match” akan ketemuan buat ngobrol untuk kenalan lebih jauh. Di Tinder juga disediakan fitur chat untuk orang yang sudah match.

Tapi gara-gara pandemi ini, fungsi Tinder dan aplikasi kencan yang lain jadi berubah. Bukan semata karena nggak mungkin ketemuan, tapi karena orang-orang nggak menempatkan mencari jodoh sebagai prioritas. Tinder di masa pandemi ini digunakan untuk mencari temen ngobrol.

Pandemi ini membuat interaksi sosial kita jauh berkurang. Entah yang berpasangan atau tidak, efeknya sama. Karena pertemuan amat dibatasi, bahan obrolan pun jadi begitu terbatas. Akhirnya, yang nggak jomblo pun bakal bosen ngobrol terus-terusan dengan orang sama dan kehabisan bahan.

Karena hal tersebut, fungsi Tinder jadi berubah. Orang yang punya Tinder akan mengubah bionya untuk menarik orang yang punya ketertarikan terhadap suatu hal, biar bisa ngobrol. Aplikasi kencan tersebut jadi berisi orang-orang yang butuh temen ngobrol yang baru.

Orang-orang di Tinder tak lagi fokus mencari pasangan. Ya nggak semua sih, tapi kebutuhan mencari teman ngobrol meningkat dibanding sebelumnya. Karena kalau dilogika, kalau match tapi nggak bisa ketemu ya buat apa?

Sensasi ngobrol sama stranger yang kita nggak tahu seutuhnya tapi ngobrolnya bisa nyambung dan intens itu yang dicari. Perkara ada bibit-bibit cinta, itu bonus. Yang penting ngobrol dulu, kata pepatah kan alah cinta karena biasa, ya to?

Maka bagi kalian yang selalu gagal match atau tergabung barisan kena swipe kiri, peluang kalian mendapat ((jodoh)) terbuka lebar. Yang perlu kalian lakukan sekarang adalah baca buku yang banyak, pasang bio yang menarik, kalau perlu ndakik-ndakik sekalian, dan pasang foto terbaik di Tinder.

Tapi kalau masih gagal, kayaknya lebih baik kalian mendalami ternak lele atau kawin silang gurame.

BACA JUGA One Piece Mungkin Ceritanya Bermasalah, tapi Naruto Jelas-jelas Sampah dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 29 April 2020 oleh

Tags: aplikasi kencancari jodohpandemiTinder
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru
Suara Bawah Tanah

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
Subvarian XBB Sudah Terdeteksi di Indonesia Mojok.co
Kesehatan

Subvarian Omicron XBB yang Bikin Singapura Kewalahan Sudah Ditemukan di Indonesia

25 Oktober 2022
bakteri superbug mojok.co
Kesehatan

Superbug, Penyakit Kebal Antibiotik yang Menyerang India

17 Oktober 2022
endemi mojok.co
Kesehatan

Siap-siap, DIY Bakal Terapkan Endemi

20 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.