fbpx

MOJOK.COIntrover suka terjebak dalam dilema di mana kalo nolak ajakan teman takut disangka sombong, terus nggak diundang lagi, terus diomongin, terus dijauhin. Tapi kalo dipaksain nerima, bakal capek sendiri nantinya. Gimana sih cara nolak ajakan yang diplomatis tuh?

Waktu masih kecil, kita nggak benar-benar bekerja keras biar bisa punya teman. Pertemanan yang kita jalin seperti terjadi begitu saja. Tapi setelah semakin besar, kita baru sadar kalau nyari teman itu nggak segampang itu.

Teman yang beneran teman lho ya. Yang bisa diandalkan dan bisa diajak bicara apa saja. Bukan sekadar kenalan yang kalau ketemu cuma nyapa di jalan apalagi teman yang pengin berteman sama kita kalau ada maunya aja hehe.

Konsekuensi logis dari sulitnya dapat teman baru ini adalah kita jadi harus pintar-pintar menjaga jalinan perteman yang sudah ada agar tidak putus hubungan begitu saja. Caranya? Ya rajin-rajin berkomunikasi: saling tanya kabar dan bertukar cerita soal banyak hal. Kalau bisa, ya ketemu lah sekali-kali. Terdengar sederhana, kan?

Ooo tentu saja tidak begitu. Ingat, sesuatu yang terlalu gampang/bagus/sederhana atau terlalu terlalu lainnya adalah hal yang selalu patut dicurigai karena kenyataannya, menjaga hubungan pertemanan itu sulit. Apalagi, kedekatan pertemanan selama ini selalu dihargai dengan pertemuan. Buat introver kayak saya, diajak ketemu, jalan, atau pergi ke suatu tempat bersama teman kadang jadi sesuatu yang melelahkan.

Gini gini saya jelasin. Orang introver kan biasanya punya teman karena diadopsi oleh orang ekstrover (mereka terlalu self absorb untuk nyari teman sendiri).

Nah, karena si teman ekstrover bertindak seperti ekstrover–antusias dan menggebu-gebu untuk bertemu orang baru, dan (dengan niat baik tentu saja), selalu ingin mengenalkan kehidupan sosial kepada si introver biar bisa merasakan indahnya hubungan sosial melaluimelalui perkenalan dan pertemuan–dengan teman-teman lainnya yang sama ekstrovernya, antusiasme dan lingkaran pertemanan yang akhirnya melibatkan banyak orang ini menguras tenaga mereka dan bikin mereka capeeeeeeeeeeeeeek setengah mati gara-gara bersosialisasi kayak gini.

Penting untuk di-bold dan digarisbawahi: Introver bukannya antisosial dan nggak suka bersosialisasi. Kadang-kadang kegiatan seperti itu menyenangkan juga untuk mereka. Apalagi sejatinya manusia kan memang makhluk sosial. Hanya saja, dampak dari mabok bersosialisasi itu beneran nggak enak! Jiwamu seperti diambil begitu saja karena nggak bisa apa-apa selain pengin tiduran paling tidak selama tiga bulan.

Yang jadi masalah, introver nih biasanya sungkanan. Jadi kadang nggak tega buat nolak ajakan teman itu. Akhirnya, dia terjebak dalam sebuah dilema di mana kalo nolak takut disangka sombong, terus nggak diundang lagi, terus diomongin, terus dijauhin. Tapi kalo dipaksain nerima, bakal capek sendiri nantinya.

Tetap tenang sobat introverquuu~ Mojok Institute punya cara agar kalian bisa nolak ajakan teman tanpa harus sungkan sungkan club atau takut dianggap sombong sama yang ngajak. Cara yang bisa bikin orang yang ngajak nggak kecewa dan langsung maklum dengan alasan kita menolak ajakan mereka.

Ini berguna juga buat kalian yang pengin nolak ajakan teman bukan karena introver, tapi karena…

…nggak punya uang wqwq.

Cara nolak halus #1 Bilang udah ada acara

Hemm? Apa??? Ini alasan basi???

Ooo tidak sobat. Tidak jika alasan ini dimodifikasi dengan canggih sehingga bisa terlihat lebih meyakinkan dengan cara…

…memberi bukti kalau kamu memang sudah punya acara duluan! Caranya? Bikin percakapan rekayasa xixixi. Ganti salah satu kontak teman kepercayaanmu yang bisa diandalkan dengan nama “Ibuk/Bapak” suruh dia mengirim pesan, “Nak langsung pulang ya, sudah ditunggu”. Tadaaa~

Tenang, orang lain nggak akan sempat memperhatikan secara detail kok. Yang mereka lihat hanya nama kontak yang tertera di sana, dijamin 99,9999% mereka akan langsung percaya.

Cara nolak halus #2 Pura-pura sakit

Ini juga terdengar seperti alasan basi, tapi lagi-lagi kamu perlu dengan pintar menyertakan bukti. Suatu hari sempatkanlah pergi ke apotek lalu memfoto obat-obat yang ada di sana.

Atau kamu bisa juga bilang sedang diare. Orang diare pasti nggak akan diajak pergi karena apa? Karena orang diare suka ngentutan. Kan berabe ya, lagi jalan malah ngentutan dan kebelet ee hehe.

Kalau kamu perempuan, kamu bisa juga bilang kalau kamu sakit dapet hari pertama, alasan ini salah satu yang pasti langsung dimaklumi soalnya sudah bukan rahasia kalau dapet hari pertama tuh sakitnya suka nggak kira-kira.

Cara nolak halus #3 Ada hal darurat yang terjadi

Bisa juga menolak ajakan teman dengan bilang ada emergency alias hal darurat yang terjadi seperti tiba-tiba ada bapak tukang yang mau memperbaiki kamar mandi sehingga tidak bisa ditinggal. Atau kamu bisa juga menyalahkan teman karena pura-puranya dia teledor menghilangkan kunci kamar/gerbang sehingga kamu tidak bisa keluar.

Cara nolak halus #4 Hujan

Alasan yang hanya bisa dikeluarkan ketika musim hujan. Mendung-mendung kamu diajak jalan? Duh males bangeet, enak selimutan…. Untuk menolaknya, kamu bilang saja kalau di tempatmu sudah turun hujan. Lagi-lagi kasih bukti dengan mengirim video/foto hujan yang sebelumnya kamu simpan untuk digunakan sebagai senjata yang bisa dikeluarkan kapan saja.

Cara nolak halus #5 Ngomong pengin sendirian

Sebenarnya ya jujur aja nggak masalah sih. Teman yang baik harusnya bisa menerima ajakannya kita tolak meskipun nggak disertai alasan yang jelas seperti bilang “lagi pengin sendirian”. Daripada bohong dan dosa, emang paling benar jujur aja hehe. Biar nggak dianggap sombong, jangan lupa bilang terima kasih karena sudah mengundang.

BACA JUGA Kiat Menolak Bukber Selama Bulan Puasa atau artikel lainnya di POJOKAN.



Tirto.ID
Loading...

No more articles