Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Tetap Fit Saat Mudik Meski Sedang Berpuasa

Redaksi oleh Redaksi
1 Juni 2019
A A
Tetap Fit Saat Mudik Meski Sedang Berpuasa
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjadikan badan tetap fit saat mudik memang gampang-gampang mudah. Apalagi kita memutuskan tetap berpuasa selama perjalanan~

Hari Raya Idul Fitri bagi mayoritas masyarakat Indonesia, memang telah dijadikan momen untuk mudik atau pulang ke kampung halaman. Biasanya hal ini akan dilakukan saat hari-hari terakhir kita menjalankan puasa Ramadan. Sebetulnya, sebagai musafir kita diperbolehkan untuk tidak berpuasa—dengan ketentuan jarak tertentu. Namun, tidak semua orang memilih untuk tidak berpuasa dengan berbagai alasan. Eman-eman mungkin jadi salah satunya. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang memilih untuk tetap berpuasa saat perjalanan mudik, perlu ada kesiapan yang dilakukan. Hal ini supaya kita tetap dapat berpuasa dengan lancar selama perjalanan mudik.

Yang utama adalah, kita harus memenuhi asupan nutrisi dan cairan di dalam tubuh kita sebelum berangkat mudik—lebih tepatnya saat sahur dan berbuka. Asupan ini akan membatu tubuh kita untuk tetap fit serta dapat menjaga konsentrasi kita selama perjalanan. Jika diperlukan, kita juga dapat menambahkan multivitamin untuk dikonsumsi.

Jika ternyata waktu sahur dan berbuka, kita berada di tengah perjalanan mudik, jangan sampai kita lupa untuk membawa bekal makanan. Nggak perlu yang ribet-ribet, yang penting nutrisinya terjamin, ya. Oh ya, yang rasanya enak juga jangan lupa dipertimbangkan. Anggap saja sebagai apresiasi pada diri kita sendiri.

Oh ya makanan yang nggak ribet dan tapi rasanya enak-enak aja untuk dikonsumsi misalnya, air mineral, kurma, buah-buahan, ataupun gandum. Btw, karena banyak orang Indonesia yang nggak doyan-doyan amat sama roti gandum karena nggak terbiasa sama rasanya, roti gandumnya bisa dipanggang dulu lah, ya. Dijamin rasanya sungguh jauuuh lebih enak di mulut kita para pencinta nasi tiada tara.

Pokoknya, jangan lupa bawa makanan untuk berjaga-jaga. Walau kita merasa yakin kalau dalam perjalanan kita akan sangat mudah menemukan makanan. Sayangnya, nggak ada garansi apa pun soal kondisi ini. Jadi, tidak ada salahnya untuk menyiapkan terlebih dahulu, bukan?

Untuk meminimalisir potensi terjadinya hal-hal yang tidak kita suka dan bikin nggak nyaman selama perjalanan. Mendingan hindari betul makanan pedas dan bersantan. Senyaman apa pun perjalanan, dia tetap tak senyaman berada di rumah. Nggak mau kan, bolak-balik ke toilet karena sakit perut terlalu banyak makan makanan yang pedas? Selain bikin kita jadi capek, kasihan orang lain yang ngantri juga, sih.

Sebelum berangkat mudik, hendaknya kita juga menyempatkan diri memeriksakan kondisi kesehatan kita. Apalagi, kalau ternyata kita punya riwayat penyakit dan keluhan terhadap jenis makanan dan cuaca tertentu. Jadi, jangan abaikan soal kesehatan yang paripurna ini. Daripada nanti bikin kita ribet sendiri selama perjalanan. Iya, sebelum libur biasanya lembur memang melanda. Namun, jangan lupa sempatkan untuk cukup istirahat dan nggak ngawur dengan makanan yang kita konsumsi. Supaya kita nggak capek-capek amat dan kondisi kita nggak ujug-ujug nge-drop begitu saja.

Oh ya, jangan lupa juga untuk membawa obat-obatan. Lagi-lagi untuk berjaga-jaga. Meski ini juga penting dipersiapkan dan harus dibawa kalau kita memang punya permasalahan kesehatan tertentu. Obat-obatan sederhana semacam minyak kayu putih atau obat masuk angin, jangan lupa. Suhu dan udara di tempat yang berbeda, bisa menjadikan tubuh kita butuh waktu untuk menyesuaikannya. Ya, siapa tahu dalam proses penyesuaian tersebut, kita memang butuh obat-obatan sederhana ini. Siapa tahu, loh, ya~

Kalau kita mengendarai kendaraan pribadi saat mudik, jangan lupa untuk sering-sering beristirahat. Ya, setidaknya setiap 2-4 jam sekali. Sesehat apa pun kita, tubuh tetap butuh direnggangkan sejenak. Supaya otot-otot kaku dan bikin nggak nyaman itu, bisa bikin nyaman lagi dan lagi. Selain otot, mata juga butuh diistirahatkan setelah terlalu lama berkonsetrasi dengan jalanan—yang biasanya jadi rame karena pada mudik. Ya, daripada terjadi apa-apa karena ngantuk, kan lebih jos kalau kita mengantisipasi sebelumnya~

Begini, ya, tentu kita pengin bisa berbahagia dengan maksimal di kampung halaman, kan? Oleh karenanya, kondisi tubuh kita harus terus dijaga, supaya mudik tidak malah jadi ke-KO-an belaka. Oke?

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2019 oleh

Tags: fitMudikperjalanan mudik. kesehatan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga
Urban

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO
Kilas

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran
Catatan

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.