Rasanya Pesan Ojol yang Drivernya Mantan Pacar

Habis itu, hening beberapa saat di antara kami. Kami hanya terdiam dan bertatapan tanpa suara. Sosok mas driver di depan saya ini ternyata adalah pria yang tidak asing bagi saya. DIA ADALAH MANTAN SAYA!

Artikel

Avatar

Beberapa orang mungkin nggak bakal mau bertemu dengan mantan pacar. Sekalipun itu cuman ketemu di dalam mimpi. Kalau ketemu mantan, rasanya pasti salting sendiri. Ya jelas dong, si mantan itu kan dulu orang yang pernah mewarnai hidup-hidup kita. Jadi, kalau pas ndilalah tiba-tiba dipertemukan setelah saling lupa dan tidak lagi memberi kabar, kita pasti nggak tahu harus bersikap seperti apa. Haruskah cuek aja? Atau harus nyapa biar kelihatan bersikap dewasa?

Atau malah harus kabur aja? Hahaha.

Eh tapi kalau kabur waktu ketemu, bukannya itu nunjukin kalau kamu belum bisa move on dari si doi ya?

Kalau bisa sih ya bersikap sewajarnya aja, tapi kalau nggak bisa, pura-pura nggak ngelihat aja biar ga harus nyapa hehehe.

Kalau saya, biasanya punya dua reaksi ketika mendadak ketemu mantan pacar. Reaksi yang saya berikan ini tergantung sifat si mantan sendiri. Kalau mantannya cuek, ya saya ikut cuek. Tapi kalau mantannya mau akrab ya saya akrabin balik seperti teman biasa. Ingat t e m a n lho ya, bukan teman tapi mesra kayak lagunya Ratu hehehe.

Baru-baru ini saya tanpa sengaja ketemu dengan mantan pacar. Saya sebut itu nggak sengaja soalnya ya emang nggak sengaja. Kalau sengaja sih namanya reunian!

Pertemuan tidak direncanakan ini terjadi di area tempat kerja saya. jadi saya kerja di perusahaan eksport-import di daerah lingkar timur Sifoarjo, saat itu kira-kira jam 4 sore.

Saya sudah bersiap pulang kerja dan karena hari itu entah kenapa saya malas sekali menyetir, jadinya saya tidak membawa mobil seperti biasanya. Jadinya saya mau pesan ojol untuk diantar pulang ke rumah sore itu. Tapi pas pesan ojol, hp saya malah mati karena lowbatt. Untung aja ada teman sekantor yang berbaik hati mau memesankan saya ojol.

Baca Juga:  Jangan Bawa Pacarmu ke Prambanan: Nanti Putus!

Tidak begitu lama, sang driver pun bilang sudah menunggu di depan gedung. Setelah pamit ke teman yang masih di kantor, saya langsung menghampiri mas-mas driver ojol tersebut.

“Atas nama Rahajeng?” kata saya menyapa drivernya.

“Iya” kata si driver yang langsung menoleh.

Habis itu, hening beberapa saat di antara kami. Kami hanya terdiam dan bertatapan tanpa suara. Sosok mas driver di depan saya ini ternyata adalah pria yang tidak asing bagi saya. DIA ADALAH MANTAN PACAR SAYA!

Hampir 6 tahun berpisah tanpa komunikasi, tiba-tiba saja sekelibat kenangan tentang masa lalu itu hadir kembali. Selintas terbayang kenangan manis kami ketika dia dan saya masih bersama dulu.

“Hey, apa kabar?,” katanya memecahkan diam. “Baik,” jawab saya dengan tersenyum. Oh iya sebut saja si mantan ini bernama Ferry. Akhirnya saya naik ke sepeda motornya, saya langsung bertanya-tanya apakah ini motor barunya karena dulu motor yang Ferry kendarai sejenis motor matic. Ya saya emang udah hatam motor apa yang dulu pernah Ferry pakai buat bonceng saya.

Di perjalanan, kami diam tanpa kata, tanpa adanya suara. Hanya ada suara sepeda motor yang berlalu lalang di jalan. Entah mimpi apa saya bisa bertemu Ferry waktu itu.

Saya memilih untuk mengakrabkan diri lagi dengannya, saya bereaksi demikian karena Ferry sendiri terlihat begitu cool dan dewasa, dia menanggapi pembicaraan-pembicaraan saya dan memberikan respon yang sangat baik.

Berbagai hal kami bicarakan sepanjang jalan menuju rumah. Setiap pertanyaan, candaan dan perkataan Ferry respon dengan baik. Ferry juga bercerita tentang pengalamannya jadi ojol sejak kuliah di semester 4. Mulai dari penumpang siswi SMA yang endel hingga emak-emak yang cerewet. Dan itu semua berhasil membuat saya tertawa sepanjang perjalanan.

Baca Juga:  Menanggapi Kenaikan Tarif Ojol: Demi Pendapatan Driver yang Lebih Baik dan Para Pelanggan yang Setia Menggunakan Jasanya

Ya ternyata banyak cerita yang dialami Ferry setelah kami berpisah. Begitu pun juga saya dengan kehidupan saya sendiri. Tak berselang lama Ferry menghentikan sepeda motornya. Saya pun terdiam namun Ferry menoleh ke arah saya.

“Kok gak turun? Udah sampai,” katanya sambil melihat saya. Saya langsung kaget dan menoleh kanan-kiri. Ya ampun! Ternyata sudah di halaman rumah saya di daerah Lakarsantri Surabaya. Saya gak sadar saat itu ternyata sudah sampai di depan rumah. Keasikan ngobrol di jalan mungkin yak.

Saya pun turun dan menyerahkan beberapa uang ke Ferry. Bukan hanya itu, kami pun juga bertukar no WhatsApp untuk mudah saling kontak. Bukan berarti dong, udah jadi mantan harus musuhan.

BACA JUGA Nasihat Untuk Fresh Graduate dari Driver GrabCar yang Sebenarnya Bos Besar atau tulisan Melina Ayu Agustin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
12

Komentar

Comments are closed.