Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Warga Sidoarjo Muak dengan “Jalan Neraka” Perempatan Gedangan, Hanya Bisa Ngeluh Bertahun-tahun karena Flyover Hanya Wacana

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
17 Juli 2025
A A
Perempatan Gedangan adalah momok bagi warga Surabaya dan Sidoarjo. MOJOK.CO

ilustrasi - pembangunan flyover Gedangan tak kunjung rampung. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Terpaksa melewati Perempatan Gedangan

Kemacetan di perempatan Gedangan memang menjadi momok bagi warga Sidoarjo dan Surabaya. Habibah (24), perempuan asal Surabaya yang hampir 10 tahun tinggal di Sidoarjo mengaku masih belum terbiasa dengan kondisi tersebut.

“Setiap lewat situ pasti menakutkan karena banyak kendaraan besar seperti truk tronton sampai truk gandeng. Rasanya kayak lagi di uji mental,” ucap Habibah.

Kalau sudah begitu, Habibah sudah tidak berani menyalip. Ia lebih baik melaju pelan-pelan di antara truk-truk di samping kanan, kiri, sampai belakang motornya. Salah-salah, ia bisa kena marah pengendara lain yang saling serobot dan tak mau mengalah.

“Bahkan aku pernah kena marah sama pengendara lain, karena lupa matiin lampu sen walaupun niatnya mau mengingatkan tapi nadanya sudah bete,” ujar Habibah.

Alhasil, Habibah harus sabar menunggu lampu merah yang terasa menyiksa di bawah terik panas matahari. Habibah juga tak bisa menghindar, sebab perempatan Gedangan sudah menjadi jalan utama dari arah kampusnya menuju tempat kerja.

Tak kunjung selesai, dibangun saja belum

Tak hanya Vita dan Habibah, sampai sekarang Rochima masih tak habis pikir dengan kemacetan yang terjadi di perempatan Gedangan. Rochima yang biasa mengajar les di daerah perumahan Gedangan mengaku akhir-akhir ini sering kena macet total akibat pembangunan yang ada di kawasan tersebut.

“Bahkan untuk keluar dari perumahan saja aku bisa menghabiskan waktu setengah jam. Pernah juga, motorku sampai nggak bisa bergerak sama sekali,” kata Rochima.

Guna mengatasi kemacetan di perempatan Gedangan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah merencanakan pembangunan flyover di lokasi tersebut sejak tahun 2020. Namun, hingga tahun 2025, proyek itu belum memasuki tahap pembangunan fisik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menjelaskan pembangunan flyover saat ini masih dalam tahap awal. Yakni review perencanaan kebutuhan lahan.

“Mudah-mudahan pembangunan fisiknya bisa dimulai tahun 2026. Untuk tahun ini, kami fokus menyelesaikan pembebasan lahan terlebih dahulu,” ujar Dwi dikutip dari Radar Sidoarjo, Kamis (24/4/2025).

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Sidoarjo 25 Tahun dalam Kebobrokan, Sudah Seharusnya Belajar pada Surabaya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2025 oleh

Tags: Gedanganmacetperempatan gedanganSidoarjo
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

pertamina bikin mudik lewat jalan tol semakin mudah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

20 Februari 2026
Lulusan SMK ngaku dapat gaji 20 juta saat kerja di Sidoarjo agar orang tua tidak direndahkan karena standar sukses di desa MOJOK.CO
Urban

Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa

12 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO
Urban

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Perantau Sidoarjo nekat jadi wasit futsal demi bertahan hidup di Jogja hingga akhirnya menyerah MOJOK.CO
Ragam

Perantau Sidoarjo Nekat Jadi Wasit Futsal demi Hidup di Jogja, Berujung Menyerah Kejar Mimpi di Kota Pelajar karena Realita

28 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja

Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir

16 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.