Ah Kata Siapa yang Istimewa Akan Kalah Dengan yang Selalu Ada?

Featured

Gilang Oktaviana Putra

Apa kamu percaya dengan mitos “yang istimewa akan kalah dengan yang selalu ada“? Maksud saya, pasti kamu juga sering mendengar soal pasangan-pasangan yang menjalani Long Distance Relationship (LDR) tiba-tiba putus karena salah satunya kepincut orang ketiga yang katanya “selalu ada”, bukan?

Semua orang juga tahu bahwa yang menjalani LDR itu butuh perhatian. Nah, sosok nyata yang memberikan perhatian inilah yang menjadi “selalu ada” dan bisa menang jika dibandingkan dengan yang istimewa. Tapi, memang benar begitu? Masa sih hanya karena “selalu ada”, seseorang bisa mengalahkan sebuah keistimewaan? 

Kalau kamu percaya dengan mitos di atas, ya nggak apa-apa. Tapi mari kita bahas lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang mendukung si “selalu ada” tadi. Buat saya, mustahil hanya karena “selalu ada,” kita bisa menggantikan keistimewaan status pacaran dengan segala cerita di baliknya. Saya yakin ada faktor lain yang mendukung dan jadi penentunya, yang tentu saja apalagi kalau bukan tampang! 

Tampang menjadi faktor penentu jika ada dua orang manusia yang memberikan perhatiannya pada satu orang yang sama, dengan porsi yang sama, dan dengan cara yang sama. Tampang selalu menentukan jalan mana yang akan dilalui oleh seorang manusia dalam perjalanan cintanya. Semakin mendekati standar cantik dan ganteng yang berlaku, maka semakin mudah jalan cintanya. Begitupun sebaliknya: semakin jauh dari standar tersebut, jalannya akan semakin sulit dan berliku.

Yah, mungkin ada beberapa orang ganteng yang kisah cintanya rumit dan nggak mudah, tapi itu kan karena dia memilih jalan tersebut. Faktanya, akan selalu ada jalan mudah buat orang ganteng dan cantik, termasuk ketika menjadi orang ketiga dalam hubungan LDR. 

Semua orang memang punya potensi menjadi orang ketiga, tapi nggak semuanya berhasil menjadi orang ketiga. Nah, kebanyakan yang mengalahkan keistimewaan status pacaran dengan “selalu ada” adalah orang-orang ganteng. Minimal, setaralah dengan pacar yang dia dekati.

Misalnya nih, Andri dan Stela pacaran, terus LDR karena satu alasan. Lalu Bambang  muncul, mendekati dan memberikan perhatian buat Stela. Pokoknya Bambang selalu ada buat Stela. Meski begitu, Bambang minimal harus sama gantengnya dengan Andri untuk bisa menjadi orang ketiga dalam hubungan Andri dan Stela. Bullshit kalau ada yang putus dengan alasan pacarnya kepincut orang ketiga yang “selalu ada.” 

Mau sehaus apa pun seseorang akan perhatian dalam sebuah hubungan LDR, kalau yang ngasih perhatiannya nggak bisa melebihi pacarnya, pasti nggak membuat perubahan apa pun. Yang LDR terus jalan, tambah rapat, sedangkan yang ngasih perhatian langsung terus berusaha, meski sia-sia juga pada akhirnya.

Ta-tapi kan nggak ada salahnya berusaha?! Iya sih, memang. Hanya saja, buat apa berusaha kalau nggak mencapai hasil yang diharapkan, ya kan?

Jadi, mitos “yang istimewa akan kalah dengan yang selalu ada” itu bullshit karena yang mau selingkuh juga punya hal-hal yang harus dipertimbangkan. Contohnya, buat apa selingkuh kalau yang jadi selingkuhan ternyata nggak jauh beda sama pacarnya? Buat apa milih orang ketiga kalau hasilnya akan sama saja dengan orang pertama?

Nah, jadi buat kalian cowok-cowok dengan tampang pas-pasan, buang jauh-jauh deh keinginan menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Nggak bakal bisa, Bro! Nggak gitu cara mainnya!

Coba deh ingat-ingat lagi: apa kalian pernah menemukan cowok biasa aja yang jadi orang ketiga? Nggak ada, lah! Jelas, itu suatu hal yang nggak mungkin. Paling banter mungkin cuma dijadiin sahabat doang, atau tempat curhat, atau temen jalan. Nggak mungkin kamu menjadi yang spesial jika modalmu hanya perhatian dan “selalu ada” yang semua orang juga bisa ngasih hal itu. 

Lagi pula nggak tau diri sekali orang dengan tampang biasa yang mau jadi orang ketiga. Hahahaha—maaf saya ketawa dulu. Mimpi sih boleh-boleh saja, tapi jangan terlalu berharap juga, nanti sakit hati kamutu. Lebih baik kalian cowok dengan tampang standar berusaha sendirian, nyari cewek yang lebih mungkin kalian dapatkan. Daripada berkorban mati-matian demi jadi orang ketiga tapi berakhir sebagai sahabat atau teman curhat, apalagi kalau sampai jadi kakak-adek. Hahahahaha.

BACA JUGA Cowok dan Cewek Sama-sama Bisa Brengsek atau tulisan Gilang Oktaviana Putra lainnya.

Baca Juga:  Lah Kocak, Menumpas Radikalisme Kok Pakai Aturan Jangan Bercadar Dan Bercelana Cingkrang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
11


Komentar

Comments are closed.