Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda Verza 150 untuk Pria Sayang Mama dan Cinta Pertanian

Eksan Susanto oleh Eksan Susanto
13 September 2017
A A
170913 OTOMOJOK honda versa petani sayur

170913 OTOMOJOK honda versa petani sayur

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejauh ini rubrik Otomojok lebih banyak dijejali motor atau mobil berkelas yang menyasar kelas menengah ke atas ketimbang kendaraan sekelas motor Honda WIN100 dan Honda Karisma. Untuk akhi-akhi yang ingin terlihat lebih lakik tapi dompet sering cupet karena gaji hanya sesuai UMK tanpa bonus dan beberapa kali terpaksa libur kontrak di akhir bulan, tak perlu muluk-muluk pengin beli Kawasaki Ninja atau Honda CBR150, apalagi jika tubuh kalian nggak segagah Hamish Daud atau Jeremy Thomas. Kepada kalian, saya ingin berbagi informasi mengenai satu solusi motor yang cocok buat kalian. Namanya Honda Verza 150.

Apa jadinya jika kalian punya Ninja, Satria FU, atau CBR150 tapi aktivitas kalian melulu di kantor atau pabrik yang tiap berangkat pagi dan pulang sore selalu terjebak macet atau minimal jalanan padat merayap? Sialnya, kalian juga tidak bisa lewat jalan tol seperti Pak Edi yang dengan pongah bejek gas hingga 200-an km/jam di balik kemudi Honda Accordnya. Jangankan ngegas sampai 100 km/jam, bisa konsisten 60 km/jam sejauh tiga ratus meter saja sudah alhamdulillah. Tak percaya ? Coba lewat Jalan Diponegoro atau Jalan Darmo di Surabaya pas sore menjelang Magrib.

Kemacetan terkutuk yang demikian akan sangat menyiksa jika kalian mengendarai kendaraan yang berat dan bongsor, atau kendaraan yang demikian boros bahan bakarnya. Masak iya tiap berhenti di lampu merah kalian matikan dulu mesinnya si Satria FU hanya untuk mengirit bahan bakar? Atau karena saking macetnya kalian lebih memilih menuntun si FU ini?

Maka daripada itu, tak ada salahnya menengok Verza 150 yang konsep bodinya sudah disesuaikan dengan perawakan orang Indonesia. Dan yang terpenting, harganya relatif murah dibanding motor sport 150 cc lain: 18 sampai 19 jutaan kalau beli tunai.

Verza 150 yang beratnya tak sampai 130 kiloan juga lincah meliuk-liuk di jalanan padat. Honda juga sudah membekalinya dengan teknologi injeksi bahan bakar PGM-Fi sehingga keiritan bahan bakarnya tiada tanding di kalangan 150 cc lain, cocok buat kalian yang selalu cupet di tengah bulan.

Meski cukup ringan untuk ukuran motor sport (saya bilang gitu karena tiap nyervis di AHM selalu kena tarif motor sport), si Verza cukup tangguh melibas jalanan. Motor ini dilengkapi mesin 4 tak, silinder tunggal dengan sistem SOHC (single overhead cam, jadi maklumi jika larinya nggak sekencang FU, namanya aja motor irit), serta dilengkapi pendingin. Tipe transmisinya manual 5-percepatan.

Konsep bodi Verza yang nggak nungging seperti Yamaha R15 dan didukung sistem suspensi ganda akan memberikan kenyamanan bagi kalian. Posisi punggung dan kepala kalian maupun gebetan di belakang bisa tegak, jadi agak sulit cari yang ena-ena atau mbathi. Percayalah, posisi tegak kalian sebagai pengemudi menambah 15% kegagahan kalian yang merupakan cara lebih elegan untuk memesona lawan jenis.

Nilai lebihnya, emak-emak kalian juga akan diantar ke pasar karena tak perlu risih. Coba kalian boncengin pakai R15 atau FU … membayangkan saja saya sudah terpingkal-pingkal. Sesungguhnya pemakai Verza memakai lelaki baik-baik yang sayang mama.

Terkait ketangguhan dan keiritan bahan bakar, saya punya pengalaman ketika menempuh perjalanan Gresik—Blora, tepatnya ke Desa Ketringan di Kecamatan Jiken yang berjarak 165 km dengan kontur jalan menanjak dan jalan makadam menembus hutan jati. Saya perlu waktu tiga jam untuk sampai tujuan dan bahan bakar yang dihabiskan tidak lebih dari enam liter pertamax PP (330 km). Tak bisa dibayangkan jika kalian naik FU dengan jarak segitu, butuh berapa bahan bakar dan betapa sakitnya punggung kalian karena suspensi yang tak tahan dengan jalan berlubang walau sedikit sekalipun.

Selain itu, jika kalian netizen dari desa yang punya orang tua/kalian sendiri adalah petani atau buruh pabrik, Verza akan banyak membantu kalian berperan memberi sumbangsih dalam dunia pertanian. Jauh-jauh hari, julukan sebagai motor pekerja sudah tersemat di setang Verza ini. Kerangka diamond steel dengan bahan pipa baja dan suspensi dual shock-nya tangguh dan kokoh menahan beban. Contohnya, beban gabah atau beras sekarung yang kalian angkut ke penggilingan selepas panen tak menjadi masalah berarti walaupun jalanan yang ditempuh harus naik turun.

Satu lagi bukti nyata bahwa bukan cuma FU yang bisa nikung: saya dan Verza putih keluaran 2014 berhasil menikung gebetan teman yang pakai Satria FU loh. Kalau jodoh benar di tangan Tuhan, tidak perlu merasa bersalah kan? Verza cuma cuma membantu mengantarkan saya pada jodoh saya. Sekarang mbak-mbak hasil tikungan itu ya benar sudah menjadi istri saya. Hahaha.

Jadi, kalau keluaran 2014 saja bisa nikung Satria FU, apalagi seri facelift-nya yang dipercantik dengan striping baru yang lebih sporty dan suspensi belakang yang tak lagi berwarna merah, melainkan hitam sehingga lebih maskulin. Bagi kami pemakai Verza, sudah saatnya lagu NDX direvisi: ra Verza ra oleh dicinta ….

Ngomong-ngomong masalah kelemahan, jika kalian penggila kecepatan yang disukai kimcil kepolen, jangan pilih Verza. Salah satu implikasi bahan bakar irit memang power menjadi rendah. Dan power Verza termasuk yang paling rendah di kelasnya, kecepatan maksimum hanya 110km/jam. Speedometer-nya juga masih setengah analog, setengah digital.

Beberapa indikator pun tidak ada, seperti indikator gigi. Mesin dan rantai lumayan berisik, rem belakang masih menggunakan tromol, dan bodinya itu lo, dewasa banget, kalau tak ingin disebut tua. Tapi, di situlah nilai yang tak banyak dilihat orang. Perempuan yang ingin serius selalu mencari pria dewasa yang matang, catat itu.

Iklan

Jadi, jelas kan prinsip kami lelaki pengguna Verza: buat apa beli motor ngebut kalau ketemunya jalan macet? Buat apa beli motor modus kalau bisa modus dengan cara elegan? Buat apa kuliah di IPB kalau nggak punya sumbangsih untuk pertanian Indonesia?

Dan yang paling penting: buat apa beli motor keren tapi nggak bisa ngantar ibumu ke pasar? Memangnya surga sudah pindah ke pelukan gebetan?

Pria-pria sayang mama, bersatulaaah! *now playing “Cinta untuk Mama“*

Terakhir diperbarui pada 13 September 2017 oleh

Tags: hondahonda verza 150satria fuyamaha r15
Eksan Susanto

Eksan Susanto

Artikel Terkait

Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO
Otomojok

Vario 150: Motor Honda Terbaik tapi Paling Mengancam Kewarasan dan Bikin Malu, Takut Gak Bisa Nyicil Setelah Jadi Pengangguran Akhirnya Diselamat Ibu

21 Mei 2026
Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO
Sehari-hari

Suzuki Satria FU: Dulu Motor yang Bikin Tampan dan Idaman Pasangan, Tapi Kini Terasa Jamet dan Memalukan

22 April 2026
Supra X 125, Motor Honda yang Menderita dan Nggak Masuk Akal MOJOK.CO
Otomojok

Supra X 125 Adalah Motor Honda Penuh Penderitaan dan Nggak Masuk Akal, tapi Menjadi Motor Paling Memahami Derita Keluarga Muda

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Pentingnya keamanan siber di dunia digital. MOJOK.CO

Idul Adha: Refleksi untuk Kita yang Rela Mengorbankan Data Pribadi Dijual Secara Bebas Tanpa Tahu Kefatalannya

28 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.