Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda Supra X 125: Tetap Juara di Pelosok Indonesia

Honda Supra X 125 dengan transmisi yang bisa diatur sesuai kebutuhan dan tenaga mesin yang mampu dimaksimalkan memang ideal untuk jalanan yang tidak rata.

Tiara Uci oleh Tiara Uci
20 Maret 2023
A A
Honda Supra X 125 Tetap Juara di Pelosok Indonesia MOJOK.CO

Honda Supra X 125 Tetap Juara di Pelosok Indonesia MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Honda Supra X 125 yang irit bahan bakar

Saya kira, Honda Supra X 125 dipilih warga pelosok desa salah satunya karena irit bahan bakar. Honda Supra X 125 diklaim oleh PT. Astra Honda Motor (AHM) bisa melaju sejauh 57 km per liter. Meskipun irit dan tidaknya motor itu relatif dan tergantung pada banyak faktor. Namun, dengan kopling semi-otomatis yang dimiliki Honda Supra X 125 membuat motor satu ini tetap lebih irit BBM ketimbang motor matik CVT. 

Honda Supra X 125 juga dibekali mesin dengan ukuran bore x stroke 52,4 x 57,9 millimeter dengan kompresi 9,3:1 yang berarti mesin ini cukup aman menggunakan Pertalite (RON 90). Hal ini menjadi penting karena di daerah pelosok harga bensin mahal. Kalau membeli motor yang tidak bisa diisi Pertalite banyak ruginya. 

Nggak hanya itu, di daerah pelosok penjual bensin ecerannya mayoritas jualan Pertalite bukan Pertamax Turbo. Jadi, membeli Honda PCX 160 atau Vario 160 atau motor dengan kompresi besar lain justru tidak logis kecuali jika kebutuhannya untuk gaya-gayaan. 

Jumlah bengkel resmi untuk Honda Supra X 125 bisa dihitung dengan jari 

Selain susah menemukan SPBU, menemukan bengkel resmi di pelosok juga tak kalah sulitnya. Umumnya, bengkel resmi hanya terdapat di kota kabupaten dan lokasinya menempel dengan dealernya. 

Jika ingin servis ke bengkel resmi, penduduk di pelosok harus pergi jauh sampai ke kota. Itu saja jika kotanya masih berada dalam satu pulau. Lha, kalau posisi kota kabupatennya di pulau lain, mereka harus menyeberangi lautan hanya untuk servis motor. 

Banyak penduduk di pelosok biasanya lebih memilih ke bengkel sederhana yang dekat dengan kampungnya. Jika untuk membersihkan karburator saja biayanya sekitar Rp30 ribu, ganti oli ongkosnya sekitar Rp15 ribu. Nggak jarang, penduduk pelosok juga servis motornya sendiri di rumah. Kondisi seperti ini membuat warga pelosok lebih tertarik dengan motor bebek yang mudah dibongkar. 

Honda Supra X 125 selain terkenal memiliki mesin bandel, perawatannya juga mudah, komponen mesinnya mulai dari karburator hingga filter udara dan filter bensin bisa dibersihkan sendiri di rumah. Ganti busi juga mudah. Bahkan jika top speed-nya mulai menurun lantaran piston aus atau mungkin pilot jet dan main jet sudah tidak berfungsi dengan baik semuanya bisa diselesaikan oleh bengkel tidak resmi di kampung. Spare part Honda Supra X 125 dari semua generasi juga mudah dibeli, bajakannya pun banyak sekali, dan harganya relatif murah. 

Mesin bandel, BBM irit dan perawatan mudah menjadikan Honda Supra X 125 tetap menjadi idola di pelosok desa. Kehadiran motor matik memang menggoda, tapi motor bebek tetaplah pilihan utama. 

Perspektif pelosok orang Jawa perlu diluruskan 

Mungkin ada di antara Anda yang bergumam “Ah, di pelosok pasti banyak motor matik, sebab angka penjualan motor matic di Indonesia tertinggi.” Bentar, tenang dulu, mari kita samakan pandangan tentang pelosok. 

Kita yang hidup di Jawa sering menganggap tempat yang jarang didengar sebagai daerah pelosok, padahal belum tentu. Misalnya, ketika saya berpamitan ke teman akan pergi ke Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, teman saya mengatakan Bacan itu daerah pelosok. 

Bacan, yang lebih populer di telinga kita lantaran batu akiknya itu sebenarnya adalah nama pulau. Pulau Bacan memiliki tujuh kecamatan dan kota kabupatennya sekaligus pusat administrasi kabupaten Halsel berada di pulau ini. Oleh sebab itu, dalam pandangan penduduk lokal (warga Halsel) Bacan bukan pelosok, tetapi kota kabupaten. 

Salah satu ciri yang mudah dikenali apakah kita sudah sampai ke daerah pelosok atau masih di kota kabupaten adalah dengan melihat jenis motor dan jumlah SPBU-nya. Jika kita berada di daerah yang jalannya dipenuhi banyak motor matik dan masih melihat kehadiran SPBU meskipun hanya satu, tandanya kita masih berada di kota. Nah, kalau sudah banyak melihat motor bebek, tidak menemukan SPBU, artinya kita sudah mulai masuk pelosok Indonesia.

Jika Anda mengatakan di pelosok banyak motor matik, mungkin saja pelosok yang kalian maksud ternyata masih sebuah kota kabupaten. Hidup Honda Supra X 125!

BACA JUGA Honda Supra X Emang Tangguh di Jalan Terjal, Bukan di Jalan Aspal dan analisis menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Iklan

Penulis: Tiara Uci

Editor: Yamadipati Seno 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2023 oleh

Tags: hondaHonda SupraHonda Supra XHonda Supra X 125
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

Artikel Terkait

Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO
Otomojok

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Honda Scoopy Jual Tampang Bikin Malu, Mending Supra X 125
Pojokan

Honda Scoopy yang Cuma Jual Tampang Seharusnya Malu kepada Supra X 125 yang Tampangnya Biasa Saja, tapi Mesinnya Luar Biasa

28 Februari 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co
Pojokan

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.