Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Hantu Tinder Mencari Cinta

Dony Iswara oleh Dony Iswara
20 Juli 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa hari yang lalu ada tulisan di Mojok yang cukup mendapat tanggapan hangat tentang fenomena kos-kosan putri eksklusif di Jogja. Saya lalu teringat pengalaman salah satu teman saya yang saya rasa cukup menarik untuk saya bagi kisahnya di sini.

Teman saya ini, sebut saja namanya Aldo. Laki-laki, berusia sekitar 26 tahun. Perawakannya cukup menarik dengan postur tubuh agak kecil namun lumayan atletis.

Sehari-hari, Aldo bekerja di café kekinian miliknya yang terletak di kawasan Jogja Selatan. Pengetahuan Aldo tentang teknik meracik kopi cukup jempolan. Dia juga dikenal ramah dan bersahabat saat melayani pengunjung café. Tak heran bila café tersebut tak pernah sepi oleh pengunjung.

Selain bekerja mengurusi café yang dimilikinya, pekerjaan lain Aldo adalah menjadi penjaga kos. Pekerjaan Aldo yang satu inilah yang membuat banyak teman-temannya merasa iri. Karena kos-kosan yang dijaga dan diurus Aldo adalah kos-kosan putri (entahlah kos-kosan putri yang satu ini bisa dikategorikan eksklusif atau tidak). Tak jarang teman-teman Aldo menggodanya dengan menyisipkan pikiran-pikiran jahat ke tempurung kepala Aldo.

“Wah, kalo aku jadi kamu, udah tak sikat semua itu,” kata Diki.

“Sikat, sikat, emangnya lantai WC???” balas Aldo.

Begitulah Aldo. Meskipun dia bekerja di lingkungan yang menjanjikan banyak peluang, tapi pemuda satu ini tetap istikamah dalam menjalankan tugasnya. Tak pernah sekali pun terbersit dalam benaknya untuk berbuat macam-macam dengan penghuni kos. Aldo hanya fokus pada pekerjaannya dan tetap tegar mengatasi setiap godaan yang datang. Padahal, tak jarang para penghuni kos sendiri yang turun tangan dalam menggoda Aldo, mulai dari celetukan-celetukan provokatif hingga ajakan untuk menghabiskan waktu bersama di kamar salah satu penghuni kos. Namun Aldo tetap tidak tergoda.

“Kalo saya macem-macem, bisa selesai (karier) saya (sebagai penjaga kos). Belum lagi kalo nanti ketauan sama orang kampung. Bisa abis saya,” ujar Aldo mencoba untuk menjelaskan sikapnya.

Semua laki-laki itu bajingan. Tak terkecuali Aldo. Aldo sebenarnya cukup ‘nakal’, tapi dia tidak mau mengotori tempat dia mencari nafkah dengan kenakalannya. Aldo adalah bajingan yang masih bisa menggunakan akal sehatnya dan memilih untuk hidup lurus-lurus saja tanpa mempedulikan godaan dan kesempatan yang ada di sekitarnya.

Sayangnya, meski sudah memilih menjadi (((pria baik-baik))), toh Aldo masih kesandung satu peristiwa naas.

Semuanya bermula saat Aldo mendapatkan “Match” lewat salah satu aplikasi kencan online yang sedang naik daun beberapa tahun belakangan. Perempuan yang kebetulan “Match” dengan Aldo itu kita sebut saja Ratih. Ratih adalah mahasiswa kebidanan dan tinggal di luar kota Jogja. Dari aplikasi kencan online, keduanya lalu pindah ke aplikasi chat untuk berkomunikasi secara lebih intens. Semuanya berjalan baik-baik saja dan Aldo merasa bahwa Ratih memiliki ketertarikan yang sama dengan apa yang ia rasakan.

Singkat cerita, keduanya lalu sepakat untuk bertemu. Ratih setuju untuk datang ke Jogja menemui Aldo. Mereka menghabiskan malam bersama di café milik Aldo dan bicara tentang apa saja. Ketika malam semakin larut, Aldo menawarkan Ratih untuk menginap saja di kos-kosan yang dijaganya. Ratih setuju. Keduanya langsung melesat menuju kos-kosan yang dijaga Aldo.

Sesampainya di kos, Aldo langsung masuk ke kamarnya dan mempersilakan Ratih ikut masuk. Entah mengapa, Ratih tampak enggan masuk ke kamar Aldo.

“Aura kamarmu nggak enak,” begitu kata Ratih waktu itu.

Iklan

Setelah diyakinkan oleh Aldo, akhirnya Ratih mau masuk ke kamar Aldo. Untuk mempersingkat cerita, keduanya mulai berinteraksi secara lebih intens hingga sepakat untuk melakukan (((kegiatan itu))).

Di sinilah petaka itu dimulai. Saat sedang berada di atas, Aldo dalam kondisi (((siap beraksi))), tiba-tiba wajah Ratih berubah 180 derajat. Aldo sempat kaget karena wajah itu menjadi sangat asing baginya. Seperti memancarkan kekuatan jahat. Aldo jadi tambah kaget saat Ratih berbicara dengan suara yang sama sekali berbeda. Bayangin aja suara Batman pas di film Batman versus Superman yang mengecewakan itu. Kira-kira seperti itu.

“Aku tuh sebenernya udah lama memperhatikan kamu. Aku suka banget sama kamu. Akhirnya malem ini aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini,” kata Ratih, diiringi senyuman yang aneh di wajahnya.

Wajah Aldo seketika menjadi pucat. Didorongnya Ratih hingga perempuan itu terjatuh dari kasur. Aldo buru-buru bangkit dan bersiap keluar kamar. Belum sempat keluar, tangannya ditarik Ratih yang masih tersenyum dengan senyuman aneh yang mengerikan.

“Lepas!” bentak Aldo sambil menepis tangan Ratih.

Tiba-tiba Ratih pingsan dan terjatuh ke lantai. Melihat Ratih yang tak sadarkan diri, Aldo mengurungkan niatnya untuk kabur dan berusaha untuk menyadarkan Ratih. Ratih akhirnya sadar meskipun masih tampak kebingungan.

“Aku kenapa?” tanya Ratih.

“Kamu nggak inget?” Aldo balas bertanya.

Ratih menggeleng.

Pendek kata, Aldo akhirnya mengurungkan niatnya untuk menghabiskan malam bersama Ratih dan memutuskan untuk mengantarkan perempuan itu pulang. Sepanjang perjalanan pulang, Ratih hanya terdiam. Sementara Aldo masih agak ketakutan, khawatir kalau terjadi apa-apa di tengah jalan. Untunglah kekhawatiran Aldo tidak jadi nyata. Ratih sampai di kosnya dengan selamat dan Aldo langsung pamit untuk kembali ke Jogja.

Keesokan harinya, Aldo didatangi oleh temannya. Sebut saja namanya Imron. Imron ini adalah teman Aldo yang memiliki keahlian khusus. Dia adalah “orang pintar”. Ternyata, Imron sudah mengetahui jika Aldo baru saja mengalami kejadian tidak biasa malam sebelumnya. Karena itulah dia memutuskan untuk mendatangi Aldo.

“Yang kemaren malem itu bukan Ratih,” ujar Imron membuka percakapan. “Kamu masih suka tidur di sofa di ruang tamu kos?” tanya Imron kemudian.

“Masih,” jawab Aldo kebingungan. Apa hubungannya antara kebiasaannya tidur di sofa dengan kejadian tadi malam, pikirnya.

“Nah, itu dia,” sambung Imron. “Di sebelah kanan ruang tamu itu kan ada taman. Perempuan itu, yang masuk ke badan Ratih, sering duduk di taman itu, memperhatikan kamu setiap kali kamu tidur di sofa ruang tamu.”

Jantung Aldo seperti berhenti berdetak. Keringat dingin mulai menetes perlahan di dahinya.

“Perempuan itu, yang suka duduk di taman itu, sudah lama suka sama kamu. Waktu ada Ratih, dia langsung memanfaatkan tubuh Ratih agar bisa bercinta denganmu.”

Aldo mulai merasa pusing. “Terus sekarang gimana?” tanyanya dengan suara lirih.

“Tenang. Habis ini kita ke kosanmu. Nanti aku ‘bersihin’ sekalian aku ‘pagerin’ biar perempuan itu nggak ngganggu kamu lagi.”

Aldo cuma bisa bengong. Satu hal yang diputuskannya saat itu: Menghapus aplikasi kencan online dari telepon genggamnya.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: hantukosKos BebasKos EksklusifKos PutriTinder
Dony Iswara

Dony Iswara

Admin Medsos Mojok.

Artikel Terkait

kos di jakarta.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
4 Fakta Kos LV Jogja yang Banyak Orang Belum Tahu Mojok.co
Pojokan

4 Fakta Kos LV Jogja yang Belum Banyak Orang Tahu

17 Oktober 2025
3 Keunggulan Tinggal di Kos Campur yang Jarang Disadari Banyak Orang Mojok.co
Pojokan

3 Keunggulan Tinggal di Kos Campur yang Jarang Disadari Banyak Orang

8 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.