CCTV, hal sepele yang membuat warga Sleman iri dengan warga Kota Jogja ~
Cuaca di Yogyakarta sedang tidak jelas. Matahari bisa bersinar sangat terik dari pagi hingga siang hari. Namun, di sore dan malamnya, hujan dan badai bisa saja mengguyur tanpa ampun.
Tidak jarang pula kondisinya seperti ini, hujan deras mengguyur Yogyakarta sisi utara, tapi bergeser sedikit ke sisi selatan, tidak sampai 10 kilometer, cuacanya sangat cerah. Belum lagi angin kencang yang belakangan melanda hingga merusak sejumlah fasilitas dan bahkan menimbulkan korban.
Cuaca macam ini bikin dongkol. Terlebih, sehari-hari saya mengendarai sepeda motor. Namun, ada siasat sederahan yang cukup membantu di tengah cuaca tak menentu. Selain membawa “alat tempur” seperti mantel, alas kaki tahan air, hingga baju ganti (kalau perlu), saya juga memantau hujan lewat CCTV.
Sayangnya, tips atau trik memantau CCTV ini sulit diterapkan kalau daerah tujuan saya di wilayah Sleman. Sebab, masih banyak daerah di Sleman yang belum terpasang CCTV.
Belum menjangkau seluruh daerah Sleman
Sedikit gambaran, hampir setiap kota dan kabupaten di DIY memiliki CCTV yang tersebar di berbagai titik. Namun, sejauh pengamatan saya, Kota Jogja memiliki paling banyak CCTV yang bisa diakses publik secara realtime atau live. Penempatannya pun strategis, di daerah wisata atau titik-titik jalan yang rawan macet.
Sebagai warga Sleman, jujur saja CCTV Kota Jogja bikin saya iri. CCTV di Sleman belum mampu memantau seluruh wilayahnya. Memang, Sleman sangat luas, tetapi setidaknya bisalah ditambah di titik-titik padat atau kawasan wisata.
Salah satu ruas jalan yang psling saya sarankan untuk diperbanyak CCTV-nya adalah Jalan Kaliurang. Bukan hanya karena jalan ini paling sering saya lewati ya, Jalan Kaliurang termasuk yang paling padat di Yogyakarta. Penambahan CCTV tentu akan sangat membantu.
Mungkin saya keliru atau kurang update. Sejauh pengamatan saya, sepanjang Jalan Kaliurang hanya ada CCTV di perempatan Kentungan yang bisa diakses publik. Di luar itu, tidak ada. Bahkan, di kawasan wisata seperti Taman Wisata Kalirang dan jalan menuju sana pun tidak ada.
Hal lain yang membuat saya iri, CCTV Jogja bisa diakses secara realtime dan jarang mengalami gangguan. Kualitas gambarnya pun cukup jelas. Berbeda dengan pengalaman saya memantau CCTV Sleman yang kadang sulit diakses secara langsung, apalagi saat hujan. Entah apa penyebabnya, tapi kondisi ini sungguh disayangkan.
Memantau CCTV sebuah siasat dari teman
Trik memeriksa CCTV ini saya ketahui dari seorang kawan. Mengingat cuaca di rumahnya sering berbeda dengan pusat Kota Jogja, kawan saya ini selalu memeriksa CCTV terlebih dahulu sebelum berangkat kerja. Kebetulan, tempat tinggal kawan saya ini berada di pucuk utara Sleman yang jauh dari pusat kota.
Saya pun ikut menerapkan cara itu. Jujur saja, mengetahui kondisi medan yang akan ditempuh membuat psikologis saya lebih tenang. Setidaknya, sebagai pengendara motor, saya tidak memasang ekspektasi berlebihan terhadap kondisi jalanan. Ketika cuaca di tempat tinggal saya di Sleman cerah, tapi daerah tujuan saya di Kota Jogja hujan, saya bisa tahu lebih dahulu. Dengan begitu, saya menyiapkan mantel dan menggunakan alas kaki yang sesuai.
Tidak hanya bermanfaat bagi pengendara sepeda motor, CCTV Jogja juga berguna bagi pengguna transportasi umum dan mobil. Mereka bisa memantau kemacetan atau kepadatan jalan. Hal ini sangat membantu, terutama saat akhir pekan atau libur panjang. Seperti yang kita tahu, Jogja adalah kota wisata yang hampir selalu ramai saat akhir pekan dan liburan panjang. CCTV Jogja bisa menjadi alat bantu untuk menentukan rute perjalanan demi menghindari kemacetan.
Begitulah cara saya memanfaatkan CCTV di Yogyakarta. Siasat yang terdengar sepele, tapi cukup membantu. Sayangnya, cara ini terasa kurang maksimal jika sebaran CCTV belum merata dan masih sering eror seperti yang terjadi di Sleman. Semoga ke depannya, hal ini bisa segera diperbaiki. Sebab, selain untuk memantau hujan dan kepadatan jalan, CCTV juga akan sangat bermanfaat sebagai barang bukti jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan.
Penulis: Kenia Intan
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA 3 Jalan di Sleman yang Makin Berbahaya ketika Musim Hujan.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.














