Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Hindari Akibat Hipertensi dengan Meniru Gaya Hidup Sehat Jennifer Bachdim

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
6 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hipertensi diremehkan karena gejalanya yang nampak biasa saja seperti pusing dan pegal leher. Inilah cara hindari akibat hipertensi ala Jennifer Bachdim.

Jika penyakit jantung disebut sebagai silent killer, hipertensi juga bisa dikategorikan ke dalam kotak yang sama. Mengapa? Karena kebanyakan orang dengan hipertensi tidak merasakan keluhan.

Beberapa orang dengan hipertensi hanya mengeluh pusing dan leher terasa tegang. Lantaran keluhan-keluhan ini bisa diobati dengan “obat warung”, banyak yang menganggap remeh hipertensi. Bahkan beberapa orang yang sering merasakan keluhan tersebut, enggan melakukan medical check up karena takut semua penyakit di dalam tubuhnya akan ketahuan.

Ketika tekanan darah naik, komplikasi karena hipertensi mulai terasa perlahan-lahan. Untuk berkenalan dengan bahayanya hipertensi, si penderita butuh motivasi dan niat untuk mengubah gaya hidupnya. Bagi sebagian orang, syarat mengubah gaya hidup bisa menjadi pekerjaan yang berat. Malas, menjadi musuh utama.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengenal akibat hipertensi. Ketika mengenal akibat hipertensi, paling tidak, si penderita akan mendapatkan motivasi. Memang, sikap ini tidak terlalu baik karena jika sudah terlanjur punya hipertensi, langkah pencegahan bisa terlambat. Namun, kita semua sangat patuh dengan kalimat sakti: “lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali.”

Beberapa akibat hipertensi yang patut diwaspadai adalah penyakit jantung itu sendiri. Mulai dari jantung koroner hingga gagal jantung. Selain jantung, stroke juga menjadi akibat hipertensi yang ditakuti. Sekali kumat, stroke bisa sulit untuk ditangani. Nah, akibat hipertensi lainnya adalah gagal ginjal kronik dan kebutaan.

Dua akibat hipertensi terakhir ini mungkin jarang kamu dengar. Kok bisa hipertensi mengakitkan gagal ginjal? Kamu harus ingat, gagal ginjal bisa terjadi secara perlahan-lahan tanpa keluhan. Ketika tekanan darah tinggi terjadi dalam waktu yang panjang, ginjal manusia bisa terserang. Kalau sampai harus cuci darah, tentu bisa runyam hidup kamu.

Kebutaan? Akibat hipertensi ini juga jarang diketahui. Pembuluh darah pada retina yang terganggu karena tekanan darah yang terlalu tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama. Pada akhirnya, jika sudah terlalu parah, kebutaan bisa terjadi.

Nah, kalau sudah mengenal berbagai akibat hipertensi, sebaiknya kamu segera mengubah gaya hidup. Sekali lagi, kamu pasti berat untuk mengubah gaya hidup begitu saja. Beberapa orang membutuhkan “pemicu”, salah satunya adalah mempunyai patron atau panutan. Salah satu selebiriti yang bisa dijadikan patron adalah Jennifer Bachdim.

Istri dari pesepakbola Irfan Bachdim tersebut sudah sejak lama menetapkan gaya hidup sehat sebagai “pegangan hidupnya”. Kamu bisa menengok ke Instagram pribadinya. Paling tidak, yang bisa kita tiru adalah pola sarapan dan olahraga.

Sarapan, bagi banyak orang, sering dilewatkan. Padahal, kata orang, sarapan adalah the most important meal of the day atau makanan paling penting dalam satu hari. Apalagi bagi atlet seperti Irfan Bachdim. Asupan gizi dan nutrisi di pagi hari sangat penting.

Menu sarapan favorit keluarga Irfan dan Jennifer Bachdim adalah salad buah. Supaya tidak bosan, setiap hari Jennifer Bachdim menyiapkan toping yang berbeda. Toping yang selalu ada adalah kacang almond.

Salad buah ala Jennifer Bachdim ditemani oleh berbagai macam buah. Mulai dari pisang, raspberry, dan strawberry, sesuai selera sang suami. “Sarapan sangat penting untuk menemani hari, karena itu harus penuh nutrisi,” ungkap Jennifer Bachdim. Pada intinya, meski menunya berubah-ubah, sarapan tidak boleh terlewat, seperti pengakuan sang model.

Tidak hanya sarapan, menu makan siang dan makan malam juga sebaiknya diganti menjadi menu-menu sehat. Tujuannya, untuk menghindari terlalu banyak asupan garam, gula, dan unsur-unsur lainnya yang berpotensi meningkatkan tekanan darah.

Iklan

Selain mengganti menu makanan menjadi menu sehat, olahraga juga tidak boleh dilupakan. Maklum, sih, kalau kamu tidak bisa olahraga karena alasan kesibukan. Oleh sebab itu, pilih olahraga yang tidak terlalu berat atau memakan waktu persiapan terlalu panjang.

Bagi Jennifer Bachdim, untuk menyiasati tiadanya waktu, olahraga yang ia pilih adalah pergi ke gym dan yoga. Bersama teman-teman artisnya, Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar, Jennifer sering olahraga bareng. Cara ini ampuh. Berolahraga bersama teman bikin kamu lebih semangat untuk terus melakukannya. Paling tidak, ada teman yang akan terus memompa motivasimu untuk olahraga.

Nah, kalau bingung memilih olahraga yang bisa dilakukan di gym, kamu bisa bekerja sama dengan personal trainer (PT). Memang, ada biaya lebih untuk membayar jasa PT. Ada harga, ada rupa. Seorang PT akan membuat olahragamu lebih terarah. Tidak membebani tubuh, apalagi kalau sedang diet.

Nah, itulah gaya hidup Jennifer Bachdim yang bisa kamu tiru. Ingat, bagi tiap-tiap orang, selera menu dan olahraga tentu berbeda. Yang paling penting adalah konsisten menjalaninya. Akibat hipertensi mengancam di pojokan saja. Yuk, mulai hidup sehat.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2018 oleh

Tags: akibat hipertensidarah tinggigagal ginjalgaya hidupgaya hidup sehathidup sehathipertensiirfan bachdimjantungjennifer bachdimpenyakit jantungpola hiduptekanan darah tinggi
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Cara Gen Z memulihkan hati dengan lari dan menanam bibit pohon lewat program OAOT. MOJOK.CO
Jagat

Obati Patah Hati dengan Lari 176 km: Cara Gen Z Menebus Dosa Lingkungan Sambil Jadi Pelari Kalcer

14 Februari 2026
Meskipun nggak aman, Blok M, Jakarta Selatan, tetapi jadi destinasi nongkrong
Urban

Blok M Nggak Aman, tapi Tetap Jadi Tujuan karena Lebih Takut Nggak Dianggap Keren ketimbang Jadi Korban Kejahatan

12 Februari 2026
Membedah Cara Kerja Obat Kolesterol yang Jadi Buruan Saat Iduladha: Kerjanya Cuma Menghambat, Bukan secara Ajaib Menghilangkan!
Liputan

Membedah Cara Kerja Obat Kolesterol yang Jadi Buruan Saat Iduladha: Kerjanya Cuma Menghambat, Bukan secara Ajaib Menghilangkan!

18 Juni 2024
Uneg-uneg dari Penulis Novel “Bismillah Kunikahi Suamimu” tentang Tensi 143/165  MOJOK.CO
Kilas

Uneg-uneg dari Penulis Novel “Bismillah Kunikahi Suamimu” tentang Tensi 143/165 

2 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.