Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kala Warga Kota Semarang Dapat “Uang Kaget”, dari Ide Nyeleneh sampai Bikin Kampung Jadi Lebih Hidup

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
23 Oktober 2025
A A
Program Rp25 juta bikin sejahtera kampung di Semarang. MOJOK.CO

ilustrasi - Kota Semarang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Program Rp25 Juta per RT bak “uang kaget” bagi warga Kota Semarang. Ada yang ingin menggunakannya untuk pergi wisata satu kampung ke luar kota, sampai dana untuk menikah.

***

Tosa Andi (42) hanya bisa geleng-geleng kepala saat menghadiri rapat pertemuan warga, guna membahas soal lanjutan program dana operasional Rp25 juta per RT oleh pemerintah kota Semarang. Dalam pertemuan tersebut, Tosa tak henti-hentinya tertawa saat mendengar usulan para tetangganya.

“Idenya itu loh aneh-aneh, misalnya ada yang usul untuk wisata ke luar kota satu kampung pakai uang itu. Sampai ada yang menanyakan, ‘bisa nggak dipakai untuk dana menikah?’ hahaha,” kata Tosa kepada Mojok, Senin (13/10/2025) sembari mengingat suasana pertemuan pada saat itu.

Tentu saja, usulan-usulan tersebut hanya candaan. Sebagai Sekretaris RT 3/RW 2 Kelurahan Mugasari, Tosa paham jika dana operasional Rp25 juta per RT harus digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi. Bukan hal-hal yang sifatnya personal maupun senang-senang semata.

“Pada dasarnya, kebutuhan warga memang banyak. Kami tinggal menjelaskan bahwa ini program baru dan sementara yang bisa diakomodir baru beberapa. Bisa jadi di tahun depan ada regulasi baru yang mengatur lebih rinci dan lebih meningkatkan nilai manfaat,” tutur warga asli Semarang itu.

Sebab jujur saja, di awal-awal dana itu cair pada Agustus 2025 lalu, Tosa dan beberapa warga sempat kebingungan soal syarat dan ketentuan yang berlaku. Mereka mau-mau saja mengeluarkan anggaran tersebut untuk memperbaiki jalan yang rusak misalnya, tapi ternyata tidak bisa.

“Jadi kami harus benar-benar memahami petunjuk teknis (juknis) dan aturannya, karena kalau pembangunan jalan itu katanya sudah ada anggarannya sendiri. Beda dengan program Rp25 yang ini,” kata Tosa.

Warga Kota Semarang dilarang…

Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Semarang, Noegroho Edy Rijanto membenarkan aturan tersebut. Edy menjelaskan jika anggaran operasional Rp25 juta per RT tidak bisa dipakai untuk pembangunan jalan.

“Kecuali untuk perbaikan sebagian jalan ya, karena pembangunan jalan itu sudah difasilitasi oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang),” ujar Edy saat dihubungi Mojok, Selasa (14/10/2025).

Edy juga membenarkan jika dana oprasional Rp25 juta per RT tak boleh digunakan warga untuk pergi wisata satu kampung, apalagi ke luar kota. Sebab, tidak sesuai dengan tujuan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi warga. 

Pemerintah Kota Semarang. MOJOK.CO
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan program Rp25 juta per RT ke awak media. (Sumber: Humas Pemkot Semarang).

“Bantuan operasional (BOP) RT RW tidak digunakan untuk mendanai pembayaran uang lelah, yakni insentif atau uang kehormatan, uang saku, gaji, honorarium atau sejenisnya bagi pengurus. Dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tegas Edy.

Yang bisa dilakukan dengan uang Rp25 juta

Namun sejauh ini, kata Edy, ia telah mendapat respons positif dari warga mengenai pemakaian dana Rp25 juta per RT di Kota Semarang, dalam kurun waktu dua bulan terakhir yakni Agustus hingga Oktober 2025.

Misalnya untuk menyelenggarakan HUT RI di kampung, peringatan maulid nabi, giat senam atau jalan sehat, pemeliharaan sarana prasarana, hingga perbaikan bangunan RT. 

Iklan

Kegiatan-kegiatan di atas, ucap Edy, sudah sesuai dengan Peraturan Walikota No 32 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Operasional Rukun Tetangga dan Rukun Warga. Serta yang tertuang dalam petunjuk tenis (juknis), maupun buku saku untuk Bantuan Operasional (BOP) RW. 

Penunjang operasional RT

Merinci dari aturan di atas, dana itu bisa digunakan untuk menunjang dana operasional RT seperti belanja alat tulis (ATK) hingga mencetak atau menggandakan file. Bisa juga digunakan untuk mengadakan rapat rutin, kerja bakti, perayaan, pertemuan PKK, sosialiasi hingga pelatihan di Semarang.

Lalu dipakai untuk membayar tagihan listrik atau air di balai, lapangan, poskamling, prasarana, dan utilitas. Bisa juga untuk membeli barang pakai habis pendukung acara, cetak spanduk, sewa kostum pertunjukan seni atau budaya, panggung pertunjukan sederhana, sound system acara kemasyarakatan. 

Atau sebagai honor tenaga kebersihan maupun instruktur olahraga dan rohaniawan. Selain honor petugas, Rp25 juta bisa digelontorkan untuk aktivitas mengelola sampah yakni pelatihan, pengadaan sarana prasarana kebersihan, dan perawatan kebersihan wilayah. Begitu pula dengan pembelian, perbaikan, perawatan prasarana, sarana dan utilitas.

“Intinya, bantuan operasional ini sifatnya stimulan, untuk meringankan beban iuran kas masyarakat. Jadi tidak menghilangkan gotong royong untuk iuran.” Kata Edy.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Di Balik Banjir yang Kerap Menghantui Semarang, Ada Sosok “Pasukan Bebek” yang Tidak Tidur Berhari-hari Bersama Hujan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2025 oleh

Tags: kota semarangmeningkatkan ekonomipemberdayaan masyarakatprogram Rp25 jutaSemaranguang kaget
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Kota Semarang coba tak sekadar melawan air untuk atasi banjir MOJOK.CO
Kilas

Kota Semarang Coba Tak Sekadar Melawan Air untuk Atasi Banjir, Tapi Pakai Cara Fisika dan Wanti-wanti Kelalaian Sosial

5 Januari 2026
Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025 MOJOK.CO
Kilas

Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga

2 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.