Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Obsesi Aneh Awet Sampai Kiamat Bakal Membunuh Suzuki. Maka, Saatnya Suzuki, Meniru Sisi Gelap Honda dan Yamaha

Mita Idhatul Khumaidah oleh Mita Idhatul Khumaidah
18 Januari 2025
A A
Suzuki, Tinggalkan Obsesi Aneh Itu, Tiru Honda dan Yamaha! MOJOK.CO

Ilustrasi Suzuki, Tinggalkan Obsesi Aneh Itu, Tiru Honda dan Yamaha! (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bikin produk yang tidak sempurna

Langkah selanjutnya yang bisa Suzuki tiru dari Honda dan Yamaha untuk mendongkrak pemasukan bengkel barunya adalah ini: bikinlah produk yang tidak sempurna.

Honda dan Yamaha punya beragam produk dengan desain yang mampu membikin Michelangelo menangis terharu. Tetapi, keduanya punya kekurangan fundamental yang belum dibenahi hingga sekarang. Honda punya penyakit rangka keropos, sedangkan Yamaha punya masalah kelistrikan yang sering ngadat.

Motor Honda saya memakai rangka terbaru yang ringkih itu. Ketika kabar mengenai rangka keropos tersebut viral, saya meluangkan waktu di suatu siang untuk melongok jeroan motor saya untuk kemudian jengkel setelahnya. Namun, seiring bertambahnya umur dan kedewasaan, saya mampu melihat kasus rangka keropos ini sebagai strategi purnajual ciamik yang diterapkan Honda. 

Ingat, masalah selalu hadir dengan solusi. Sebagai produsen yang baik, Honda tentu ingin hadir sebagai solusi transportasi di tanah air. Jika masalahnya tidak ada, maka kenapa tidak diadakan saja sekalian, lengkap dengan solusinya?

Maka diciptakanlah masalah berupa rangka rapuh tersebut. Sebagai solusi, Honda memberikan jaminan 5 tahun khusus untuk rangka terbaru mereka. Bagi pelanggan yang motornya kadung patah, Honda memberikan diskon bagi pembelian rangka di dealer resmi mereka. 

Ini langkah yang strategis karena Honda mengesankan sedang memberi jaminan purnajual yang luar biasa baik. Cara ini sekaligus mendorong penjualan suku cadang mereka. Betapa brilian!

Obsesi aneh Suzuki

Selama ini, Suzuki seperti terobsesi untuk menciptakan motor yang bisa dikendarai hingga akhir zaman. Itu obsesi yang mulia, tentu saja, tetapi dampaknya malah membikin bengkel resminya sendiri gulung tikar. 

Jika tidak ada keluhan, untuk apa datang ke bengkel, begitulah cara berpikir mayoritas pelanggan Suzuki. Masalahnya, motor mereka tetap melaju sesehat atlet Olimpiade meski jarang ganti oli, dimuati beban terlalu banyak, dan tak pernah menyambangi bengkel manapun sejak keluar dari dealer.

Maka, Suzuki, tolong tirulah langkah Honda dan Yamaha di atas. Ciptakanlah cacat fundamental pada produk kalian. Jika rangka keropos sudah menjadi DNA Honda dan kelistrikan getas identik dengan Yamaha, maka liriklah sektor lain.

Saya pribadi menyarankan sektor cover body sebagai sumber masalah yang bisa dipilih. Kita semua tahu bahwa mayoritas desain bodi motor Suzuki pantas dihujat. Maka, kenapa tidak menambahkan masalah kualitas bahan cover body saja di sana?

Bisa makin terpuruk

Suzuki lebih dari sekadar mampu untuk membikin cover body dari bahan gypsum, asbes, atau kaleng larutan Cap Kaki Tiga. Pokoknya segala bahan yang membuat pemilik motornya merasa was-was tiap membuka pintu garasi. Jangan lupa pula melaburnya dengan cat akrilik, lebih bagus lagi soda kue, agar masalahnya kian tak tertangani.

Jika masalah sudah dihadirkan, maka datangkanlah solusi. Sediakanlah cover body berkualitas tinggi seperti yang kalian gunakan selama ini di segala motor bikinan kalian. Setelah itu, gantung di langit-langit ratusan bengkel resmi yang baru saja kalian dirikan. 

Bubuhkan kata-kata ajaib seperti: “Kami Peduli pada Kualitas karena Kami adalah Suzuki” di plastik pembungkus. Terakhir, kasih banderol harga yang sedikit lebih mahal daripada produk serupa dari pabrikan lain.

Saya dan Mawar agak sangsi Suzuki sudi melakukan apa yang kami sarankan di atas. Besar kemungkinan dewan direksi enggan membaca tulisan ini. 

Iklan

Namun, jika mereka terus mengabaikan layanan purnajual akibat jumlah bengkel resmi yang langka atau kualitas produk yang keterlaluan bagusnya, maka lebih besar lagi kemungkinan mereka akan terus terpuruk sehingga satu-satunya hal produktif yang mampu mereka lakukan di kala senggang adalah mengenang kejayaan masa silam.

Bagaimanapun, wahai Suzuki, biarlah urusan kenang-mengenang kejayaan menjadi kerjaan fans Setan Merah, kamu jangan ikut-ikutan.

Penulis: Mita Idhatul Khumaidah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kelebihan Sepeda Motor Suzuki yang Membunuh Bengkel Resminya Sendiri dan analisis menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2025 oleh

Tags: bengkel suzukicover body suzukidealer Suzukihondamotor suzukirangka hondasuzukiyamaha
Mita Idhatul Khumaidah

Mita Idhatul Khumaidah

Staf pengajar dan pelapak daring paruh waktu, ibu rumah tangga penuh waktu.

Artikel Terkait

Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO
Otomojok

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO
Eksplor

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO
Otomojok

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.