Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Alasan Saya Mengabaikan Pengumuman Lolos di UGM, Lebih Pilih Kuliah di Universitas Terbuka Malang untuk Bertahan Hidup

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 Oktober 2025
A A
Camaba UGM batal kuliah S1, lebih pilih kuliah di UT Malang. MOJOK.CO

ilustrasi - kuliah di UT Malang adalah privilege. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berusaha hidup mandiri

Di tengah pondasi keluarganya masih yang pincang, Salma sebagai anak perempuan satu-satunya dalam keluarga dituntut untuk menggantikan peran pengasuhan bagi adik-adiknya. 

Boro-boro mau merantau dan kuliah di UGM, Salma harus menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah tangga. Mulai dari memasak, mencuci, menyapu, hingga menata barang yang kerap ditaruh sembarangan.

Namun, kegiatan itu justru membuat Salma kewalahan. Ia pun akhirnya memilih ngekos sendiri, meski belum punya pekerjaan mapan. Beruntung, ia dapat kos murah di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berjarak sekitar 30 menit dari rumahnya. Jadi setiap seminggu sekali ia dapat menengok adik-adiknya.

“Aku udah nggak kuat dengan budaya patriarki seperti ini. Aku juga ingin mandiri dan memberikan waktu untuk diriku sendiri. Kini, aku merasa lebih bebas dalam artian nggak terbebani dengan pekerjaan domestik rumah tangga,” tutur Salma.

Alhasil, alih-alih berangkat kuliah di UGM, Jogja, Salma memutuskan lanjut bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri setelah lulus SMA. Namun rupanya perjalanan itu tidaklah mudah, karena ternyata sulit mencari kerja hanya dengan modal ijazah SMA.

UT Malang, T-nya terbaik

Sudah lebih dari 300 kali Salma mengirim CV-nya, tapi tak ada perusahaan yang mau menerimanya. Kalau gagal di tahap seleksi berkas, ya gagal saat proses wawancara. Pernah suatu kali Salma lolos tahap offering sebagai media sosial spesialis, tapi menurut dia beban kerja dan gajinya tak sepadan. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini.

Dari pengalamannya tersebut, Salma akhirnya sadar kalau sepertinya dia perlu meningkatkan kemampuannya dengan kuliah. Namun, pilihannya tidak jadi di UGM. Selain karena belum ada biaya untuk merantau, ia merasa tidak bisa nyambi kuliah sambil kerja.

“Aku akhirnya pilih Universitas Terbuka (UT) Malang dengan biaya pribadi, karena kuliahnya bisa fleksibel. Selain itu, cepat banget jamnya sehingga dari segi keilmuan nggak bisa semaksimal di UGM. Cuma enaknya ya itu tadi, bisa kuliah sambil kerja,” tutur Salma.

Lebih-lebih, alasan Salma kuliah saat ini lebih matang untuk menunjang tangga kariernya di bidang Ilmu Komunikasi, yakni media sosial speasialis dan content creator. Dari hasil kerja WFA-nya tersebut, Salma bisa mendapat upah sebesar Rp2 juta per bulan. Kadang-kadang, ia juga mencari kerja sampingan untuk membayar UKT di UT Malang.

“Biaya kuliahku per semesternya beda-beda tergantung SKS yang diambil sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta,” ujar Salma.

Salma berharap setelah lulus kuliah di UT Malang nanti, ia punya jenjang karier yang lebih baik. Atau setidak-tidaknya, bisa menyerap banyak ilmu di bangku perkuliahan S1 Ilmu Komunikasi.

“Aku ingin tetap bisa kerja di dunia sosial media, tapi dengan jenjang karier dan gaji yang lebih baik. Serta, ingin punya lingkungan kerja yang bisa bikin potensiku berkembang,” ujar Salma.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Sulitnya Tempuh Kuliah di UGM Berujung Gagal Angkat Toga, Malah Jadi Aib dan Bikin Malu Keluarga  atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2025 oleh

Tags: batal kuliahKampus di Jogjakampus di malangkuliah s1mahasiswa miskinUGMuniversitas terbukaUT
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Waspada "Silent Killer", Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi.MOJOK.CO
Kesehatan

Waspada “Silent Killer”, Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi

30 Januari 2026
Menurut Ekonom FEB UGM, banyak pekerja Indonesia terpaksa overwork dan multiple jobs gara-gara persoalan jam kerja dan kelayakan upah MOJOK.CO
Mendalam

Overwork-Multiple Jobs: Keterpaksaan Pekerja demi Hidup dari Upah Tak Layak, Masih Tanggung Kesehatan Diri Sendiri Tanpa Jaminan

28 Januari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO
Sosok

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

fakta penting stunting dari WVI. MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
Users kereta api ekonomi Sri Tanjung kaget saat pertama kali naik KA Jaka Tingkir New Generation dalam perjalanan Jogja-Jakarta MOJOK.CO

Users Sri Tanjung Kaget saat Pertama Kali Naik KA Jaka Tingkir: Kereta Api Ekonomi Nggak Kayak Ekonomi, Malu karena Jadi Kampungan

27 Januari 2026
Suasana "Tiongkok Kecil" di Lasem. MOJOK.CO

Pertama Kali Jalan-jalan ke “Negeri Tiongkok Kecil” Lasem, Banyak Situs Sejarah Mangkrak Tak Terawat

27 Januari 2026
DOLC 2026. MOJOK.CO

DAYS OF LAW CAREER 2026: Jelajahi Peluang dalam Dunia Kerja dengan Satu Langkah Pasti

27 Januari 2026
Siswi SMA di Bantul, Yogyakarta mengikuti pelatihan tanggap bencana dari IDM. MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Pesan Muhammadiyah untuk perbaiki salat. MOJOK.CO

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan

29 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.