Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Jokes Sampah yang Pantang Disampaikan Saking Garingnya

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
26 Februari 2020
A A
jokes sampah ringan kriuk jokes garing guyonan nggak lucu ditanya dari mana jawabnya dari tadi joker cowok humoris cowok lucu cowok ganteng mojok.co

jokes sampah ringan kriuk jokes garing guyonan nggak lucu ditanya dari mana jawabnya dari tadi joker cowok humoris cowok lucu cowok ganteng mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebab sebuah pergaulan nggak akan ke mana-mana tanpa humor, bukan berarti juga kalian harus menyampaikan jokes sampah yang hanya akan terasa krispi jika didengar.

Kabarnya ketampanan hanya bisa dikalahkan dengan kelucuan. Seganteng-gantengnya cowok, akan percuma kalau nggak bisa bikin cewek tertawa dan bahagia seumur hidupnya. Oke, saya tahu pernyataan ini mudah dibantah dengan satu kalimat: emangnya hidup sebercanda itu?

Tapi pernyataan tersebut tetap nggak bisa enolak kalau orang huoris memang punya daya tarik khusus. Menjadi pribadi yang lawak adalah koentji!

Sayangnya sakingnya berusaha, terkadang muncul orang-ornag yang justru melontarkan jokes sampah. Jenis guyonan jayus yang garing dan hanya bikin orang-orang sekitar mengernyitkan dahi. Hindari yang seperti di bawah ini, Kawan!

Jokes sampah #1 Ketika ditanya dari mana jawabnya dari tadi

Sebuah mitos muncul dari guyonan seperti ini. Bilamana ada seseorang yang saat ditanya asalnya dari mana tapi jawabnya dari tadi, dia adalah manusia goa yang datang dari masa lalu. Jokes ini bahkan garing saja belum, lebih tidak layak didengar bahkan dipikirkan.

Masih mending orang yang ditanya dari mana jawabannya dari Namec, terasa lebih masuk akal dan lumayan menggelitik walau hanya 5 volt.

Jokes sampah #2 Habis beli barang dan ditanya, “Kamu beli berapa nih?” jawabnya “Satu.”

Saya pernah punya teman semacam ini dan berakhir di ujung tabokan. Dia beli sebuah Nintendo Switch yang bagi saya, ya ampun keren banget. Di tengah krisis moral bisa-bisanya dia beli mainan baru. Padahal dua hari yang lalu dia mengeluh bokek.

Lalu spontan saya tanya, “Wih, gila, kamu beli berapa sih ini?” Dengan gobloknya dia menjawab, “Satu, hahahaha!”

Tanpa berkata, dan tanpa senyum seujung pun, saya menaboknya dengan mantap. Selain karena sampah, jokes semacam ini bikin kesal. Benar-benar kesal, bukan kekesalan manja ala cewek-cewek gemas itu.

Jokes sampah #3 Saat kenalan pakai pembukaan “Tak kenal maka tak sayang”

Kesan pertama haruslah luar biasa. Sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi saya paham banget ada yang namanya hello effect di mana sebuah kesan pertama akan memengaruhi kesan selanjutnya. Tapi kalau kalian melontarkan kalimat “Tak kenal maka tak sayang” kalian benar-benar mengalami sebuah kesalahpahaman kosmis.

Pertama, kalau kalian bukan pribadi yang humoris, kalian nggak harus berusaha banget melawak saat perkenalan. Kedua, kalimat tak kenal maka tak sayang adalah jokes boomer yang bagi mereka saja sekarang sudah nggak lucu lagi. Ketiga, saking nggak lucunya tak kenal maka tak sayang tidak lagi dikenal sebagai jokes melainkan kalimat nggak penting yang kalau nggak diucapkan nggak bikin dunia kiamat.

Bahkan jokes plesetan “Tak kenal maka taaruf” pun sudah nggak disarankan.

Jokes sampah #4 “Nama saya Ajeng, biasa dipanggil nengok.”

Saya kasih tahu, jokes sampah macam ini terkesan tidak natural dan bikin yang mengucapkan kelihatan sok asyik. Lebih baik nggak usah berusaha kelihatan yang paling lucu di forum yang baru kalian datangi, karena kalian nggak tahu siapa yang kalian hadapi. Jangan-jangan ada Ernest Prakasa dan Pandji Pragiwaksono yang dengan mudah mementahkan jokes kalian.

Trying to hard itu nggak bagus kalau kalian ingin melawak.

Iklan

Jokes sampah #5 Tebak-tebakan plesetan sampai mampus

“Lah buroq, itu mah yang masuk DPO!”
“Buron, bego…”
“Ih buron kan ayam geprek!”
“Itu kan Bu Rum!”
“Bu Rum kan yang dipelihara bapak-bapak!”
“Burung!!1!1”

Begitu terus sampai Donald Trump rambutnya kribo, jokes ini tetap sampah, nggak ada esensinya dan bikin pikiran kita nggak jalan. Dear teman-teman saya yang masih suka guyonan begini, apa tidak capek?

BACA JUGA 5 Sisi Gelap di Balik Recehnya Kartun SpongeBob atau artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2020 oleh

Tags: guyonanjokes recehjokes sampah
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

masker
Pojokan

Memakai Masker Membantu Saya Menyembunyikan Ekspresi Tertawa Basa-basi

28 September 2020
info cegatan jogja
Pojokan

Belajar Menertawakan Perkara Serius melalui Kolom Komentar Info Cegatan Jogja

27 Mei 2020
sawityowit #sawityowit desta vincent rompies arie dagienks tebakan jayus tebakan receh jokes plesetan twitter komedi sahur mojok.co
Pojokan

Menengahi Generasi yang Nggak Paham Sawityowit padahal Asyik Banget

27 April 2020
jokes bulan puasa
Sensus

Jokes Bulan Puasa yang Seharusnya Dimusnahkan Dari Muka Bumi Ini

12 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.