Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sarjana di Rembang Malu dengan Lulusan SMA yang Gampang Cari Kerja, Nggak Punya Keterampilan dan Cuma Bisa Mancing

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
30 April 2024
A A
Pantai di Rembang jadi tempat adu nasib sarjana dan ;ulusan SMA yang sulit cari kerja MOJOK.CO

Ilustrasi - Pantai di Rembang jadi tempat adu nasib sarjana dan ;ulusan SMA yang sulit cari kerja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Meratapi gaji kecil di pantai Rembang

Sepanjang 2021, saya sendiri menjadi salah satu orang yang paling sering ke Pantai Robyong, Rembang setiap sore hari. Sepulang dari Rembang Kota untuk meliput berita.

Per April 2021 lalu, saya sempat bekerja sebagai wartawan di sebuah media asal Pati untuk wilayah tugas di Rembang. Gaji saya waktu itu amat sangat memprihatinkan. Karena ukuran gaji saya adalah per berita. Sementara satu beritanya diharagai Rp15 ribu.

Kalau saya total, untuk dapat Rp1 juta dalam satu bulan saja sudah untung. Angka yang bahkan jauh lebih rendah dari UMR Rembang yang saat itu pada dasarnya sudah cukup rendah, yakni Rp1,8 juta. Lebih-lebih posisi saya sama seperti Baid, sebagai anak laki-laki pertama.

Dari jam lima sore sampai lepas Magrib saya biasanya merebahkan badan di bekas pondasi dermaga, sembari meratapi nasib sebagai sarjana pecundang yang kesulitan mencari pekerjaan.

Kurang lebih sama seperti yang Baid ungkapkan, saya merasakan silir dan ketenangan saat melihat laut lepas. Meskipun saat beranjak pulang, kegelisahan-kegelisahan tetap kembali menyeruak.

Dulu pun saya juga mengalami seperti yang Samad alami. Sering kali merasa malu, rendah, dan terhina karena menjadi sarjana pengangguran. Seolah kuliah saya sia-sia karena kenyataannya gaji saya sebagai sarjana jelas-jelas kalah dari teman-teman saya lulusan SMA yang bekerja di pabrik-pabrik.

“Dulu kamu ke sini karena mumet dengan nasibmu. Kalau sekarang?” goda Baid Senin, (29/4/2024) sore itu. Saya hanya tersenyum.

Saya mensyukuri nasib saya saat ini, yang tentu jauh lebih beruntung ketimbang masa-masa itu. Tapi saya tidak bisa lupa, di salah satu pantai di Rembang itulah saya kerap menangis sendirian mengiringi matahari terbenam. Air mata berjatuhan tanpa iskan, berharap Tuhan “mengulurkan tangan” dengan segera.

Maka ketika masa-masa sulit itu sudah lewat, saya jelas tak bisa melupakan begitu saja pantai yang sering jadi tempat saya meratap tersebut.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Lulus SMA Hidup Makmur karena Kerja Gaji UMR Sidoarjo, Nekat Dilepas Demi Kuliah tapi Berujung Hidup Nelangsa karena Ijazah Kampus Nggak Laku

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2024 oleh

Tags: jawa tengahpabrik di rembangpantai di rembangrembangsarjana rembangsulit cari kerjaumk rembangumr rembang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO
Urban

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO
Edumojok

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik

9 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Sisi Gelap Gudeg Jogja Harga Naik, Makin Dihina Orang Tolol MOJOK

Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol

9 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.