Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Toyota Fortuner, Mobil yang Memancarkan Aura Kesombongan dan Membuat Pengendara Lupa Diri Sesaat

Khoirul Fajri Siregar oleh Khoirul Fajri Siregar
22 Maret 2024
A A
Toyota Fortuner, Mobil yang Membuat Pengendara Lupa Diri MOJOK.CO

Ilustrasi Toyota Fortuner, Mobil yang Membuat Pengendara Lupa Diri. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Aura sombong dan pongah mendadak muncul ketika duduk di kursi pengemudi Toyota Fortuner. Ini memang bukan mobil sembarangan.

Sekitar 2013, saya menyandang status sopir wisata yang masih culun. Saat itu, saya kagum sekali melihat sopir senior mengantar tamu dengan membawa mobil-mobil keren. Misalnya seperti Toyota Alphard, Camry, Grand Innova Captain Seat (sebelum era Innova Reborn), Honda Accord, hingga Toyota Fortuner. 

Iklan

Maklum, setahun awal berstatus sopir wisata, saya cuma membawa 2 jenis mobil, yaitu Toyota Avanza atau Daihatsu Luxio. Saat itu, kantor tempat saya bekerja hanya menggunakan 2 tipe mobil itu untuk paket wisata yang mereka tawarkan. 

Baru kemudian di awal 2015, setelah memutuskan untuk bekerja sendiri, saya bebas menggunakan mobil apa saja. Tentu mobil-mobil itu bukan milik pribadi. Saya hanya kebetulan memiliki jejaring rental mobil dengan banyak varian. Dari situ, saya akhirnya berani membuat macam-macam paket. Mulai dari wisata, pernikahan, tur rombongan kecil hingga wisuda, dan Toyota Fortuner ada di salah satu pilihan paket itu. Yah, walaupun saya belum pernah mengendarai mobil itu seumur hidup saya.

Hingga pada suatu hari ada seorang tamu dari Jakarta. Beliau adalah seorang manajer operasional penyewaan helikopter di Jakarta. Kurang lebih itu yang saya dengar ketika dia, istrinya, dan kedua anaknya ada di dalam mobil bersama saya. 

Dia orang yang terbilang well prepared. Setelah menerima itinerary yang saya kirimkan 1 minggu sebelum mereka tiba di Jogja, dia menelepon saya, berkenalan, basa-basi. Dia lalu menjelaskan secara rinci rencana liburan 3 hari di Jogja, tepat di libur Natal 2015.

Setelah pembicaraan selama beberapa menit itu kami sepakat menggunakan Toyota Fortuner selama mereka di Jogja. Medan yang akan kami lewati, jarak tempuh, dan bawaan yang menjadi alasannya. 

Saya menerima permintaan itu sekaligus panik. Bawa Fortuner? Pertama kali? Dan ini mobil “besar” ketiga saya setelah pernah membawa Volkswagen Caravelle, KIA Travello, dan Isuzu ELF Medium. 

Dari pengalaman membawa 3 tipe mobil tadi, saya memang masih kesulitan kalau membawa kendaraan yang agak panjang atau lebar. Memang, kita tidak bisa menyamakan Toyota Fortuner dengan 3 jenis mobil tadi, tapi tetap saja bagi saya mobil ini terlihat “besar”.

Pengalaman pertama bersama Toyota Fortuner

Saya kemudian meminta kepada pemilik rental agar saya bisa mengambil Toyota Fortuner lebih awal, malam sebelum tamu saya tiba. Pemilik rental bisa mengerti karena saya menjelaskan ini pertama kalinya. Kebetulan, hari itu, mobil sudah standby di garasi sejak siang. 

Setelah kunci di tangan, saya langsung tancap gas dari garasi di daerah Jalan Perumnas, Sleman, menuju Jalan Solo sekitar pukul 8 malam. Setelah itu, saya lalu mencoba rute awal saya besok pagi, yaitu Bandara Adisucipto-Hotel Jayakarta-Jalan Solo hingga ke arah Godean, lalu mencoba masuk ke beberapa jalan kecil di sekitar Nologaten-Papringan. Sebuah uji coba untuk membangun kepercayaan diri dan melatih intuisi bersama Toyota Fortuner.

Toyota Fortuner yang saya kendarai saat itu adalah mobil produksi 2014, FORTUNER TRD menggunakan Variable Geometry Turbocharger atau kadang disebut VNT, dengan mesin Diesel 2.500cc. Transmisinya matik, plus sudah Tiptronic. 

Apa lagi yang kurang? Sudah matik, diesel, tenaga besar pula. Makanya, saya nggak heran kalau ada pengendara yang merasa jemawa. Ya pantas saja sering ada kecelakaan, yang bukan salah mobilnya, tapi pengemudinya mungkin lupa daratan ketemu mobil yang sebenarnya sangat enak dikendarai.

Selain mempelajari karakter berkendara, saya juga belajar fitur-fitur di dalam mobil ini. Yah, sekadar untuk tahu bagaimana mengatur AC, menghidupkan head unit yang dilengkapi CD, Radio, Bluetooth sampai menyetel kursi. Saya mau terlihat sebagai supir yang sudah pernah membawa Toyota Fortuner. Dan ini kali pertama seumur hidup saya harus belajar mobil dulu sebelum bekerja mengantarkan tamu.

Iklan

Baca halaman selanjutnya: Ketika sebuah mobil membuat pengendara lupa diri.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2024 oleh

Tags: avanzafortunerGran MaxInnova VenturerMobil Toyotamobil Toyota Fortunertoyotatoyota fortuner
Khoirul Fajri Siregar

Khoirul Fajri Siregar

Supir wisata yang sesekali menulis di bolehmerokok.com. Jebolan empat universitas ternama di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)
Pojokan

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Calya, Mobil Toyota yang Ganggu Kewarasan Logika Saya MOJOK.CO
Otomojok

Derita Toyota Calya Adalah Penderitaan yang Mengobrak-abrik Kewarasan Logika Saya padahal Ia Adalah Pahlawan Finansial Keluarga Kelas Pekerja

24 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO
Sehari-hari

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO
Otomojok

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal MOJOK.CO

Difotoin Rektor: Selebrasi Wisuda biar Berkesan, Atensi Maya, dan Pergeseran Batas Hierarki Formal

30 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.