Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Dulu Bikin Orang Rela Inden, Sekarang Bikin Dealer Pusing: Suzuki Jimny dan Karma dari Kesombongan Mobil Kotak Setengah Miliar

Alan Kurniawan oleh Alan Kurniawan
30 Oktober 2025
A A
Suzuki Jimny, Karma Mobil Setengah Miliar yang Terlalu Sombong MOJOK.CO

Ilustrasi Suzuki Jimny, Karma Mobil Setengah Miliar yang Terlalu Sombong. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika dunia sudah berubah, Suzuki Jimny Tetap Jimny

Masalah utamanya, bukan karena Suzuki Jimny jadi jelek. Enggak. Secara desain, Jimny tetap ikonik, gagah, dan tetap bisa menatap mobil-mobil lain dengan wajah kotak bangga yang seolah bilang, “Aku nggak butuh aerodinamika biar keren.”

Tapi dunia otomotif bergerak cepat. Saking cepatnya, Jimny yang tadinya tampak seperti perwujudan “mobil masa depan yang retro” sekarang malah terlihat seperti “mobil masa lalu yang belum sempat update software”.

Dulu, gaya retro dianggap keren. Sekarang, retro tapi boros bensin dianggap “tidak efisien”. Dulu tampilan kotak bikin macho. Sekarang tampilan kotak bikin dibilang mirip odong-odong listrik dari Tiongkok. Ya, datanglah era mobil listrik mungil, yang pelan-pelan mulai menggoyang singgasana Suzuki Jimny.

VinFast VF3 dan Chery J6: Sang penantang baru

Coba lihat VinFast VF3, mobil listrik kecil asal Vietnam yang tampangnya unapologetically boxy tapi lucu, imut, dan harganya jauh lebih bersahabat. Atau Chery J6, mobil listrik mungil yang gayanya seperti anak Jimny yang dikuliahkan di luar negeri dan pulang dengan selera desain yang lebih modern.

Mereka hadir dengan konsep serupa. Mereka kecil, ringkas, punya tampang SUV, tapi eco-friendly dan bebas BBM. 

Sementara Suzuki Jimny masih bangga dengan mesin bensinnya yang 1.5 liter dan suara knalpotnya yang “khas petualang sejati”. Padahal, di tengah harga Pertamax yang makin meroket, kata “petualang sejati” itu mulai terdengar seperti “pengeluaran sejati”.

Harga VinFast VF3 diperkirakan di bawah Rp300 juta

Sedangkan Suzuki Jimny? Di atas Rp450 juta bahkan untuk versi standar, dan bisa tembus Rp500 juta lebih untuk varian dua pintu.

Nah, di sinilah banyak calon pembeli mulai mengelus dada sambil mikir. “Lha buat apa beli mobil kecil mahal-mahal kalau sekarang udah bisa dapet listrik murni, bebas pajak, dan ada fitur ADAS-nya segala?”

Jimny memang legendaris. Tapi sayangnya, legenda tak selalu relevan di zaman serba digital dan eco-friendly ini.

Karma dari strategi langka

Bisa jadi, ini adalah karma dari strategi awal Suzuki yang terlalu membuat Jimny eksklusif. Begitu sulitnya dulu mendapatkan unit, sampai orang rela inden bertahun-tahun.

Lalu, ketika akhirnya Suzuki membuka keran produksi lebih besar, tren-nya sudah keburu lewat. Konsumen zaman sekarang sudah beda. Mereka bukan cuma beli tampilan, tapi juga value.

Mobil kecil tapi boros, mahal tapi fiturnya standar, dan tampil retro tapi tanpa konektivitas modern? Sulit bersaing. Apalagi di era di mana mobil listrik makin digandrungi karena bebas ganjil-genap dan punya subsidi pemerintah.

Suzuki Jimny yang dulu dibilang “mobil untuk petualangan sejati” kini lebih sering nongkrong di parkiran mal. Sebelahan dengan mobil listrik yang parkir gratis sambil ngecas.

Masalah citra dan fungsi Suzuki Jimny

Kalau dipikir-pikir, Jimny ini seperti cowok yang kelihatan kuat, tapi sebenarnya malas olahraga. Tampilannya gagah dan maskulin, tapi performanya biasa saja. Mesinnya kecil, tenaganya pas-pasan, dan kabin sempit.

Iklan

Untuk benar-benar off-road, Suzuki Jimny terlalu kecil dan terlalu mahal buat dipreteli lumpur. Untuk harian di kota, dia terlalu kaku dan tidak efisien. Jadi, siapa sebenarnya target pasarnya?

Kebanyakan pembeli Jimny adalah orang yang mau tampil beda. Tapi sekarang, tampil beda bukan cuma soal bentuk, tapi juga teknologi.

VinFast VF3 dan Chery J6 justru menawarkan keunikan yang lebih relevan dengan zaman. Keduanya punya desain futuristik, teknologi modern, tapi tetap lucu dan ringan.

Jimny? Masih mengandalkan character and heritage. Dua kata yang makin terdengar seperti alasan nostalgia dibanding inovasi.

Dari idaman jadi pelajaran jatuhnya Suzuki Jimny

Bagi saya, kejatuhan Suzuki Jimny ini sebetulnya bukan kabar buruk. Ini pengingat bahwa dunia otomotif sekarang bukan lagi tentang siapa yang paling keren di brosur, tapi siapa yang paling adaptif di lapangan. Suzuki mungkin perlu memikirkan ulang strategi produknya.

Bisa saja Jimny listrik atau hybrid jadi solusi di masa depan. Tapi kalau tetap kekeh dengan mesin bensin dan harga setengah miliar, siap-siap saja bersaing dengan mobil listrik yang makin pintar, makin murah, dan makin banyak.

Sementara itu, para pemilik Jimny yang dulu bangga karena mobilnya langka, sekarang harus menghadapi kenyataan bahwa “langka” itu tidak selalu berarti “dicari”. Kadang, “langka” juga bisa berarti “tidak diminati”.

Lucunya, sekarang yang dulu susah-susah inden Suzuki Jimny bisa senyum puas. Soalnya, unit yang dulu mereka perjuangkan mati-matian, kini bisa didapat dengan diskon besar dan bonus kaca film gratis.

Ironi yang indah, bukan?

Suzuki Jimny mungkin masih tampan. Tapi, di zaman mobil listrik yang makin berisik promonya, tampan saja tidak cukup. Sekarang pembeli butuh mobil yang bukan cuma bisa diajak gaya, tapi juga bisa diajak hemat, cerdas, dan… ngecas.

Dan di situlah Suzuki Jimny harus belajar lagi. Dari raja antrean menjadi murid di kelas realitas pasar.

Penulis: Alan Kurniawan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Suzuki Jimny Katana: Enak Dipandang, Nyiksa di Pinggang dan catatan menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: harga Suzuki Jimnyinden Suzuki JimnyJimnymobil Jimnymobil Suzukimobil Suzuki Jimnypromo Suzuki JimnysuzukiSuzuki Jimny
Alan Kurniawan

Alan Kurniawan

Jebolan lama UKSW Salatiga, yang garis takdirnya membawanya menjadi auditor di salah satu perusahaan otomotif terkemuka di (masih) Ibu Kota Jakarta. Seorang petrolhead garis keras yang sesekali menumpahkan isi kepalanya ke ruang-ruang sunyi di internet.

Artikel Terkait

Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO
Otomojok

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Ilustrasi motor Suzuki MOJOK.CO
Otomojok

Betapa Sulitnya Tidak Membenci Suzuki, yang Katanya Pantas Kita Sayangi, Meski Kadang Bikin Jengkel Setengah Mati

28 November 2025
Suzuki Satria Pro: Bukti Suzuki Selalu Berhasil Bikin Produk Gagal MOJOK.CO
Otomojok

Suzuki Satria Pro Si Buruk Rupa: Bukti Suzuki Tidak Pernah Gagal Menciptakan Produk Gagal dan Entah Kenapa Mereka Masih Bangga dengan Kegagalan

12 November 2025
Vario 125 dan Suzuki Spin 125 Bikin Anakku Jadi Lebih Sabar MOJOK.CO
Otomojok

Dari Vario 125 ke Suzuki Spin 125: Misi Seorang Ayah Cari Motor Seken untuk Anak Bujang Magang di Lombok

21 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
pendatang di jogja.MOJOK.CO

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.