Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Netizen Indonesia dan Indopride yang Ndlogok dan Perlu Ditinggalkan

Fadlir Nyarmi Rahman oleh Fadlir Nyarmi Rahman
6 Maret 2021
A A
Netizen Indonesia dan Indopride yang Ndlogok dan Perlu Ditinggalkan Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kebarbaran netizen Indonesia memang bukan isapan jempol belaka. Microsoft bahkan merilis penelitian yang membuktikan hal tersebut bahwa mereka (bukan kita, karena saya nggak gitu) adalah yang paling nggak sopan di jagat maya.

Seolah ingin membuktikannya, netizen Indonesia pun menyerang akun media sosial Microsoft yang membuat kolom komentarnya ditutup. Ini baru satu contoh. Contoh lain dan masih hangat adalah aksi mereka merujak selebgram asal Kazhakstan, Dayana, yang berseteru dengan YouTuber asal Indonesia, Fiki Naki. Tahu sendiri kan apa aksi mereka? Yak benar, mereka ramai-ramai unfollow akun IG Dayana. Sungguh kompaknya sundul langit jika berhadapan dengan yang “asing”.

Nah, belum lama ini (3/3/2021), ramai lagi perihal kejadian serupa yang melibatkan netizen Indonesia vs orang luar. Kali ini adalah bapak-bapak yang menang permainan catur online, Chess.com, atas master catur cum streamer asal Negeri Paman Sam, GothamChess.

Awalnya, akun Facebook atas nama Ali Akbar menggugat lewat status karena akun bapaknya di-banned oleh pihak Chess.com karena terindikasi nge-cheat saat melawan sang master tersebut. Tak lama berselang, GothamChess pun mengklarifikasi secara kronologis melalui akun Twitter-nya bahwa dalam peraturannya memang tidak boleh mencatat langkah-langkah selama permainan, dan menurutnya tak ada yang salah dengan banned pada akun bapaknya Ali itu.

Entah pikiran dari mana, netizen Indonesia kok ya ikutan nimbrung. Dan seperti biasa, ikut andil mereka tentu bukan sekadar meramaikan, melainkan juga hate speech dan bahkan seruan untuk me-report akun dan kanal YouTube GothamChess. Sudah gila~

Dari semua kejadian itu sebenarnya bisa ditarik benang merahnya, yakni paham Indopride yang kerap digembar-gemborkan itu. Sebuah keyakinan yang berangkat dari nasionalisme buta dan merasa setiap yang aseng adalah penjajah dan musuh dan jahat.

Memang sih, sekali waktu hal ini perlu, tapi ya dalam batas wajar saja. Misal saat turnamen global gim online, pertandingan internasional olahraga di kancah internasional, dan semacamnya. Ya, saat momen itu kebanggaan untuk mendukung yang berasal dari negeri kita sendiri bahkan penting. Tapi, kalau untuk urusan yang ecek-ecek macam ketiga contoh di atas, rasanya nirfaedah yang maksimal.

Bukan apa-apa, tapi lihatlah diri kalian yang terus-terusan merasa terjajah. Wqwqwq. Punya trauma historis apa sih sampai bertindak segitunya? Apa tidak malu dengan bapak-bapak pendiri bangsa yang dengan gagah menyatakan merdeka dari segala bentuk penindasan?

Baca Juga:

Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

Korea Selatan, Jepang Barat, dan Netizen Indonesia yang Kebablasan

Kalau memang masih merasa perlu membela sesuatu yang menodai kenasionalisan seperti seteru melawan orang luar macam itu, apa namanya coba kalau bukan merasa inferior akut? Nasionalis nggak, ndlogok iya!

Maksud saya, kebanggaan pada negeri sendiri adalah perlu dan penting dalam hal membangun peradaban dan bukan sekadar citra dan simbol. Itulah bentuk nyata Indopride. Apalagi kalau kita sendiri yang bisa bikin bangga Indonesia dengan berprestasi di bidang apa kek. Tapi, kalau tidak bisa ya ndak usah norak gitu toh.

Menurut saya, nasionalisme tidaklah beku, kaku, dan statis sehingga harus mempertahankan hal-hal remeh macam itu, membela simbol. Melainkan ia terus tumbuh, menjadi bentuk lain seiring berjalannya waktu, membangun apa yang sesuai dengan zamannya, sehingga pihak asing bukan selalu musuh yang ingin menjajah dan harus menjadi lawan seperti yang sering kalian posisikan.

Lagi pula perihal riset dari Microsoft, kasus Dayana, atau GothamChess itu hanyalah urusan yang menyentuh permukaan harga diri kalian sebagai sebuah bangsa. Padahal ada banyak yang lebih penting dan seharusnya lebih menusuk jiwa nasionalis kalian. Misalnya kasus korupsi yang keterlaluan bukan main, diskriminasi terhadap bangsa Papua, dan pencorengan nilai kemanusiaan lainnya yang sering terjadi di depan mata.

Dengan kata lain, “nasionalisme” macam itu kalau perlu dikubur saja. Kedepankan humanisme dan pembangunan kolektif sebagai sebuah bangsa. Wong kompak ngerujak orang saja bisa, masa menciptakan sesuatu yang jauh lebih baik susahnya minta ampun? Ya memang ndakik-ndakik, tapi bukan mustahil jika urusan remeh-temeh macam itu sudah ditinggalkan. Apalagi bisa membuang sama sekali ke-ndlogok-an kalian itu. Indonesia maju bukan lagi sekadar jargon dan nama kabinet pasti.

BACA JUGA Episode ‘Upin & Ipin Tumbuh Rambut’ Lahir dari Keinginan Netizen atau tulisan Fadlir Nyarmi Rahman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2021 oleh

Tags: indopridenetizen indonesia
Fadlir Nyarmi Rahman

Fadlir Nyarmi Rahman

Seorang radiografer yang sedikit menulis, lebih banyak menggulir lini masa medsosnya. Bisa ditemui di IG dan Twitter @fadlirnyarmir.

ArtikelTerkait

Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

Netizen Indonesia Memang Kayak Bocah. Sukanya Merisak, Dirisak Balik Ngambek

13 April 2021
konten receh

Nggak Bisa Ya Nikmatin Konten Receh IG Tanpa Nyebut Itu Settingan?

2 Maret 2020
Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Skorsing Sekaligus Izin Belajar Lanjut Doktoral, Ini Sanksi Apa Hadiah MOJOK.CO

Mengapa Korban Pelecehan Seksual Memilih Speak Up di Internet ketimbang Melapor?

21 Juni 2021
racket boys drakor netizen indonesia badminton mojok

Noraknya Netizen Indonesia yang Tersinggung sama ‘Racket Boys’

20 Juni 2021
Laporan Microsoft DCI Keliru, Netizen Indonesia Itu Cuma Baperan kok terminal mojok.co

Laporan Microsoft DCI Keliru, Netizen Indonesia Itu Cuma Baperan kok

28 Februari 2021
Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

2 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

7 Mei 2026
Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang Mojok.co

Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang

7 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

9 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.