Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Lulusan SMA Dihina: Masih Muda tapi Cuman Jadi Pedagang Pasar. Tak Peduli yang Penting Bukan Beban Keluarga

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
6 November 2025
A A
Lulus SMA dirundung karena jualan toge di pasar tradisional Tuban. Dianggap kurang usaha padahal masih muda alias gen Z. MOJOK.CO

ilustrasi - gen z dihina karena jualan taoge. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perempuan asal Tuban ini tak peduli dengan omongan orang yang meremehkannya. Sebagai Gen Z yang hanya lulusan SMA, ia tak malu berdagang di pasar. Asal tidak nganggur dan tak gabut.

***

Belakangan ini, media sosial saya ramai dengan Gen Z yang memamerkan pekerjaannya di bidang informal. Seolah ingin menepis standar kesuksesan di lingkungan sosial saat ini. Namun ternyata alasan utamanya bukan hanya itu.

Nyatanya, anak muda berusia 15-27 tahun alias Gen Z semakin sulit mencari kerja. Begitu pula yang dirasakan Immroatul Azizah (24) asal Tuban. Sebagai lulusan SMA yang tak punya kesempatan untuk kuliah, Azizah mengaku sulit melamar ke perusahaan.

“Setelah lulus SMA, saya memutuskan mondok untuk menambah ilmu agama. Dari sana saya dapat tawaran kerja untuk mengajar sebagai guru taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Sidoarjo,” ucap Azizah kepada Mojok, Senin (3/11/2025).

Azizah yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut akhirnya menerima tawaran itu. Ketimbang menganggur dan tidak melakukan apa-apa, kata dia, lebih baik ia bekerja.

Namun, setelah mengajar selama dua tahun, ia merasa gaji dan biaya hidupnya di Sidoarjo tak seimbang sehingga ia memutuskan pulang ke Tuban. Sejujurnya, ia tak tahu bakal bekerja sebagai apa, sampai kemudian dapat ide dari Youtube.

Dapat ide usaha dari melihat tutoriol di Youtube

Usai kembali ke kampung halamannya, Tuban, Azizah malah sering rebahan. Sehari-hari, ia meng-scroll media sosial sampai kemudian menemukan ide usaha yang menarik dari tutorial di Youtube. Entah bagaimana, algoritma di media sosialnya itu menunjukkan cara membuat taoge.

“Nah dari situ, menurutku usaha jualan taoge ini lumayan gampang. Untungnya pun lumayan karena bisa dua kali lipat dari modal,” ucap Azizah.

Tidak tahunya, usaha taoge ini susah-susah gampang apalagi di awal-awal. Ia pernah rugi selama dua minggu berturut-turut karena puluhan kilo taoge yang ia buat sempat busuk. Azizah pernah sedih dan nyaris menyerah atas kejadian itu tapi ia memilih belajar dari kesalahan.

Sampai akhrinya ia mampu menghasilkan taoge sebanyak 27 kilogram per hari. Namun, sebagai lulusan SMA, Azizah mengaku kebingungan karena tak tahu cara berdagang.

“Setelah taogenya jadi aku bingung harus pasarin ke mana, gimana ngemasinnya, kasih harga berapa? Aku nggak kepikiran sama sekali,” ucap Azizah.

Beruntung, perempuan lulusan SMA itu tak malu bertanya langsung ke bulek-nya yang punya pengalaman dagang di pasar tradisional. Berkat saran dari bulek-nya, Azizah akhirnya tahu cara berdagang.

Baca Halaman Selanjutnya

Mampu beli motor pribadi dari gaji harian

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 November 2025 oleh

Tags: cara buat taogeGen Zlowongan kerjalulus SMAlulusan smarekomendasi usaha

Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO
Cuan

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Menurut Ekonom FEB UGM, banyak pekerja Indonesia terpaksa overwork dan multiple jobs gara-gara persoalan jam kerja dan kelayakan upah MOJOK.CO
Mendalam

Overwork-Multiple Jobs: Keterpaksaan Pekerja demi Hidup dari Upah Tak Layak, Masih Tanggung Kesehatan Diri Sendiri Tanpa Jaminan

28 Januari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Ketulusan Guru BK di SMP Pelosok Ponorogo MOJOK.CO
Ragam

Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.