Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Sudah Bahagia dengan Pasangan Baru: Emangnya Saya Perlu Tahu?

Chelsea Venda oleh Chelsea Venda
28 Agustus 2019
A A
sudah bahagia

sudah bahagia

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pikir awalnya media sosial dibuat agar kita tetap bisa terhubung. Kita masih bisa berkomunikasi dengan baik meskipun jarak membentang jauh. Saya senang sekali dengan konsep ini. Yang jauh jadi dekat, meski yang dekat belum tentu tambah dekat.

Media sosial lalu berkembang menjadi tempat untuk saling berbagi. Mulai dari kegiatan sehari-hari, sharing hobi, sampai berbagi kesombongan, termasuk berbagi kemesraan dengan pasangan. Tindakan ini biasa disebut public display of affection (PDA) atau pamer kemesraan di publik, kadang juga terjadi di kehidupan nyata.

Kalau kamu, hei, orang yang pernah hadir di kehidupan saya, yang merasa sudah bahagia dengan pasangan barumu itu. Apa aku harus tahu? Kalau emang bahagia, ya sudah bahagia aja, kenapa harus ditunjukan di sosial media,sih! Mau pamer, hah!

Karena setiap kali saya melihat foto kemesraan di sosial mediamu, yang ada dipikiran saya hanya, “Bukankah dulu saya pun mampu melakukannya, Dik?” Haissh, ramashokk!!!!!

Saya punya keyakinan, nggak semua yang memposting kebahagiaan itu pasti sudah bahagia. Seperti juga dengan kita yang kemarin memposting hari kemerdekaan, apakah hatimu benar-benar sudah merdeka dari bayang-bayang masa lalu bung?!

Begitu juga dengan kemesraan yang dipamerkan di sosial media. Apakah mereka memang benar-benar bahagia? Atau mereka hanya sedang memakai topeng? Ruang tamu nya bersih tapi dapurnya ambyar. Hadeh!

Albright College pernah melakukan penelitian dengan mengevaluasi 93 users Facebook. hasilnya adalah mereka yang puas dengan hubungan asmaranya akan lebih sering update status dan foto bersama pasangannya.

Tetapi penelitian nggak hanya sampai di sini. Ada kemungkinan lain yang berkaitan dengan kepercayaan diri, “Aku menemukan bahwa orang yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, lebih mungkin untuk menampilkan info atau foto bersama pasangan untuk memamerkan hubungannya. Ini bisa jadi sebuah cara untuk meyakinkan dirinya sendiri dan orang lain bahwa hubungannya baik-baik saja,” kata Gwendolyn.

Baca Juga:

Kopi Lelet Lasem Itu Bukan Kopi, tapi Wujud dari Rasa Sakit Ditinggal ketika Sudah Sayang-sayangnya

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman

Pasangan yang suka pamer kemesraan di sosial media cenderung mengisyaratkan bahwa mereka butuh ‘pengakuan’ dari orang lain. Hayoloh, silahkan tanya ke diri sendiri aja hehe.

Nyatanya nggak hanya kemesraan aja yang diumbar, bahkan pertengkaran pun diumbar. Saya bahkan bisa tau teman saya sedang bertengkar dari postingan stories sosial medianya. Kalau beberapa hari yang lalu postinganya mesra dan kini hanya ada emotikon nangis dengan layar gelap sebagai backgroundnya. Fix, ada yang nggak beres. Kadang emotikon sedihnya hanya satu, di lain hari bisa lebih dari satu. kayaknya ini juga menggambarkan sedalam apa ia bertengkar.

Hal lain yang menjadi bukti pendukung adalah foto mesra mereka tiba-tiba dihapus di postingan sosial media. meskipun beberapa hari kemudian diunggah lagi. Mungkin di hari itu sudah baikan lagi.

Dalam tulisan yang berjudul Can You Tell That I’m in a Relationship? Attachment and Relationship Visibility on Facebook yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin. Lydia Emery menyoroti bagaimana pasangan menggambarkan diri mereka kepada orang lain.

Sejumlah pasangan akan mempunyai kecenderungan untuk menutupi ketidaknyamanan mereka soal hubungan yang sebenarnya dengan mengunggah kemesraan di media sosial, “Setiap hari, ketika orang merasa tidak aman atau merasa insecure dengan pasangan mereka, mereka cenderung membuat hubungan mereka lebih terlihat orang lain,” tulis Emery.

Dengan mengunggah dan memamerkan kemesraan di sosial media, mereka akan merasa lebih lega terhadap kecemasan yang terjadi di hubungan mereka. Media sosial digunakan sebagai pereda cemas yang mereka alami.

Saya sendiri pernah mengalami public display of affection (PDA). Saya mengunggah foto-foto mesra bersama pasangan di sosial media, awalnya saya melakukannya sebagai tanda cinta. Halah!

Tetapi, semakin sering saya melakukannya, saya merasa alasan tersebut semakin bias. Apakah benar sebagai tanda cinta? Atau hanya karena nggak mau pacar saya ngambek? Atau cuma sebagai upaya agar orang lain tau kalau hubungan ini baik-baik saja. Meskipun kita semua tau, nggak ada yang selamanya, termasuk dalam hubungan yang baik-baik aja.

Nggak semua kemesraan yang tampil di sosial media itu asli, tapi nggak sedikit juga kalau mereka emang benar-benar bahagia. Membuat kenangan di sosial media boleh-boleh aja. Tapi tolong nggak usah berlebihan juga. NGGAK USAH ALAY! (*)

BACA JUGA Orang Ngapak: Ketika Sebuah Logat Menyimpan Kenangan atau tulisan Chelsea Venda lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2022 oleh

Tags: kekasihMantanpacar barupamerpdaputus hubugansudah bahagia
Chelsea Venda

Chelsea Venda

ArtikelTerkait

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

21 Oktober 2023
Menghitung Kerugian Materiel Milea Selama Pacaran dengan Dilan terminal mojok.co

Menghitung Kerugian Materiel Milea Selama Pacaran dengan Dilan

5 Oktober 2020
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman

7 April 2024
Sekolah Pajang Foto Peraih Juara Olimpiade Segede Gaban biar Apa sih? Biar wow Gitu?

Sekolah Pajang Foto Peraih Juara Olimpiade Segede Gaban biar Apa sih? Biar wow Gitu?

15 Februari 2023
Alasan Historis, Logis, dan Klinis di Balik Kecintaan Pada Momen Ambyar terminal mojok.co

Tentang Mantan yang Tak Bisa Digantikan Pasangan Anyar

13 Mei 2019
ditolak

Jika Belum Ditolak, Jangan Pernah Mengatakan Dia Tidak Mencintaimu

1 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang
  • Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual
  • UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah
  • iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru
  • Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang
  • Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.