Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Februari 2026
A A
GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO

Ilustrasi - GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gojek menjadi perusahaan transportasi berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan GoCar Instant secara terintegrasi di fasilitas layanan kesehatan. Saya mencoba membuktikan layanan yang diklaim lebih praktis, nyaman, aman, dan tentunya lebih murah tersebut.

***

Pagi itu, Kamis (12/2/2026), seperti biasa, kawasan di sekitar RSUP Dr. Sardjito sedang menguji kesabaran para pengendara. Kalau kamu sering melintas di Jalan Kesehatan atau Jalan Bhinneka Tunggal Ika, tepat di depan sekretariat Pusat Studi Energi (PSE) UGM, kamu pasti mafhum dengan “uji kesabaran” yang saya maksud: antrean mobil yang mengular panjang.

Kemacetan di sini bukan lagi sekadar bumbu perjalanan, tapi sudah menjadi masalah menahun. Di jam-jam sibuk pada pagi hari, panjang antreannya bisa menyentuh area pertigaan Jalan Persatuan. Satu-satunya waktu kita bisa melihat jalanan ini lega, hanyalah saat hari libur. Selebihnya, kita harus bersiap dengan kesabaran ekstra.

Persoalan ini ternyata bukan cuma jadi keluhan pengguna jalan, tapi juga perhatian serius bagi manajemen rumah sakit. Salah satunya seperti yang disampaikan dr. Riat El Khair, selaku Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito. Dia blak-blakan soal alasan di balik kepadatan yang seolah tanpa solusi ini.

“Sardjito ini rumah sakit rujukan, standard nasional. Pasien yang asli Jogja itu cuma 40 persen. Sisanya, 60 persen, datang dari luar kota, bahkan dari luar Jawa,” ungkap dr. Riat, Kamis (12/2/2026) pagi.

Bayangkan, ribuan orang datang setiap harinya ke satu titik yang lebar jalannya terbatas. Ditambah lagi, ada kebiasaan masyarakat kita yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantar atau menjemput pasien. 

gocar instant.MOJOK.CO
Persoalan kemacetan parah di RSUP Sardjito bukan cuma jadi keluhan pengguna jalan, tapi juga perhatian serius bagi manajemen rumah sakit. Dok: Acara launcing GoCar Instant di RSUP Sardjito, Kamis (12/2/2026). (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Alasan mereka masuk akal: transportasi publik selama ini dianggap kurang praktis, lambat, dan tidak bisa menjemput tepat di depan pintu. dr. Riat mengakui bahwa untuk menjawab keraguan itu, butuh solusi yang setara praktisnya dengan kendaraan pribadi. 

Itulah mengapa, setelah pertimbangan panjang, ia yakin kolaborasi dengan Gojek melalui layanan GoCar Instant adalah jawabannya.

GoCar Instant, integrasi teknologi di sektor kesehatan

Lalu, bagaimana sebenarnya layanan ini bekerja? Area Head Gojek Yogyakarta, Arfiansyah Arfi, menjelaskan bahwa GoCar Instant hadir sebagai solusi langsung atas penumpukan kendaraan yang selama ini dikeluhkan. 

Poin utamanya, bukan sekadar menyediakan jasa jemput, tapi mengintegrasikan teknologi ke dalam fasilitas kesehatan secara resmi.

Menurut Arfi, ada tiga poin besar yang ditawarkan layanan ini. Pertama, kemudahan. Menurutnya, pasien atau pengunjung tidak perlu lagi berjalan jauh keluar area rumah sakit atau bingung menentukan titik jemput. Kedua, kecepatan. Karena sistemnya instan, tidak ada lagi drama menunggu driver datang dari lokasi yang jauh.

Ketiga, yang paling krusial di lingkungan rumah sakit, adalah keamanan. 

“Soal keamanan, kami menyediakan fitur tombol ‘Darurat’ yang jika ditekan akan langsung terhubung dengan tim darurat Gojek. Selain itu, ada fitur sharing trip. Pengguna bisa membagikan rute perjalanannya kepada keluarga agar bisa dipantau secara real-time,” jelas Arfi. 

Iklan

Baginya, integrasi ini adalah langkah baru untuk membuktikan bahwa transportasi publik bisa sangat aman bagi pasien.

GoCar Instant presisi, pengemudinya juga berpengalaman dan “terlatih”

Namun, menyediakan layanan “instan” di tengah rumah sakit yang sibuk tentu punya tantangan teknis. Jangan sampai niat mengurai macet justru menambah macet karena mobil driver yang “ngetem” sembarangan. Di sinilah peran manajemen lapangan menjadi sangat penting.

Koordinator Driver GoCar Instant RSUP Sardjito, Agus Ariyanto, menjelaskan teknis di lapangan yang sudah didiskusikan secara presisi. Di titik jemput atau pick-up point, hanya boleh ada maksimal dua mobil yang siaga.

“Tujuannya agar tidak mengganggu lalu lalang mobil lain yang keluar masuk. Pemilihan titiknya pun sudah kami hitung agar tidak menghambat arus,” kata Agus, saat ditemui Mojok di sela-sela acara launching GoCar Instant di RSUP Sardjito, Kamis (12/2/2026).

gocar instant.MOJOK.CO
Potret Agus, Koordinator Driver GoCar Instant RSUP Sardjito. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Sistemnya menggunakan model rolling atau antrean dinamis. Begitu satu mobil di pick-up point berangkat membawa penumpang, slot kosong itu langsung diisi oleh mobil lain yang sudah berkoordinasi di area tunggu luar. Dengan begitu, titik jemput tidak akan pernah kosong, tapi juga tidak akan pernah bikin macet karena antrean driver yang berlebihan.

Driver yang bertugas pun bukan driver sembarangan. Menurut Agus, mereka adalah mitra yang memang sehari-hari beroperasi di sekitar RSUP Sardjito dan telah melalui beberapa kali pembekalan. Mereka dilatih untuk memiliki empati lebih karena penumpang yang mereka hadapi adalah pasien atau keluarga yang mungkin sedang dalam kondisi emosional tertentu. 

“Mereka paham medan, paham juga prosedur rumah sakit, dan sudah terlatih membantu penumpang yang butuh penanganan ekstra,” kata Agus.

Lebih hemat waktu dan biaya, cocok bagi yang pengen cepet tapi tetap murah

Setelah mendengar penjelasan teknis yang terdengar rapi itu, saya memutuskan untuk membuktikannya sendiri. Saya coba-coba memesan layanan ini dengan rute dari RSUP Sardjito menuju kantor Mojok.co di Perum Sukoharjo Indah, Ngaglik, Sleman–sekitar berjarak 11,5 kilometer.

gocar instant.MOJOK.CO
Pick-up point GoCar Instant yang letaknya berada di dekat pintu keluar titik penjemputan pasien Instalasi Rawat Jalan. Ada dua mobil yang stand by di sini dengan sistem rolling. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Biasanya, kalau saya memesan GoCar biasa, ada “biaya” tersembunyi berupa waktu. Pertama, saya harus menunggu driver mendapatkan pesanan sekitar 5 menit. Kedua, karena kondisi jalanan Sardjito yang padat, driver tersebut biasanya butuh waktu 5 hingga 10 menit hanya untuk merayap masuk ke area drop-off. Kalau sedang macet parah, total waktu tunggu bisa mencapai 20 menit hanya untuk masuk ke dalam mobil. 

Sementara secara tarif normal, biasanya saya harus merogoh kocek sekitar Rp63.000.

Hari itu, saya berjalan ke arah pintu keluar titik penjemputan pasien Instalasi Rawat Jalan. Di sana, pick-up point GoCar Instant berdiri tegak dengan beberapa driver yang sudah bersiaga.

Saya buka aplikasi Gojek, memilih menu GoCar, dan opsi “GoCar Instant” langsung muncul. Setelah saya klik, saya tidak perlu menunggu aplikasi mencari driver. Sebuah kode unik langsung muncul di layar ponsel saya. Saya cukup mendatangi driver yang ada di urutan depan, menunjukkan kode tersebut, dan driver melakukan pairing di aplikasinya.

Prosesnya luar biasa cepat. Kurang dari satu menit sejak saya berdiri di titik tersebut, mobil sudah mulai melaju. Tidak ada waktu tunggu, tidak ada drama driver salah titik jemput.

Soal biaya, ternyata juga lebih ramah di kantong. Untuk rute yang sama, tarif GoCar Instant tertulis Rp54.000. Dan karena saya menggunakan kode promo “YUKSEHAT”, harganya diskon lagi menjadi hanya Rp43.000. 

gocar instant.MOJOK.CO
Dengan promo “YUKSEHAT”, pelanggan bisa mendapatkan potongan harga hingga Rp30 ribu. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Artinya, saya menghemat Rp20.000 dibandingkan memesan GoCar biasa, sekaligus menghemat waktu hampir 15 menit.

Mengubah habit untuk jalanan Jogja yang lebih ramah

Apa yang dilakukan Gojek dan RSUP Sardjito ini sebenarnya seperti eksperimen sosial untuk mengubah habit atau kebiasaan. Arfiansyah Arfi menekankan bahwa misi besarnya adalah mengubah pandangan masyarakat bahwa transportasi publik itu tidak praktis.

Jika masyarakat mulai percaya bahwa ada layanan yang bisa secepat dan semudah membawa kendaraan sendiri, bahkan lebih murah karena tidak perlu pusing bayar parkir dan bensin saat macet, maka volume kendaraan pribadi di area rumah sakit akan berkurang dengan sendirinya.

Bayangkan jika separuh saja dari pengunjung yang biasanya membawa mobil pribadi beralih menggunakan layanan terintegrasi seperti ini. Volume kendaraan di jalanan depan Sardjito akan menyusut, antrean masuk rumah sakit akan lebih pendek, dan akses untuk ambulans yang membawa pasien darurat akan jauh lebih lancar.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Tips Liburan Anti Ribet dengan Rekomendasi Tempat Hits di 5 Kota Favorit dari Gojek, Lebih Ringkas dan Hemat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: Gocargocar instantgojekJogjaMojokrs sardjitorsup sardjitoUGM
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Mending, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati Mojok.co
Pojokan

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati

25 Maret 2026
4 Oleh-Oleh Malioboro Jogja Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli

24 Maret 2026
Kebanyakan di Jogja saya merasa wisata di Surabaya membosankan selain Tunjungan. MOJOK.CO
Catatan

Wisata Surabaya Membosankan, Cuma Punya Kafe Estetik di Jalan Tunjungan dan “Sisi Utara” yang Meresahkan

23 Maret 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co
Pojokan

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Kerja di Jakarta gaji 5 juta sebenarnya cukup saja bagi perantau. Tapi yang dirampas dari mereka jauh lebih banyak MOJOK.CO

Kerja Gaji 5 Juta di Jakarta Sebenarnya Cukup-cukup Saja. Tapi yang Direnggut dari Kita Lebih Besar, Hidup Jadi Tak Normal

24 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
4 Oleh-Oleh Malioboro Jogja Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli Mojok.co

4 Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli

24 Maret 2026

Video Terbaru

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026
Tiyo Ardianto BEM UGM: Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

Tiyo Ardianto: BEM UGM dan Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

23 Maret 2026
Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.