Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Derita Tertipu Kos Campur Bebas Berkedok Kos Pria Muslim di Jogja, 5 Tahun Kerap Dengar Tangis dan Rintih Saat Malam

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
20 Juni 2024
A A
kos campur di sewon bantul jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi tinggal di kos campur (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saksi rintihan dan tangisan perempuan setiap malam

Meski kos campur semacam itu sudah jadi hal lumrah di Jogja sejak lama, Bagas mengaku cukup syok. Itu benar-benar hal baru baginya.

“Maklum, anak kabupaten kan ya. Ternyata Jogja begini banget ya,” kelakar lelaki asal Wonosobo ini.

Dari lantai atas, Bagas sering melihat perempuan datang bergonta-ganti ke kamar yang sama. Namun, ada satu pengalaman yang begitu membuatnya risau.

Di lantai atas, di antara kamar miliknya dan seorang teman, ada sebuah kamar yang menyimpan cerita unik. Pada masa awal ia tinggal di sana, kamar itu ditempati oleh seorang perempuan. Jarang ia melihat perempuan itu membawa pasangan atau lawan jenis.

Namun, beberapa waktu berselang perempuan itu pergi. Penghuni selanjutnya adalah pasangan laki-laki dan perempuan. Bagas mengaku tak tahu apakah itu pasangan suami istri atau bukan. Hal yang ia risaukan bukan perkara itu.

“Kalau malam itu kayak sering ada suara aneh-aneh. Kadang tangisan, kadang suara saling teriak, kadang rintihan,” paparnya.

Kekhawatiran penghuni lain

Kondisi itu berlangsung cukup lama. Bagas sampai gusar dan merencakan sesuatu dengan teman yang juga tinggal di kos campur tersebut.

“Kami kan bingung. Suara itu gara-gara ada kekerasan ke perempuannya atau justru jangan-jangan BDSM,” ungkapnya. BDSM adalah preferensi untuk melakukan aktivitas seksual dengan cara-cara yang agak keras.

Bagas dan temannya akhirnya memutuskan untuk tidak bertindak apa-apa kecuali ada ucapan permintaan tolong dari tetangga kos campur di Sewon Bantul tersebut. Dan memang sampai ia pindah kos pada 2021, tak pernah ada permintaan tolong.

Selama tinggal di kos campur Sewon Bantul itu, banyak pengalaman unik yang ia rasakan. Kos campur di Jogja memang ada berbagai tipe. Tidak semuanya bebas.

Ada kos campur yang punya sekat pembatas antara deretan kamar untuk laki-laki dengan perempuan dengan larangan untuk kumpul kebo pasangan belum menikah. Namun, ada juga jenis kos campur yang benar-benar bebas. Di Jogja, istilah untuk menyebut kamar kos semacam ini ada kos LV alias Las Vegas.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kontrakan di Kasihan Bantul Bikin Mahasiswa Saksikan Kerasnya Kemiskinan Jogja, Kecanduan Judi hingga Ribut dengan DC

Iklan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2024 oleh

Tags: BantulJogjaKos Bebaskos campursewon bantul
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

anak kos ketakutan pasang gas di jogja. MOJOK.CO
Catatan

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
kerja di kafe Jogja stres. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Catatan

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Kerja WFH - WFA dengan kantor di Jakarta Barat. Awalnya enak karena slow living, ternyata menjebak MOJOK.CO

Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok

27 Maret 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO

1 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.