Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

3 Spesies Makhluk Ngeyelan dan Keras Kepala Beserta Cara Goblok Mengatasinya

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
17 Maret 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menghadapi orang ngeyelan plus keras kepala itu memang menyebalkan. Untuk tahu cara mengatasinya, kamu perlu tahu dulu apa saja jenis-jenisnya.

Ada banyak jenis orang ngeyel dan keras kepala di dunia yang fana ini. Beberapa di antaranya hidup di sekitar kita, bahkan jadi bagian dari anggota keluarga kita, sebagian yang lain berada di jalur keluarga yang berbeda. Meski begitu, kita tidak bisa menolak untuk tidak bisa berinteraksi dengan jenis orang ngeyelan nan keras kepala begini. Soalnya orang kayak gini itu kayak udara, memang ada di mana-mana.

Nah, untuk mengatasinya, perlu diketahui dulu beberapa langkah untuk mendeteksi orang-orang keras kepala. Tentu saja, kalau kamu berharap mendapat pencerahan di sini, kamu salah halaman website namanya. Soalnya tips yang bakal kami bagikan adalah cara goblok mengatasinya aja.

Pertama, spesies keras kepala karena anak sultan

Ini jenis orang keras kepala yang merasa dirinya lebih penting dari orang lain. Model jenis ini biasanya memang memiliki privilege khusus dari lingkungan terdekatnya. Entah karena anak orang ternama, anak orang tajir, atau anak pejabat.

Poinnya, orang jenis ini terbiasa mendapatkan hasil memuaskan bukan dari kerja kerasnya sendiri, tapi selalu mengklaim bahwa dirinya lah yang paling punya peran. Ia merasa, bapaknya yang tajir sama sekali tidak membantunya sesukses yang sekarang.

Oleh karena itu, spesies keras kepala model begini selalu memandang rendah orang-orang miskin, karena dianggapnya: orang itu bisa jadi miskin karena pemalas.

Ciri-ciri lain yang bisa dilihat adalah ketika berpendapat selalu kepengin menguasai forum. Apa saja forumnya. Dari rapat di kantor, rapat karang taruna, rapat RT, rapat dewan masjid, rapat arisan, bahkan sampai dengan obrolan tak berfaedah di tempat tongkrongan.

Selain itu, karena merasa punya akses pengetahuan ke mana-mana (dengan privilege-nya itu), Digimon model ini jarang mau mendengarkan orang lain. Bahkan dalam dosis yang kelewat tinggi, orang ini bisa saja lebih percaya sama bisikan setan ketimbang bisikan sahabatnya.

Cara mengatasinya:

Kalau kamu sedang kerja jadi bawahannya, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menjilatnya secara terus-menerus. Ingat, gaji dan uang adalah hal utama.

Kalau kamu kebetulan teman dekatnya, lakukan hal yang sama untuk jadi benalu berprestasi yang bisa menghabiskan memanfaatkan kekayaannya semaksimal mungkin. Ingat, harta itu tidak dibawa mati, oleh karenanya selamatkan lah temanmu itu dengan mengurangi beban akhiratnya.

Kedua, spesies keras kepala karena intelektual sejati

Spesies ini sebenarnya tidak goblok—bahkan cenderung sangat cerdas. Hanya saja, karena saking cerdasnya, kadang-kadang dirinya naif aja. Merasa orang lain yang kebetulan tidak dapat akses pendidikan sebaik dirinya adalah orang yang harus dicerahkannya serta-merta.

Dalam perdebatan dengan spesies keras kepala tipe ini, kamu bakalan habis kalau udah ngomongin data. Padahal data yang dibawa tidak mencerminkan pengalaman kamu sebagai manusia. Alasannya sederhana saja: jenjang dan capaian pendidikanmu tak setinggi dirinya.

Ciri-ciri spesies keras kepala intelektual jenis ini adalah selalu memandang orang lain yang harus mengerti dan menyetujui pendapatnya, bukannya malah mencari titik temunya. Dengan begitu, pembatasan orang goblok dan pinter baginya hanya dua: kalau setuju berarti pinter, kalau nggak setuju berarti goblok. Udah, gitu doang.

Iklan

Dengan akses pengetahuan yang diperolehnya, sebenarnya ia bisa saja lebih berpikir adil, tapi dirinya lebih memilih berdiri di satu sisi doang karena merasa kepintarannya saat ini berfungsi untuk “mencerdaskan” orang lain.

Cara mengatasinya:

Selalu puji ide-idenya dan hargai pendapatnya. Spesies keras kepala ini selalu senang kalau ide-idenya diapresiasi. Perkara mau kamu maki-maki di belakang, ya lebih baik jangan melakukan debat terbuka.

Soalnya, kalau kamu melakukan itu ya pilihannya ada dua: kamu emang lebih pinter darinya atau… kamu emang guobloknya nggak ketulungan sampai nggak bisa ngitung peluang menang debat.

Ketiga, spesies keras kepala karena fanatik buta

Nah, yang satu ini adalah jenis segoblok-gobloknya spesies keras kepala. Dari sana, bakal ada dua kelompok kecil berikutnya. Pertama, fanatik buta karena politik. Kedua, fanatik buta ke pemuka agama. Meski, yaaah, sebenarnya dua hal itu udah sama aja sih di Indonesia belakangan ini.

Spesies keras kepala jenis ini hanya punya satu spektrum kebenaran doang. Tidak ada sisa ruang untuk menerima versi kebenaran yang lain. Kalaupun akhirnya terbukti kebenaran yang diyakininya runtuh, sikap yang diambil biasanya denial.

Hanya saja, jangan sampai kamu mendesaknya terus-menerus kalau argumennya lagi tersudut. Soalnya spesies jenis ini ibarat pentolan korek, kena kentut aja udah bisa terbakar kalau kamu macam-macam dengannya.

Kalau kebetulan anoa model begini fanatik ke politik, kamu bisa dilaporin perkara UU ITE (terutama kalau orang ini dekat dengan penguasa). Sedangkan kalau tapir ini fanatik ke pemuka agama, kamu mungkin aman dari penjara, tapi tak bakal aman dari persekusi tiba-tiba.

Cara mengatasinya:

Blok aja medsosnya. Susah amat. Ngapain juga dengerin orang model begini, kayak pengangguran digaji aja.

BACA JUGA Lima Jenis Orang Goblok yang Bisa Anda Temui saat Antre di SPBU atau tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: fanatikkeras kepalangeyelanorang goblok
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Panduan Sukses Jadi Orang Goblok
Esai

Panduan Sukses Jadi Orang Goblok

20 April 2020
Pojokan

Panduan Berdebat dengan Orang Goblok

23 Maret 2020
warna ungu
Esai

Penyuka Warna Ungu Kok Terkesan Paling Fanatik Dibanding Penyuka Warna Lain Ya?

5 September 2019
Esai

Nafsu Berdebat dengan Orang Goblok

14 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.