Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
14 Agustus 2026
A A
Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

ilustrasi - menyerah sebagai WNI dan pilih tinggal di Belanda. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah 21 tahun tinggal di Belanda, Mirah (bukan nama sebenarnya) akhirnya resmi melepas statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Perempuan asal Bekasi itu baru mendapat izin untuk naturalisasi kewarganegaraan sebagai warga negara Belanda pada awal Februari 2024 lalu.

“Jika dipikir-pikir seperti nggak ada harapan lagi sebagai WNI, apalagi dengan situasi sekarang,” ujar Mirah saat dihubungi Mojok, Kamis (13/8/2026).

Alasan melepas status WNI setelah 21 tahun tinggal di Belanda

Mirah pertama kali menginjakkan kakinya di Belanda pada tahun 2005 setelah resmi menikah dengan warga asli Negeri Kincir Angin tersebut. Dia mengaku kenal suaminya yang sekarang lewat dating apps dan menjalani long distance relationship selama 9 bulan.

Setelah yakin satu sama lain, keduanya pun memutuskan menikah tepat setelah 1 tahun berpacaran. Sang suami, kata Mirah, menunjukkan niatnya dengan berkunjung langsung ke Indonesia.

“Dia menunjukkan usahanya dengan bertemu orang tuaku dan langsung melamar. Akhirnya, kami officially menikah di Indonesia, lalu aku ikut dia ke Belanda karena pekerjaannya di sana,” kata Mirah.

Selama tinggal di Belanda, Mirah pun menyadari beberapa keunggulan yang belum pernah dia dapatkan sebagai WNI, mulai dari segi kualitas hidup, fasilitas umum, dan sistem pendidikan. Meski harus membayar pajak mahal, kata dia, setidaknya nilai itu setimpal dengan apa yang dia dapat. 

United Nations Development Programme (UNDP) mencatat, Belanda masuk daftar 10 negara terbaik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di dunia pada tahun 2019. Berdasarkan buku “The Netherlands Compared 2020”, Belanda juga merupakan raksasa pertanian dunia dengan nilai ekspor pangan berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat.

Tak pelak, pendapatan per kapitanya bisa melampaui angka $60.000 per tahun. Jauh dibandingkan Indonesia yang hanya memperoleh $4.900 per tahun. 

Syarat utama lepas WNI jadi warga negara Belanda

Kini, sudah sekitar 21 tahun Mirah tinggal di Belanda. Memulai kehidupan berkeluarganya di sana, merintis karier sebagai sales manager, hingga dikaruniai dua orang anak. Alasan-alasan itulah yang membuat Mirah akhirnya mantap melepas statusnya sebagai WNI.

Mirah pun mulai mempersiapkan berkas naturalisasi kewarganegaraan di akhir Oktober 2023 dengan syarat-syarat utama sebagai berikut:

  1. Usia 18 tahun atau lebih. 
  2. Tinggal secara sah minimal 5 tahun berturut-turut dengan izin tinggal tetap.
  3. Lulus ujian integrasi sipil (inburgeringsexamen) tingkat A2 atau ujian bahasa Belanda setara B1/B2.
  4. Tidak memiliki catatan kriminal.
  5. Surat bersedia melepas status WNI.

Mirah mengaku birokrasi instansi pencatatan sipil di Belanda terbilang mudah, sampai akhirnya dia dihubungi oleh pihak imigrasi dan mendapat approval dari King of the Netherlands. 

“Nggak ribet sih ngurusnya, cuma harus sabar aja. Apalagi, Belanda ini negara yang bebas (freedom), maksudnya setiap orang berhak melakukan apapun sendiri. Jadi aku pun nggak wajib bilang ke keluarga di Indonesia,” tuturnya.

Total biaya yang dikeluarkan untuk lepas WNI

Untuk melepas status WNI dan menjadi warga baru Belanda, Mirah pun menghabiskan total biaya hampir 1.000 EUR (sekitar Rp16 juta di tahun 2023). Jumlah itu termasuk biaya Permohonan Surat Keputusan tentang Kehilangan Kewarganegaraan atas Permohonan Sendiri kepada Presiden Republik Indonesia sebesar Rp1 juta per permohonan di tahun 2023. 

Setelah mengurus berkas sekitar 4 bulan dan menunggu hampir satu tahun untuk persetujuan naturalisasi kewarganegaraan, Mirah akhirnya resmi memperoleh paspor Belanda. Bagi Mirah yang notabene hobi traveling, kepemilikan paspor Belanda sangat menguntungkan

“Aku nggak perlu lagi melakukan paperwork yang rumit saat ingin bepergian ke luar negeri,” ujarnya.

Lebih dari itu, statusnya sebagai warga baru Belanda membuatnya bisa tinggal dekat dengan suami dan dua anaknya, tanpa perlu waswas melakukan perpanjangan Verblijfsvergunning onbepaalde tijd.

“Jadi itu semacam izin tinggal tetap di Belanda (tanpa batas waktu) yang dikeluarkan oleh badan imigrasi Belanda. Diperpanjang setiap 5 tahun sekali, apply online melalui DigiD (Social Security System NL),” ucapnya. 

Sesekali merindukan keluarga di Indonesia

Meski sudah 20 tahun lebih tinggal di Belanda dan melepas statusnya sebagai WNI, Mirah mengaku akan selalu merindukan Indonesia sebagai tempat kelahirannya. Terlebih, keluarga besarnya juga masih ada di sana.

Iklan

Setidaknya, Mirah menyempatkan waktunya tiap satu tahun sekali untuk berkunjung ke Indonesia, walaupun naturalisasi kewarganegaraan itu dia ajukan diam-diam tanpa sepengetahuan mereka.

“Aku cuma bilang ke suami dan anak-anakku (warga negara Belanda) saat mengajukan proses naturalisasi kewarganegaraan,” kata Mirah yang takut dicemooh tidak nasionalis oleh keluarga besarnya di Indonesia.

Meski begitu, Mirah tak menyesali keputusannya. Dia justru gembira dapat melepas statusnya sebagai WNI dan resmi menjadi warga baru Belanda. Walaupun harus membayar pajak mahal, Mirah mengaku harganya setimpal dengan hak yang dia dapat. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2026 oleh

Tags: belandabiaya lepas WNIlepas wninaturalisasi kewarganegaraanpaspor BelandaPindah Kewarganegaraansyarat lepas WNIwarga negara belanda
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
200 Tahun Perang Jawa- yang Tersisa dari Perang Besar MOJOK.CO

200 Tahun Perang Jawa: Menyusuri yang Tersisa di Selarong, Bagelen, dan Wates

23 Agustus 2025
Suluk Gatoloco dan Serat Darmagandhul, Propaganda Belanda Untuk Menumpas Islam di Jawa mojok.co

Suluk Gatoloco dan Serat Darmagandhul, Propaganda Belanda untuk Menumpas Islam di Jawa

17 Agustus 2023
NISM kereta api mojok.co

Mengenal NISM, Perusahaan Legendaris Milik Penjajah yang Jadi Pelopor Perkeretaapian Indonesia

31 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
lestarikan budaya.MOJOK.CO

Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Tebar Diskon 81 Persen dan Gelar Pesta Budaya di Destinasi Sejarah Nusantara

10 Agustus 2026
buku siswa sekolah.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Pergantian Buku Pelajaran sebagai Proyek Politik Tahunan 

10 Agustus 2026
Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun MOJOK.CO

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun

14 Agustus 2026
Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

14 Agustus 2026
Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.