Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Nekat Naik Cititrans, Bus Ala-ala Pesawat Kelas Bisnis dari Jakarta ke Jogja, Demi Balas Dendam kepada Kemiskinan KA Ekonomi

Khoirul Atfifudin oleh Khoirul Atfifudin
27 Maret 2025
A A
Cititrans Jakarta-Jogja: Wujud Balas Dendam kepada Kemiskinan MOJOK CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Inilah pengalaman saya menggunakan bus Cititrans dari Jakarta menuju Jogja. Ini adalah balas dendam atas kemiskinan yang dulu pernah saya rasakan.

Saya memang tidak terlalu sering menyambangi Jakarta. Seumur hidup, paling hanya hitungan jari saja pergi ke sana. Itu saja hanya untuk melepas penat dengan menyaksikan acara musik di JIExpo Kemayoran.

Selain itu, ada keterbatasan biaya yang membuat saya jarang pergi dari Jogja, misalnya, menyambangi Jakarta. Makanya, saya jadi sering naik Kereta Api Ekonomi Bengawan. Itu lho, kereta dengan harga tiket di bawah Rp80 ribu dengan kursi yang menyiksa. Kursi dengan desain tegak, keras, dan berdempetan dengan penumpang lainnya.

Hingga suatu ketika, saya sudah memiliki pendapatan yang lebih dari cukup, tepatnya di akhir 2024. Saya merasa ingin “balas dendam” terhadap situasi tadi. Balas dendam dengan menaiki transportasi nyaman. Bukan kereta eksekutif/bisnis, melainkan sebuah bus dari Grup Blue Bird: Cititrans.

Blue Bird memang perusahaan yang sudah cukup lama. Tapi mengenai bergabungnya Cititrans ke dalam Blue Bird ternyata baru di 2019. Seiring berjalannya waktu, Cititrans terus melakukan ekspansi rutenya. Praktisnya, saat ini, rute Cititrans ada di Jakarta-Surabaya-Malang, Jakarta-Jogja, dan Bandung-Jogja. Masing-masing rute tentu saja harganya berbeda.

Nah, kala itu saya membeli tiket bus Cititrans melalui aplikasi Redbus seharga Rp450 ribu untuk keberangkatan dari Jakarta ke Jogja. Harga yang bagi saya pribadi cukup mahal. Tapi ya nggak papa, saya optimis kalau mahalnya bus ini sebanding dengan pengalaman yang saya dapatkan.  

Mendengar cerita sedih sebelum bus naik Cititrans

Singkatnya, setelah suatu acara Jakarta beres, saya naik Gojek dari JIExpo menuju terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Dari sana, saya akan pulang ke Jogja.

Saya sampai di Pulogebang sekitar kira-kira pukul 03:00 WIB. Berhubung saya lelah dan butuh tidur dan tidak memesan penginapan, musala terminal menjadi alternatif untuk tidur. Tiba-tiba waktu menunjukan pukul 06:00 WIB. Bergegas saya menuju titik keberangkatan Cititrans. Saya harus siap 1 jam sebelum bus berangkat.

Sembari menunggu bus Cititrans tiba, saya ngobrol dengan salah seorang penumpang yang kebetulan juga menunggu di terminal yang sama. Pakaiannya lusuh, mukanya menunjukan aura kesedihan yang mendalam. Lalu saya tanya dia mau berangkat kemana, katanya mau pulang ke Pati.

“Ibu saya meninggal, Mas,” jawabnya.

Dari situ saya hanya bisa membalas, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.” Tidak banyak kata-kata yang bisa saya ucapkan. Dia juga begitu. 

Tentu saya ikut sedih dan bisa membayangkan perasaan orang itu. Bagaimana tidak, laki-laki itu merantau ke Jakarta dan mungkin jarang pulang. Sekalinya pulang, karena ibunya meninggal. Sela beberapa saat dia naik salah satu bus yang ada di terminal itu.

Baca halaman selanjutnya: Salah satu bus terbaik di Pulau Jawa.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2025 oleh

Tags: bus cititransCititranscititrans rute jakarta jogjajakartaJogjasuite cititranstiket cititrans
Khoirul Atfifudin

Khoirul Atfifudin

Penyuka musik dan tertarik menulis.

Artikel Terkait

KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO
Catatan

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026
Mila Sejahtera Bus Sialan, 15 Jam Disiksa Berakhir Demam MOJOK.CO
Otomojok

Rangkaian Penderitaan Naik Bus Mila Sejahtera dari Jogja Menuju Jember: Disiksa Selama 15 Jam, Berakhir Demam Tinggi dan Diare. Sialan!

19 Februari 2026
Pekerja Jakarta merenung di hutan kota GBK.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hutan Kota GBK Tempat Merenung Terbaik Para Pekerja SCBD Jakarta, Obat Stres Termanjur Meski Kadang Kesal dengan Kelakuan Pengunjungnya

18 Februari 2026
pendatang di jogja.MOJOK.CO
Urban

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026
Kuliah di Universitas Terbuka (UT) menjadi pilihan yang disyukuri oleh Gen Z. Meski diremehkan tapi dapatkan jawaban konkret untuk kebutuhan MOJOK.CO

Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan

18 Februari 2026
Kos di Jogja

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau ke Ibu Kota Mojok.co

Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau di Ibu Kota

14 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Pelajaran hidup dari kereta api (ka) ekonomi MOJOK.CO

Kereta Api Ekonomi Memang Nyiksa Punggung dan Dengkul, Tapi Penuh Pelajaran Hidup dan Kehangatan dari Orang-orang Tulus

13 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.