Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Mobil Listrik Makin Nggak Menarik ketika Tarif Dasar Listrik Bakal Naik

Ketimbang mobil listrik, motor listrik masih sangat mungkin untuk kita gapai dengan mengganti baterainya di hari kerja dan mengisinya di rumah untuk akhir pekan.

Christian Evan Chandra oleh Christian Evan Chandra
24 Mei 2022
A A
Mobil Listrik Makin Nggak Menarik ketika Tarif Dasar Listrik Bakal Naik MOJOK.CO

Ilustrasi mobil listrik. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berbeda dengan mobil listrik yang tergolong menyedihkan kondisinya saat ini, motor listrik lebih mudah dijangkau dan lebih ramah.

Kenaikan harga batu bara sebagai bahan baku listrik belum juga berakhir. Pemerintah memutuskan menaikkan tarif dasar listrik untuk pelanggan berdaya 3.000 W ke atas. Apa kabar cita-cita jalanan dipenuhi kendaraan elektrik, terutama mobil listrik di masa depan?

Batas 3.000 W menjadi pemisah di mana pelanggan berdaya lebih dari itu dianggap sebagai pelanggan mampu. Hal ini tentu menyedihkan bagi pembeli rumah besutan pengembang yang terkenal dengan jargon “minggu depan harga naik”, baik baru maupun bekas. Biarpun ukurannya mungil dengan luas tanah yang lebih kecil dari rumah bersubsidi dan kamarnya hanya dua, daya listrik sudah mencapai 4.400 W sejak diserahterimakan oleh pengembang.

Jagat TikTok diramaikan oleh mereka yang kesal karena sebelumnya melakukan peralihan atas listrik dan kompor mereka dari menggunakan elpiji ke energi listrik beserta kenaikan daya. Belum lagi para pengusaha UMKM yang memang membutuhkan kenaikan daya tersebut untuk menyalakan berbagai peralatan elektronik penunjang usahanya di rumah.

Ini saja sudah terjadi ketika orang Indonesia belum banyak yang menggunakan mobil listrik, bagaimana setelah beralih? Apakah kita masih bisa berharap banyak akan pengalaman mengisi energi kendaraan tanpa perlu mencari SPKLU dan mengantre di sana?

Mobil listrik yang ada sekarang ini mahal dan membutuhkan daya besar untuk mengecasnya 

Kebanyakan mobil listrik yang baterainya dalam keadaan penuh bisa melibas jarak hingga 300 kilometer itu menggunakan charger berdaya 6.600 W. Jika mau mengecasnya di rumah, pengguna masih memakan waktu sekitar enam jam.

Portable charger berdaya 3.600 W bisa digunakan, tetapi waktunya memanjang hingga 12 jam. Ya, sebenarnya durasi ini wajar-wajar saja, sih. Selama dalam sehari, penggunaannya tidak melebihi dua jam dan kecepatannya seperti lalu lintas kota besar pada umumnya seperti Jakarta atau Surabaya. Selamat mengecas mobil listrik di akhir pekan untuk digunakan di hari kerja.

Masalahnya, mobil listrik yang jarak tempuhnya sejauh ini masih mahal. Meskipun pabriknya sudah ada di Tanah Air, mahalnya baterai dan biaya riset membuat harga mobil listrik tetap di atas Rp600 jutaan.

Kita lihat saja tahun lalu, ketika Hyundai Kona masih tersedia dalam varian mesin bensin dan elektrik. Harganya berselisih lebih dari Rp300 juta alias membeli satu mobil listrik menghabiskan kocek hampir sama dengan dua mobil bensin. Mau ditekan sedalam apapun fiturnya, mobil bensin tetap lebih cocok untuk kalangan menengah atas bukan?

Harapan pada Wuling Macaron yang ternyata juga tidak semanis itu

Harapan masyarakat tertuju pada Wuling Macaron, mobil listrik yang terkenal murah meriah di Cina dan pernah saya bahas juga sebelumnya di Mojok. Tidak jarang saya membaca ada warga yang berharap mobil itu bisa dijual di sini dengan harga Rp85 juta, alias harga jual di Cina yang telah dikenakan insentif pajak mobil listrik.

Padahal, saya sudah melakukan estimasi sederhana bahwa paling tidak mobil itu datang seharga Rp127-146 juta. Jelas tidak murah-murah amat jika dibandingkan Daihatsu Ayla dengan jarak tempuh lebih minim, tenaga mesin lebih besar, dan ruang belakang yang lebih lega. Namun, memang, Wuling lebih kaya fitur dan hemat ruang untuk mereka yang berkendara sendirian atau berdua.

Akan tetapi, Macaron yang saya bahas itu hanya memiliki jarak tempuh sejauh 170 kilometer. Itu saja dengan baterai yang lebih besar alias bukan varian terendah. Varian terendah Macaron hanya mampu melibas jarak 120 kilometer dengan sekali pengisian penuh dan ternyata membutuhkan pengecasan selama 6,5 sampai delapan jam untuk bisa melakukannya. Maklum, home charger miliknya ternyata hanya memiliki daya 1.600 W.

Terdengar manis, tetapi ini berlaku jika Anda bisa memastikan bahwa ketika mobil listrik ini dicas, peralatan elektronik yang menyala di rumah tidak lebih dari satu pendingin ruangan berkapasitas 1/2 PK berdaya 380 W dan satu kulkas dua pintu dengan daya sekitar 90 sampai 120 W. Dalam situasi seperti ini, konsumsi daya sudah mencapai 2.100 W alias mepet dengan kapasitas daya listrik terendah sebelum 3.300 W, yaitu 2.200 W.

Jika kelak kenaikan tarif dasar listrik untuk daya 3.000 W ke atas ternyata tidak cukup, Pemerintah mungkin saja menaikkannya juga untuk daya listrik 2.200 W mengingat dia tidak masuk dalam kelompok bersubsidi dan bahkan rumah-rumah mewah baru masih banyak yang memiliki daya sebesar ini. Mengandalkan fast charger di SPKLU? Durasinya masih berada di sekitar 1,5 jam untuk varian dengan jarak tempuh 120 kilometer alias lama.

Iklan

Lebih buruknya lagi, situs resmi Wuling mulai menjajaki peluang jika pelanggan mau membeli mobil ini seharga Rp200-250 jutaan. Ya, dia masih terlihat menarik untuk pekerja SCBD dengan catatan bahwa pembebasan ketentuan ganjil genap terhadap mobil listrik masih berlaku. Jika mobil ini hendak digunakan di Yogyakarta, misalnya, mungkin saya lebih memilih Daihatsu Rocky.

Motor listrik lebih make sense untuk dimiliki

Berbeda dengan mobil listrik yang tergolong menyedihkan kondisinya saat ini, motor listrik lebih mudah dijangkau dan lebih ramah pula terkait pengecasannya. Volta 401 dan Smoot Tempur dijual dengan harga di bawah Rp20 juta alias cukup bersaing dengan Yamaha Gear dan Honda Beat.

Charger Smoot hanya membutuhkan daya 200 W selama lima jam untuk menempuh jarak 70 kilometer. Charger Volta membutuhkan daya tidak lebih dari 480 W selama enam sampai delapan jam untuk menempuh jarak 55 W.

Keduanya tidak perlu menghabiskan waktu lama jika kehabisan daya listrik di luar rumah. Mereka memiliki fitur lain, yaitu menukar baterai yang hanya membutuhkan hitungan detik.

Estimasinya hanya memakan waktu sembilan detik alias kurang lebih mirip dengan durasi satu kali pit stop di ajang balap NASCAR atau Indycar. Ditambah lagi, keberadaannya di Yogyakarta sudah tersedia untuk Volta ketika Smoot dikabarkan akan menyusul tahun ini.

Soal performa, Volta 401 dan Smoot Tempur masing-masing dapat mencapai kecepatan 55 km/jam dan 70 km/jam. Suatu torehan yang tergolong sangat baik untuk penggunaan sepeda motor sehari-hari alias tidak boleh mengebut.

Akhir kata, saya turut memohon maaf atas harapan berlebihan yang muncul terhadap mobil listrik terjangkau demi mengisi energi bebas antre. Akan tetapi, motor listrik masih sangat mungkin untuk kita gapai dengan mengganti baterainya di hari kerja dan mengisinya di rumah untuk akhir pekan.

Performanya mengesankan, kemampuan jarak tempuh cukup menarik, dan suaranya sangat kecil sampai hampir tidak terdengar. Semangat!

BACA JUGA 4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran dan ulasan menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Penulis: Christian Evan Chandra

Editor: Yamadipati Seno

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2022 oleh

Tags: mobil listrikmotor listriktarif dasar listrikwulingWuling Macaron
Christian Evan Chandra

Christian Evan Chandra

Pecinta ilmu aktuaria dengan hobi seputar menulis, kuliner, dan gadget.

Artikel Terkait

5 Barang dan Jasa yang Seharusnya Mulai Dijual Indomaret MOJOK.CO
Esai

Indomaret Sebagai Bagian dari Kehidupan Kita Sudah Saatnya Mempertimbangkan Menyediakan 5 Barang dan Jasa dengan Potensi Cuan Ini

8 November 2025
BYD M6, Raja Baru Mobil Listrik yang Membuat Wuling Ketakutan MOJOK.CO
Otomojok

BYD M6 Berhasil Menjadi Raja Baru Mobil Listrik di Indonesia yang Bisa Membuat Wuling Ketakutan

23 April 2025
Menikmati Layanan Baru Mobil Listrik Gojek di Bandara YIA: Cepat, Aman, Nyaman, dan Cocok Untuk Perjalanan Wisata.MOJOK.CO
Ragam

Menikmati Layanan Baru Mobil Listrik Gojek di Bandara YIA: Cepat, Aman, Nyaman, dan Cocok Untuk Perjalanan Wisata

11 Oktober 2024
sepeda listrik
Ragam

Suka Duka Pakai Sepeda Listrik Sebelum Ngetren, Jadi yang Pertama saat SMA hingga Kuliah di UGM Jogja

13 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.