Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Selalu Pelit ke Diri Sendiri demi Hidupi Keluarga, Tiap Mau Self Reward Pasti Merasa Berdosa padahal Tak Seberapa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
11 Februari 2026
A A
Pilih gaya hidup irit dan pelit ke diri sendiri demi keluarga. Tiap mencoba self reward merasa berdosa MOJOK.CO

Ilustrasi - Pilih gaya hidup irit dan pelit ke diri sendiri demi keluarga. Tiap mencoba self reward merasa berdosa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak ada istilah self reward, semua keinginan dibuang jauh-jauh

Kehidupan penuh prihatin Erdi berlangsung hingga saat ia kuliah dan bekerja memang. Sebab, karena sadar kalau uang habis tidak akan bisa minta ke orang tua, ia harus benar-benar hidup irit dan pelit ke diri sendiri. 

Prioritas utamanya adalah kebutuhan pokok: sewa kos, makan (dua kali sehari), bensin, paket data, dan kebutuhan alat-alat mandi (sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi). Sesekali ia beli rokok. Itu pun harus cari yang harganya murah. Satu bungkus isi 12 batang bisa ia pakai selama dua hari. 

“Beli sampo, pasti yang sachet. Beli odol pasti yang kecil dan murah. Kalau ngopi ya sesekali. Di Surabaya dan Sidoarjo enaknya kan masih banyak warung kopi yang jual kopi Rp4 ribuan,” ungkapnya. “Pakaian juga sekadarnya. Nggak harus ngikuti tren. Pokok’e sing penting nyandang.”

Bahkan, urusan makan pun Erdi teramat sering hanya makan mie instan campur nasi. Itu sudah cukup buatnya. Bagi orang sepertinya, yang terpenting dari makan adalah kenyang. Tidak lebih. Walaupun sebenarnya ia juga ingin leluasa self reward; makan sesuai keinginan (makanan atau jajanan yang harganya sedikit lebih mahal). 

Tapi itu tidak penting bagi Erdi. Sebab, dengan gaya hidup amat irit dan pelit ke diri sendiri, setidaknya uang yang bisa ia kirim ke rumah aman. Ibunya bisa mencukupi kebutuhan dapur dan lain-lain, kebutuhan sekolah sang adik juga terpenuhi. 

Tiap mencoba self reward malah merasa dosa

Ada masanya, sebagai anak muda, Erdi ingin memanjakan diri sendiri. Suatu ketika, saat merasa sepatu atau tasnya sudah butut, ia mau tidak mau harus membeli baru. 

Uangnya sebenarnya ada, hasil menyisih-nyisihkan. Itu membuatnya mantap mendatangi sebuah outlet sebuah brand lifestyle di Surabaya (salah satu yang sejak lama ia incar), ditemani oleh sang pacar. Setelah menjatuhkan pilihan, Erdi justru terduduk lama sekali. Tidak segera beranjak ke kasir. 

“Aku kok merasa ada yang salah ya. Kayak, nggak seharusnya aku beli tas baru. Seharusnya duitnya buat ibu dan adik. Apalagi adik sudah SMA,” ucap Erdi saat itu. 

“Di, kamu nggak salah, loh, kamu punya hak buat mikirin diri kamu sendiri. Toh kamu ada uang lebih, nggak ngorbanin uang buat orang rumah. Toh ini juga bukan buat gaya-gayaan. Tapi emang kebutuhan,” ucap sang pacar. 

Itu berhasil melegakan Erdi. Namun, kok ya terasa hanya sesaat. Sebab, setiba di kos, Erdi justru menatap kosong tas dan sepatu yang baru ia beli. Rasanya seperti dosa yang tidak termaafkan. 

“Bahkan pernah juga, sekadar makan bebek goreng sama pacar, itu kan biasa ya, cuma harganya lebih mahal dari makanan harianku. Bebek bisa Rp27 ribu per porsi. Kalau sehari makan kan cuma habis Rp15 ribu-Rp20 ribu. Itu aku sudah merasa berdosa. Apalagi kalau makan di restoran, misalnya makan ramen. Rasanya kayak mengkhianati ibu dan adik di rumah yang, barang tentu, hanya makan menu-menu sederhana khas desa. 

“Sehingga aku prinsipnya ngutang. Jadi kalau aku di Surabaya atau Sidoarjo makan enak, maka pas pulang aku juga harus traktir ibu dan adik makan enak,” beber Erdi. 

“Ini kan mau puasa ya. Nah, aku juga selalu pelit ke diri sendiri sih kalau urusan ini. Aku kayaknya tiga lebaran sekali baru beli baju baru buat diri sendiri. Tapi kalau buat ibu dan adik, setiap lebaran pasti aku belikan,” tutupnya dengan senyum mengembang, tapi dengan mata yang tidak bisa menyembunyikan lelah dan kegetiran. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Iklan

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2026 oleh

Tags: gaya hidup iritiritpelit ke diri sendiripilihan redaksisandwich generationself rewardtips irit
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara
Ragam

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
slow living, jawa tengah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Omong Kosong Slow Living di Jawa Tengah: Gaji Kecil, Tanggungan Besar, Ditambah Tuntutan “Rukun” yang Bikin Boros

11 Februari 2026
Pekerja muda hobi bikin kue
Sehari-hari

Dicap Hobi Kuno, Bikin Kue Jadi Jalan Gen Z Jakarta Tetap Waras dari Beban Kerja Usai Ibu Tiada

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam MOJOK.CO

“Nguping” dan Mengulik Topik Obrolan Penjaga Warung Madura hingga Kuat Teleponan Berjam-jam, Tidak Ada Habisnya

11 Februari 2026
Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat MOJOK.CO

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat

11 Februari 2026
Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.