Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Kerjaan yang Cocok Buat Lulusan Sastra Indonesia

Tyas Desy Kinanti oleh Tyas Desy Kinanti
13 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sini saya bisikin empat pekerjaan yang cukup menjanjikan untuk mereka yang lulus jurusan Sastra Indonesia.

“Apa? Kuliah di Sastra Indonesia? Pffft, mau jadi apa kamu?” merupakan ejekan yang biasa muncul bagi mereka yang meragukan masa depan mahasiswa jurusan Sastra Indonesia kayak saya.

Nggak heran juga sih, dulu bapak saya sendiri aja malas mendengarkan cita-cita saya yang—salah satunya—ingin masuk jurusan Sastra Indonesia. Masalahnya, banyak orang di dunia yang fana ini yang pikirannya sama kayak bapak saya.

Haduh, jangan-jangan nanti harus hidup tua dan miskin karena cuma hidup dari bikin puisi, sajak, atau naskah drama. Iya kalau laku naskahnya, kalau nggak?

Padahal menjadi kaya raya dengan modal dengkul dan ijazah lulusan sastra itu bukan sesuatu yang mustahil, asal masih punya wawasan luas soal pekerjaan alias koneksi orang dalem. Jadi santai saja.

Nah, agar semakin optimis, sini saya bisikin empat pekerjaan yang cukup menjanjikan untuk para alumni jurusan Sastra Indonesia. Cekidot.

Anggota DPR

Duduk di kursi empuk Senayan bukan hal yang tidak mungkin bagi lulusan sastra Indonesia. Apalagi baru-baru ini ada klasifikasi baru bagi anggota DPR zaman sekarang yang perlu memiliki kemampuan khusus dalam menulis puisi.

Lha gimana, nulis puisi jadi cara baru para politisi buat berkomunikasi dengan politisi lainnya atau rakyatnya. Lihat saja Fadli Zon yang menulis beberapa puisi seperti “Sontoloyo”, “Genderuwo”. Bahkan kabar terakhir dari puisi-puisinya tersebut sudah dibuat antologi berjudul Ada Genderuwo di Istana.

Kalau cuman bikin puisi begitu sambil protes ngalor ngidul di acara televisi anak sastra juga bisa dong. Di panggung teater kampus aja bisa koar-koar orasi dengan sangar, apalagi cuma di panggung teater Gedung DPR ya kan?

Tidur di kelas aja kami jago, apalagi tidur di ruang rapat DPR yang empuk kursinya dan ber-AC. Bolos kelas aja jago meski dosennya killer, apalagi cuma bolos rapat waktu bahas Undang-undang penting. Yah, 11-12 lah kita ini.

Kreator Nama Band Indie Beserta Judul Lagu Mereka

Pasti tahu kan anak jaman now sedang heboh dengan senja, kopi, hujan dan band-band indie. Menurut mereka hal tersebut sangat puitis dan edgy. Geliat anak muda gitu lho!

Saya jamin kalau kalian membuka jasa kreator nama band indie dan beserta judul lagunya pasti akan sukses.

Pasalnya rumus nama band indie dan judul lagu mereka nggak terlalu sulit buat mahasiswa yang makanannya per semester mengkaji puisi-puisinya Sutardji Calzoum Bachri atau Chairil Anwar. Kayak begini mah nggak ada upil-upilnya.

Tinggal gabungkan kata-kata yang jarang digunakan atau tidak berhubungan, dan menjadi kalimat yang maknanya tidak jelas. Kayak nama-nama cuaca, nama benda lawas atau romantis.

Iklan

Misal, bikin nama band “Sengketa Cinta”. Sebuah band indie dengan deretan lagunya yang rata-rata kisah sedih patah hati. Lalu judul single lagunya bisa dinamai; Harta Gono-Gini.

Dilan Bayaran

“Dilan Bayaran” adalah salah satu layanan jasa untuk para jomblo yang malas PDKT tapi ingin langsung mesra dan romantis ala Dilan dan Milea.

Tinder, Tantan, atau bahkan aplikasi fiktif  Love.inc ala film Love for Sale bakal kalah dengan sebuah inovasi “Dilan Bayaran” ini. Pekerjaan masa depan ini melihat peluang dari geliat cewek-cewek yang sampai terbawa mimpi ingin punya pacar seperti Dilan.

Dilan Bayaran akan ditawarkan dalam paket-paket tertentu. Misalnya, antar jemput dengan motor CB 100 di tengah-tengah hujan (pakai helm karena keselamatan tetap nomor satu). Paket telepon setiap malam dengan gombalan-gombalan puitis atau paket lengkap dari keduanya.

“Markonah, jangan bilang ke aku ada yang menyakitimu. Soalnya, besok orang itu akan aku cari untuk aku ajak battle puwisie.”

Ternak lele

Tidak banyak yang menyadari bahwa lulusan Sastra Indonesia juga bisa jadi pengusaha lele kaya raya.

Menjadi peternak lele handal dan sukses sangat mungkin dilakukan oleh lulusan Sastra Indonesia.

Lho ya jelas itu bisa dan mungkin terjadi saat kami semua kepepet karena tidak ada perusahaan lagi yang mau menerima kami. Lebih mudah lagi usaha ternak lele kalau dapat warisan.

Jika pekerjaan-pekerjaan masih susah untuk kalian lakukan nanti sebagai lulusan sastra Indonesia, masih ada beberapa pekerjaan mudah bermodal kuota internet. Bikin saja akun galau seperti Fiersa Besari atau akun-akun sambat berkedok motivasi. Satu rumus dasar manusia, mudah ambyar dengan kata-kata.

Wong, cuman pertanyaan “lulusan Sastra Indonesia mau kerja apa?” begitu aja, susah amat cari jawabannya. Tinggal ngarang aja, beres. Kan mahasiswa Sastra Indonesia.

Terakhir diperbarui pada 13 April 2019 oleh

Tags: band indeFadli ZonSastra IndonesiaSutardji Calzoum Bachri
Tyas Desy Kinanti

Tyas Desy Kinanti

Mahasiswa Sastra Indonesia UGM

Artikel Terkait

Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO
Edumojok

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Agustina Wilujeng ajak anak muda mengenal sejarah Kota Semarang lewat kartu pos MOJOK.CO
Kilas

Kartu Pos Sejak 1890-an Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Kota Semarang

20 Desember 2025
Gedung Sarekat Islam, saksi sejarah dan merwah Semarang sebagai Kota Pergerakan MOJOK.CO
Kilas

Upaya Merawat Gedung Sarekat Islam Semarang: Saksi Sejarah & Simbol Marwah yang bakal Jadi Ruang Publik

20 Desember 2025
Dari Pakistan, Menemukan Cinta di Universitas Sanata Dharma MOJOK.CO
Esai

Kisah Seorang Pengelana dari Pakistan yang Menemukan Indahnya Toleransi di Universitas Sanata Dharma

19 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.