Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Cara Menanggapi Netizen yang Oversharing di Media Sosial

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
16 Agustus 2021
A A
ilustrasi 5 Cara Menanggapi Netizen yang Oversharing di Media Sosial mojok.co

ilustrasi 5 Cara Menanggapi Netizen yang Oversharing di Media Sosial mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada perasaan julid sekaligus khawatir kalau ada teman kita di media sosial yang oversharing berkedok curhat. Duh, gimana cara menghadapinya?

Unggahan status alay sih sudah biasa, tapi kalau unggahan oversharing udah tau belum? Sederhananya, oversharing adalah tindakan berlebihan dalam memberikan informasi kepada pengguna media sosial lain. Biasanya oversharing di media sosial punya indikasi bisa membahayakan si pengunggah. Misalnya, seorang pengguna media sosial niatnya sih curhat bahwa rumahnya angker. Ujung-ujungnya, dia justru memberitahu di mana lokasi rumahnya, siapa saja yang tinggal bersama dalam rumah tersebut, sampai bagaimana [pengamanan di rumah itu. Informasi detail semacam itu cenderung nggak perlu dan bisa bikin otak jahat di luar sana punya kesempatan beraksi. Belum lagi jika harga rumah dan tanah jadi turun akibat isu “angker” yang dibuat oleh pemiliknya sendiri. Alamat susah dijual tuh karena dianggap berhantu.

Belakangan netizen mulai banyak ngomongin awarness soal bahaya oversharing di medsos. Mengunggah konten boleh, tapi baiknya hati-hati dalam memberikan informasi pribadi. Selain bahaya, unggahan informasi tersebut bisa jadi nggak penting bagi orang lain. Bikin risih, bikin dikira caper, dan cenderung ceroboh jadinya. 

Jika kamu adalah generasi yang tercerahkan dan paham betul soal oversharing, tentu itu bagus buat “kesehatan” media sosialmu. Sayangnya, kalau menemukan teman atau orang lain oversharing, perasaan mengganjal sering timbul. Tenang, sini saya bisikin cara menghadapinya.

#1 Nyinyir is the way. Sindir dia minimal dalam hati atau omongin dia di belakang (tidak disarankan)

Refleks paling masuk akal ketika menyaksikan teman oversharing tentu dengan nyinyir. Bisa dimulai dengan ngomongin si orang ini ke temanmu yang lain. “Bro, lu tau Jimmy nggak sih? Dia apa nggak nyadar ya posting kemesraan terus sama pacarnya. Udah gitu ngasih tahu seharian mereka ke mana aja. Berlebihan banget sayang-sayangannya.”

Ingat, nyinyir tidak disarankan karena ngomongin orang di belakang sama dengan menggosip sama dengan gibah. Lama-lama kamu dan kawan-kawan malah oversharing keburukan orang, duh.

#2 Sindir lewat postingan media sosial. Unggahan dibalas unggahan

Jika mata dibalas mata, unggahan medsos dibalas unggahan medsos. Semua bisa dimulai dengan template yang sering dipakai netizen julid seperti ini:

“Heran ya, curhat di medsos boleh sih. Tapi, kalau sampai spill NIK, mah, ewww!”

#3 Jadilah manusia berhati malaikat yang sekadar mengingatkan

Ingatkan secara langsung lewat DM dan komentar medsos bahwa yang mereka lakukan itu oversharing, membahayakan bagi diri mereka, dan bikin risih orang lain. Ada kemungkinan niat baikmu ini disambut dengan hangat. Kamu mungkin dianggap peduli keselamatan teman dengan mengingatkannya untuk tidak oversharing. Jangan lupa sematkan emoji 🙏.

Tapi, jangan heran jika temanmu justru nyolot setelah kamu ingatkan. Nggak semua orang langsung menerima nasihat kawan dengan niat baik. Beberapa justru risih ketika diingatkan. Semua ini tergantung bagaimana kamu mengingatkan dan bagaimana karakter temanmu. Nggak apa-apa, kalau sudah telanjur, jangan patah arang, ya.

#4 Bagikan artikel ini, biar temanmu agak teredukasi masalah oversharing yang berbahaya bagi keselamatan dirinya sendiri

Memberikan informasi berlebihan sebenarnya punya dampak beragam dari yang levelnya sekadar menyebalkan sampai serius. Makanya, penting bagi kamu dan kawan-kawan medsos yang belum teredukasi itu buat memahami betul arti oversharing dalam bermedia sosial. Nggak usah repot-repot, bagikan saja artikel ini biar yang bersangkutan tertohok dan orang lain yang baca jadi semakin waspada. Nggak ada salahnya dicoba, Mylov~

#5 Diem bae dan ambil saja hikmahnya 

Iklan

Mau bagaimana lagi. Kalau kamu nggak kenal-kenal amat sama si netizen oversharing, pilihanmu mungkin cuma diam dan cukup tahu. Ambil hikmahnya aja deh. Misalnya ada netizen atau temanmu yang oversharing kondisi keluarga karena dia sedang berkonflik, ingat-ingatlah bahwa jika suatu saat kamu berada di kondisi yang sama, nggak usah terlalu berlebihan dalam menyampaikan informasi. Unggah status dan ceritamu sekadarnya, cukup ceritakan tentang dirimu dan apa yang kamu rasakan. Jangan ceritakan kejelekan orang lain, nanti malah kena UU ITE. 

BACA JUGA Netizen Indonesia dan Indopride yang Ndlogok dan Perlu Ditinggalkan atau artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2021 oleh

Tags: media sosialnetizen alaynetizen Indonesiaoversharing
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial MOJOK.CO
Kilas

Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial

9 September 2023
Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads. MOJOK.CO
Kilas

Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads

7 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.