Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Saat Maba UGM Pusing Biaya Kuliah di Tengah Meriahnya PPSMB

Kalau semester dua nggak dapat beasiswa atau KIPK, akan mundur dari UGM.

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
5 Agustus 2023
A A
Saat Maba UGM Pusing Biaya Kuliah di Tengah Meriahnya PPSMB. MOJOK.CO

Saat Maba UGM Pusing Biaya Kuliah di Tengah Meriahnya PPSMB. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di tengah keseruan, maba UGM terpikir biaya kuliah

Di balik keseruan masa orientasi, ada mahasiswa yang menjalani dengan beban pikiran tentang biaya kuliah. Elsadita Annisa Putri (19), maba D4 Perbankan UGM asal Magelang mengaku masih terbebani besaran UKT yang tidak sesuai kemampuan orang tuanya.

Maba UGM di acara PPSMB, Kamis (3/8/2023). MOJOK.CO
Maba UGM di acara PPSMB, Kamis (3/8/2023). (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Elsa mengaku jalannya PPSMB terbilang seru. Ia yang pendiam, senang bisa mendapat banyak teman baru. Ditambah lagi tidak ada senioritas yang membelenggu para mahasiswa baru.

“Kakak tingkatnya mengayomi banget. Paling penugasan tri karya saja yang terasa susah. Saya kena revisi juga,” katanya.

Namun, ia mengaku sering terpikir soal masa depan perkuliahannya di sela kepadatan masa orientasi. Zidni mendapat biaya UKT sebesar Rp8.550.000 atau kategori Pendidikan Unggul Bersubsidi 25%. Padahal, ia mengaku telah menggunakan KIP-Kuliah.

Ia mengikuti prosedur pengajuan banding dengan harapan mendapat kategori subsidi 75% dengan besaran Rp2.850.000. Kategori ini menurutnya yang masih paling rasional untuk orang tuanya penuhi. Namun ternyata, hanya bisa turun di kategori subsidi 50%.

Orang tua Elsa, bekerja sebagai buruh. Dulu ia sempat disuruh mundur, lantaran orang tuanya mengaku tidak sanggup membayar besaran UKT awal sebesar Rp8 juta. Beruntung, setelah sedikit turun, orang tuanya masih mampu mengusahakan meski di tengah keterbatasan.

“Nggak cuma pas PPSMB. Setiap hari saya masih kepikiran itu. Bahkan setiap di kos baru, sendirian, saya ngerasa sedih,” curhatnya.

Nggak dapat beasiswa, pilih mundur dari UGM

Elsa masih dalam proses mendaftar sejumlah beasiswa sembari menunggu pengumuman program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK). Ia sudah sempat mencoba mendaftar beasiswa dari sebuah perusahaan swasta dan akan mencoba lebih banyak lagi usai PPSMB.

“Kalau amit-amit saya ternyata nggak dapet KIPK dan beasiswa lain, rencananya saya mau mengundurkan diri di semester 2 buat lanjut kerja,” terangnya.

Sambil menunggu proses itu ia juga akan mencoba bekerja paruh waktu. Elsa mengaku sudah meminta izin orang tuanya untuk bekerja sampingan sambil menjalani kuliah.

Sebagai informasi, pada tahun akademik 2023/2024, mahasiswa UGM sudah tidak mendapat UKT berdasarkan golongan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sistemnya berubah menjadi dua kategori yakni UKT Pendidikan Unggul dan UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Sistem ini membuat pilihan kategori golongan UKT lebih sedikit.

Keberatan mahasiswa tentang biaya UKT sempat ramai jadi perbincangan pasca pengumuman kelulusan tes seleksi pada Mei 2023 lalu. Sejumlah mahasiswa mengaku keberatan dan kesulitan mengajukan banding. Beberapa yang berhasil pun mengaku mendapat besaran UKT yang belum sesuai dengan kemampuan orang tua.

Mengenai itu, Wakil Rektor UGM Bidang SDM dan Keuangan, Prof Supriyadi MSc PhD menegaskan tidak pernah ada kasus mahasiswa drop out karena masalah keuangan. Menurutnya lebih dari 90 persen mahasiswa membayar biaya  kuliah per semester dengan besaran UKT yang telah disubsidi atau di bawah besaran Biaya Kuliah Tunggal (BKT) di program studi tempatnya menjalani studi.

“UGM selalu berkomitmen dan akan terus berkomitmen membantu mahasiswa dari latar belakang ekonomi yang kurang menguntungkan,” tegasnya, melansir laman resmi UGM.

Iklan

Biaya pendidikan yang ada saat ini menurutnya muncul akibat tuntutan untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang memadai. Hal itu, kata Supriyadi, memang butuh biaya operasional yang besar.

Penulis : Hammam Izzuddin

Editor   : Agung Purwandono

BACA JUGA Keluh Kesah Orang Desa: Biaya Pesantren Mahal Bikin Orang-orang Kecil Mumet!

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2023 oleh

Tags: Maba UGMPPSMB UGMUGMuktUKT UGM
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO
Kabar

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Frugal Living, healing, MOJOK.CO
Sehari-hari

Salah Kaprah soal Healing: Anak Muda Terjebak Keborosan, padahal “Penyembuhan Sejati” Itu Gratis dan Sering Kali Tak Estetik

26 Mei 2026
Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM MOJOK.CO
Sekolahan

Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM

22 Mei 2026
Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Cara Jawa Tengah (Jateng) menjaga inflasi dan ketersediaan pangan MOJOK.CO

Cara Jawa Tengah Jaga Inflasi dan Ketersediaan Pangan agar Harga Terkendali dan Keterjangkauan Pangan bagi Masyarakat Terjamin

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.