Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Ketabahan Pedagang di Jalan Malioboro, Jadi Konten Kreator TikTok Demi Tambah Pendapatan Malah Panen Hujatan

Adelia Melati Putri oleh Adelia Melati Putri
30 Juli 2024
A A
pedagang jalan malioboro jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi pedagang wingko babat di Malioboro (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mencoba bertahan hidup dengan berjualan wingko babat di Jalan Malioboro Jogja sekaligus promosi di TikTok, Kiki justru dapat berbagai cemoohan. Dianggap cari perhatian hingga berharap belas kasihan dari kekurangan fisiknya.

***

Awal 2019, Wahyu Sofkhiana Lestari (32) yang akrab disapa Kiki memutuskan untuk berdagang wingko babat di sepanjang Jalan Malioboro bersama sang Suami Rohmad Setiawan (33). Ibu Kiki merupakan seorang penyandang disabilitas yakni lemahnya saraf motorik yang berakibat pada kesulitan dalam berjalan secara normal.

Kondisi itu membuatnya harus menggunakan kursi roda dan tidak bisa ditinggal sendiri ketika berdagang. Beruntung,  suaminya senantiasa setia menemaninya berdagang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan anak anak nya.

“Dulu saya ga kerja, cuman ngurusin anak, suami saya saja yang bekerja,” ucap Kiki siang itu saat diwawancara di Jalan Malioboro pada (24/7/2024)

“Suami saya diputusin kontrak kerjanya. Pada akhirnya kami memutar otak dan memutuskan untuk dagang saja berdua,” sambungnya lirih.

Sebelum berjualan di Malioboro, Kiki sempat berjualan kue basah di Pasar Ngasem Jogja. Namun, seringkali dagangannya tak habis. Ia pun kerap merugi karena kue basah hanya tahan sehari.

Namun, tidak kehabisan akal dan pantang menyerah, ia memikirkan solusi yang tepat untuk menanggung lagi permasalahan tersebut, hingga muncullah ide untuk menjual wingko babat yang di mana jajanan ini tergolong lebih awet. Ia juga mendapatkan Wingko Babat itu dari produksi milik tetangganya.

Selain itu, iaa memutuskan untuk tidak berdagang lagi di pasar dan pindah ke Jalan Malioboro yang ramai pengunjung bervariasi setiap harinya.

“Alhamdulillah cara ini berhasil, dagangan saya banyak diminati dan dibeli oleh wisatawan di sini. Hampir setiap hari habis,” ujarnya bungah.

Pandemi Covid-19 melanda dan porak-porandakan usaha di Jalan Malioboro Jogja

Awal Maret 2020, kemunculan pandemi Covid-19 mendatangkan musibah bagi semua orang, termasuk bagi Ibu Kiki sendiri. Malioboro Jogja yang sepi pengunjung sejak pandemi, mempengaruhi penjualannya. Hal ini membuatnya sedikit berhenti ditengah usahanya dalam mencari nafkah itu.

“Beneran sepi banget mbak, saya juga mulai kesulitan di masa itu,” kenangnya

sosok pedagang di jalan malioboro jogja.MOJOK.CO
Sosok Kiki yang berjualan di atas kursi roda (Adelia/Mojok.co)

Lagi dan lagi, Ibu Kiki ini adalah pribadi dengan inovasi dan kreativitas yang tinggi. Ia berinisiatif untuk membuat konten sederhana yang disebarkan ke media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, serta YouTube yang berisi kesehariannya.

Konten yang ia buat sebenarnya ditujukan sebagai video motivasi agar orang di luar sana selalu bersyukur, dengan membuktikan bahwa meskipun dengan kekurangan fisik yang khusus, tidak dijadikan sebagai halangan dalam berjuang mencukupi kebutuhan hidup.

Iklan

“Awalnya saya cuman iseng bikin konten, nggak punya pengetahuan dan pengalaman apa pun juga dalam hal record dan editing,” ucapnya.

Di balik semua hal yang ia lakukan, Kiki sama sekali tidak mengharapkan empati dari orang lain, termasuk karena keadaan fisiknya. Meskipun ia berdagang sembari menjadi konten kreator dengan menggunakan kursi roda, ia tetap tidak ingin pembeli atau orang yang melihatnya baik secara langsung maupun dari konten kontennya membeli dagangannya karena rasa empati atau kasihan semata.

Ia berjualan bersama dengan sang suami murni hanya untuk kelangsungan hidup dan keluarganya. Ia juga ingin memberikan kesan yang tidak akan dilupakan oleh wisatawan Jalan Malioboro yang membeli dagangannya.

“Saya pengen, ketika orang ke Malioboro lagi, mereka ingat saya dan dagangan yang saya jual,” terangnya.

“Saya juga pengen dari konten yang saya bikin, membuat orang tau kalo saya berdagang di Malioboro dan mereka berkeinginan untuk membeli,” imbuhya.

Tantangan menjadi seorang konten kreator

Sejak 2023, pengikut yang dimiliki Kiki di media sosialnya semakin meningkat. Namun, risiko tinggi lagi lagi harus ia tanggung lantaran banyaknya orang yang tidak suka dengan tindakan yang dilakukan oleh content creator ini.

“Banyak banget mbak, yang berkomentar buruk di setiap video saya,” curhatnya.

Banyak warganet yang menyebut Kiki membuat konten demi mencari perhatian. Sengaja memperlihatkan keterbatasan agar orang kasihan, hingga ia pernah hampir menjadi korban penipuan dari orang yang iseng ingin membeli dagangannya dengan jumlah banyak, namun tidak ada kepastian dan menghilang.

“Saya juga sering dapat spam telfon dari orang iseng, gak tau tujuannya apa, padahal saya mencantumkan nomor saya di sosmed untuk yang mau order dagangan saya secara online,” terangnya.

Kiki awalnya merasa sedih karena ketikan jahat yang ia jumpai di setiap videonya. Oknum tidak bertanggung jawab yang asal melontarkan ujaran kebencian tanpa tahu apa yang dilakukan oleh Ibu Kiki untuk bertahan hidup,

Namun, Kiki berupaya tabah. Komentar jahat tersebut ia jadikan alasan agar lebih semangat dalam berdagang melalui video konten yang ia punya.

“kita kan emang gak bisa mengontrol ucapan orang lain, yang bisa kita lakukan ya udah sabar dan tetap konsisten dengan konten yang kita bikin,” kata dia.

“Lagian, masih banyak sekali orang orang baik yang berkomentar positif di video saya, jadi ga usah dipikirin orang yang gasuka sama konten saya,” sambungnya.

Kebahagiaan menjadi konten kreator sekaligus pedagang di Jalan Malioboro

Di balik respons negatif warganet, ada hikmah yang bisa Kiki petik. Kini semakin banyak orang yang mengetahui dagangannya. Pembeli itu sendiri tidak hanya terdiri dari pembeli lokal di Jogja, namun juga dipesan hingga luar negeri.

“Wingko saya penjualannya udah sampe keluar negeri, Mbak. Saya sudah pernah kirim ke pembeli dari Malaysia, Hongkong, dan Taiwan. Itu semua karena mereka tau dagangan saya dari konten saya yang FYP,” ujarnya semangat.

Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah persoalan kekurangan fisik yang ia miliki, maupun komentar negatif yang ia jumpai di setiap kontennya. Namun, bagaimana ia mampu membangun kepercayaan pembeli pada barang dagangannya agar pembeli merasa puas dan ingin membeli lagi.

Saat ini, Tiktok Kini sudah punya sekitar 30.000 pengikut. Selain itu, ada 50.000 subscriber di kanal YouTube miliknya. Di balik itu semua, Kiki juga berharap bahwa semoga tidak ada lagi komentar negatif yang dilontarkan padanya entah lewat apapun itu, hal itu dikarenakan tujuan ia berdagang hanya karena ingin menghidupi keluarga yang ia miliki.

Penulis: Adelia Melati Putri

Editor: Hammam Izzuddin

Liputan ini diproduksi oleh mahasiswa Program Kompetisi Kampus Merdeka-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PKKM-MBKM) Unair Surabaya di Mojok periode Juli-September 2024.

BACA JUGA Tangis PKL Malioboro, Sekarang Laku Satu Satu Barang Sehari Saja Kadang Sulit, Apalagi Jika Tak Ada Rombongan Study Tour

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2024 oleh

Tags: jalan malioboroJogjapedagang malioborowisata jogja
Adelia Melati Putri

Adelia Melati Putri

Artikel Terkait

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.