MOJOK.CO – Untuk Suzuki Jimny, “langka” itu tidak selalu berarti “dicari”. Kadang, “langka” juga bisa berarti “tidak diminati”. Kamu sombong, sih.
Ada satu kebenaran universal di dunia otomotif Indonesia. Yang naik daun terlalu cepat, biasanya jatuhnya juga dramatis. Dan tak ada contoh yang lebih pas menggambarkan kalimat itu selain Suzuki Jimny.
Masih ingat masa-masa awal kemunculannya di Indonesia sekitar tahun 2019? Saat itu Suzuki Jimny bukan cuma mobil, tapi simbol status sosial baru. Ini mobil kecil, tapi macho.
Orang yang beli Jimny serasa bilang ke dunia, “Saya bukan anak off-road, tapi saya suka tampilan yang bisa nanjak ke gunung kalau mood lagi bagus.”
Harga aslinya waktu itu saja sudah tinggi. Tapi, begitu unitnya susah didapat, muncullah para calo dan oknum sales yang dengan lihai memainkan taktik upping price.
“Kalau mau cepet dapet, nambah 80 juta ya, Pak.”
Begitu kira-kira bisikan maut yang sering terdengar di ruang pamer Suzuki.
Lucunya, banyak yang tetap mau. Demi tampil outdoor looks with city vibes, duit segitu jadi terasa receh. Pokoknya waktu itu, nggak peduli caranya, harus punya Suzuki Jimny.
Dari antrean inden ke antrean diskon
Namun waktu, seperti biasa, adalah makhluk yang sabar tapi kejam. Lima tahun kemudian, 2025, kabarnya Suzuki Jimny yang dulu langka sekarang malah nganggur di gudang.
Banyak unit menumpuk di stockyard, menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Yang dulu rebutan, sekarang malah saling tolak-tolakan. Yang dulu bilang, “Wah ini mobil keren banget!” sekarang lebih sering bilang, “Kecil amat, tapi kok mahal segitu?”
Pihak Suzuki Mobil sampai harus memberi diskon besar-besaran, bahkan sampai puluhan juta, demi menggoda hati calon pembeli yang mulai ragu. Beberapa dealer bahkan terpaksa “nge-bundle” unit Suzuki Jimny bareng promo servis gratis biar kelihatan lebih menggoda.
Kata teman saya yang sales Suzuki, “Sekarang Jimny tuh kayak mantan yang dulu susah banget dideketin, tapi sekarang sering nge-chat duluan nanya kabar.”
Baca halaman selanjutnya: Dulu antre inden, sekarang antre masuk gudang.














