Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Senyum Bu Suprih di Deles Indah: Rezeki Datang Saat Jalan Diperbaiki

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
9 September 2025
A A
Senyum Bu Suprih di Deles Indah: Rezeki Datang Saat Jalan Diperbaiki MOJOK.CO

Perbaikan jalan menuju destinasi Deles Indah mendongkrak ekonomi UMKM di kawasan tersebut. (Ilustrasi Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Namanya, Bu Suprih (46), pemilik warung di kaki Gunung Merapi, tepatnya di destinasi wisata Deles Indah, Sidorejo, Kemalang, Klaten. Tahun ini, senyumnya lebih banyak mengembang dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

***

“Dulu saya jualan itu cuma hari Sabtu dan Minggu, itu saja sepi, Mas,” katanya ketika saya mampir di warungnya, Jumat (6/9/2025). Saya harus menunggu hari agak siang untuk bisa mengobrol dengannya. Ramainya pembeli, tak memungkinkan bagi saya untuk menyela waktunya yang sedang sibuk melayani pengunjung.

Saya perhatikan, wisatawan paling banyak memesan minuman hangat, entah itu teh atau kopi sasetan. Tak sedikit yang memesan mie instan. Seperti saya yang memesan semangkuk Indomie Goreng, lengkap dengan telurnya.

Ada juga yang memesan nasi sayur, tapi ia meminta menunggu karena harus memetik sayur terlebih dulu. Ia belum sempat memasak sayur.

“Paling ramai itu pagi hari, Mas. Saya buka mulai pukul 06.00, sudah banyak yang datang mau hiking,” kata Bu Suprih. Seluruh anggota keluarganya terlibat membantunya. Ibu dan anak laki-lakinya membantu melayani pengunjung. Sementara sang suami mengatur parkir pengunjung. 

Bu Suprih, pedagang di Deles Indah, setelah jalan diperbaiki, dari yang dulunya hanya jualan di akhir pekan, kini dirinya bisa jualan setiap hari karena banyaknya pengunjung di Deles Indah MOJOK.CO
Bu Suprih, pedagang di Deles Indah, setelah jalan diperbaiki, dari yang dulunya hanya jualan di akhir pekan, kini dirinya bisa jualan setiap hari karena banyaknya pengunjung di Deles Indah. (Agung P/Mojok.co)

Perbaikan jalan membuka pintu rezeki pedagang

Bu Suprih menceritakan, sebelumnya hanya ada dua orang penjual makanan di kawasan Deles Indah. Ia sendiri meneruskan usaha orang tuanya. Itu pun ia lakukan di akhir pekan karena sepinya pengunjung di tempat wisata tersebut.

Suasana makin ramai, mulai terasa akhir tahun 2024 saat proses perbaikan jalan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, diperbaiki Pemkab Klaten. Terutama jalan menuju objek wisata Deles Indah.

Bagi Bu Suprih, perbaikan jalan setahun lalu membuka harapan masyarakat di kawasan wisata. Begitu juga dengan area hiking yang dibuka empat bulan lalu di kawasan tersebut. 

“Dulu itu jalannya rusak, Mas. Banyak lobangnya, malah sampai ditanami pohon pisang,” kata Bu Suprih. Jalan rusak tersebut salah satunya karena jalan dilalui oleh banyak truk yang menambang pasir di kaki Merapi.

Pemkab Klaten melakukan perbaikan jalan menuju objek Deles Indah sejak 2022 silam secara bertahap. Di akhir tahun 2024, perbaikan jalan yang semula rusak parah selesai. 

Kini, Bu Suprih berharap Pemkab Klaten selain memperbaiki jalan rusak dan revitalisasi fasilitas umum seperti Tourism Information Center, taman juga mengembangkan atraksi di Deles Indah. Misalnya, saja arena permainan anak. Sehingga pilihan orang berwisata di Deles Indah makin banyak. 

“Takutnya kalau wisatanya monoton, nanti wisatawan bosan,” ujar Bu Suprih.

Jalan menuju objek wisata Deles Indah yang relatif bagus membuat wisatawan makin banyak yang datang ke tempat ini. Tampak fasilitas masjid yang dibangun Pemkab Klaten MOJOK.CO
Jalan menuju objek wisata Deles Indah yang relatif bagus membuat wisatawan makin banyak yang datang ke tempat ini. Tampak fasilitas masjid yang dibangun Pemkab Klaten. (Agung P/Mojok.co)

Untungkan UMKM dan masyarakat

Ramainya pengunjung Deles Indah juga dirasakan Mbah Mahdiyo (60) yang berjualan aneka hasil bumi. Ia menjual talas dan alpukat. Sama seperti Bu Suprih, ia merasakan dagangannya makin laris setelah ada perbaikan jalan. 

Iklan

Soal jalan rusak ini juga disampaikan oleh Bu Lusi  Pujiningtyas (52) guru yang juga seorang pendeta di Kemalang ini mengatakan, ia dulu sampai guyon dengan teman-temannya yang datang dari luar kota untuk mencoba offroad di desanya, saking jalannya yang rusak berat. 

“Istilahnya jalan seribu lubang, saking jeleknya. Mobil kecil atau yang pendek,  nggak bisa lewat,” kata Lusia. Kondisi tersebut membuat distribusi kebutuhan hidup di kawasan Deles Indah menjadi tersendat. 

Kini, dengan jalan yang lebih bagus ia tak segan mengajak rekan-rekannya di luar kota untuk datang ke Klaten.

“Apalagi sudah ada tol, sudah makin cepat. Saya nggak segan untuk mengajak mereka main ke Deles Indah. Ini tadi saya lihat UMKM yang jualan juga makin banyak,” kata Lusia. 

Ia sendiri mendapat mandat dari Pemkab Klaten sebagai salah satu pendamping UMKM di Klaten, termasuk di kawasan Desa Sidorejo, lokasi objek wisata Deles Indah berada. 

Jalan menuju objek wisata Deles Indah, Klaten saat ini sudah dicor. (Agung P/Mojok.co)

Deles Indah, jadi salah satu tujuan hiking favorit

Makin banyaknya wisatawan yang datang ke Deles Indah, diungkapkan oleh penjaga loket di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Deles Indah. Paimin (45) dan Sugino (50) membenarkan makin ramainya kawasan wisata Deles Indah. 

Apalagi sejak 4 bulan silam, ada hiking sebagai pilihan wisatawan yang berkunjung ke Deles Indah. “Banyak yang datang dari luar kota, jadi ada pilihan kalau mau hiking, bisa ke Kali Talang atau bisa di sini,” kata Pak Gino.

Saya menjumpai Prima (26) yang tengah beristirahat seusai hiking. Dia datang ke Deles Indah sehabis subuh bersama rekannya. Ini pengalamannya datang ke Deles Indah, sekaligus merasakan hiking. 

“Rute hikingnya nggak terlalu jauh, tapi nyaman saja sih menurutku, satu jam pulang pergi sudah cukup buat aku,” katanya. Prima menambahkan, soal jalan yang ia lalui menuju Deles Indah relatif bagus. 

Pengunjung lain, seorang sopir dari Demak, Widodo (56) mengungkapkan hal senada. Ia membawa satu keluarga dari Demak yang akan terapi di salah satu rumah sakit di Klaten. Keluarga tersebut kemudian memintanya mengantar ke Deles Indah. 

“Setahu saya jalan di tempat wisata di Klaten rusak, dulu pernah ke Umbul Tjokro jalannya banyak berlubang, pernah juga ke wisata tubing, itu juga rusak. Tapi pas kesini, jalannya enak. Rupanya sudah diperbaiki,” kata Widodo.

Jalanan di kawasan wisata Deles Indah, dan desa wisata sekitarnya saat ini terbilang bagus, setelah tahun-tahun sebelumnya rusak parah. (Agung P/Mojok.co)

Sebelum pulang, saya menghampiri Mbah Mahdiyo, membeli sekilo buah alpukat yang saya tahu saat ini belum musimnya. Harapannya sama seperti Bu Suprih, wisatawan akan terus datang ke Deles Indah.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Klaten: Bintang Baru di Langit Pariwisata Jawa Tengah atau baca juga liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 9 September 2025 oleh

Tags: deles indahklaten
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO
Sosok

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Saya Orang Jogja yang Iri pada Klaten yang Keberadaannya Makin Diperhitungkan Mojok.co
Pojokan

Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja

11 Maret 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO
Kilas

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.